
Setelah beberapa saat, dia memuntah kan seteguk darah segar dan menatap ke arah mayat yang bersinar cahaya biru redup untuk sementara sebelum kembali hilang.
Jiwa nya sekarang sudah terbelah, biasa nya yang melakukan ini adalah seseorang yang melatih teknik terlarang.
Semua orang tahu kalau keuntungan dari Jiwa yang Terbelah sangat menggiur kan, tapi siapa juga yang tidak tahu dengan harga yang harus mereka bayar ?
Menurut nya, keuntungan dari jiwa yang terbelah ini tidak besar. Itu hanya menahan seseorang untuk meninggal, tidak bisa meninggal bukan berarti tidak bisa merasa kan sakit.
"Paling tidak, aku sudah berhasil melindungi mayat kalian dengan baik. " Ucap nya sambil menghela nafas.
Dia menyimpan ketujuh mayat itu dan berjalan ke halaman belakang nya. Sesampai nya di halaman belakang, dia mengeluarkan ketujuh mayat itu dari cincin ruang nya.
Dia tampak menggambar sesuatu dengan tangan nya di udara, sebelum masing masing mayat berada di dalam peti yang terbuat dari Qi.
Dengan kemampuan nya, tanah mulai membentuk 7 lubang dengan luas yang sama. Peti Qi itu melayang dan masuk ke masing masing lubang.
Dia mengayun kan tangan nya dan tanah kembali tertutup, dia menghambat sesuatu di udara sebelum menggigit jari nya.
Darah menetes di tanah dan bersinar terang, kata kata yang di tulis nya mulai berputar mengelilingi darah nya yang menetes.
Kata kata itu perlahan lahan masuk ke dalam tanah, dia mengetuk tanah beberapa kali untuk memastikan pelindung yang di buat nya bekerja dengan baik.
Dia tersenyum bangga sebelum berjalan keluar dengan senyum tipis, di dalam rumah nya, dia bertemu dengan Yuanzheng Yuwen dan Shangguan Qing yang sedang duduk.
"Tuan Yuanzheng dan Tuan Shangguan, aku titip Shangxin sebentar. Aku akan pergi ke tempat Ketua Sekte dan melapor kan kedatangan kalian agar tidak menyebabkan kesalah pahaman. " Ucap nya dengan sopan.
"Tidak apa apa, serahkan saja pada Shangguan Qing. Apa perlu aku temani ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.
"Tidak usah, aku baik baik saja sendiri. Lagi pula hanya sebentar. " Ucap nya dengan pelan.
__ADS_1
Yuanzheng Yuwen mengangguk mengerti dan tidak menawar kan bantuan lebih lanjut, dia pamit dan berjalan keluar dari rumah nya dengan langkah santai.
Dia pergi ke tempat Xue Yun dengan santai, dia menatap ke arah sekeliling nya. Tidak ada orang yang berani mendekati nya.
Tatapan nya berubah menjadi dingin dan dia mempercepat langkah nya, sampai akhir nya sampai di puncak gunung milik Xue Yun.
" Murid Xue Fenghuang ingin mencari Ketua Sekte Xue. " Ucap nya dengan sopan pada penjaga rumah Xue Yun.
"Tuan kami sudah menunggu anda sejak lama, kamu bisa langsung masuk ke dalam rumah. " Ucap nya, dia mengangguk.
Dia berjalan masuk dan mengetuk pintu beberapa kali sebelum masuk ke dalam ruangan. Sebenar nya, mengetuk pintu bukan lah sesuatu yang harus.
Bagi seorang kultivator mereka, kehadiran seseorang dapat dengan mudah di rasa kan. Jadi, dia yakin Xue Yun sudah tahu kedatangan nya sejak lama.
"Ketua, murid Xue Fenghuang telah datang. " Ucap nya berlutut di belakang seseorang.
Pria yang sedang membelakangi nya memutar kursi nya sampai menghadap nya, mata nya membelalak ketika melihat orang di depan nya.
"Benar, kita sebenar nya sudah pernah bertemu. Kamu adalah orang pertama di Sekte yang tahu muka ku tanpa topeng. " Ucap Xue Yun sambil mengangkat bahu.
Dia berlutut dengan kepala yang pusing seolah olah masih tidak percaya kalau orang yang menipu nya di kedai adalah Ketua Sekte nya.
Ketua Sekte nya adalah pria cantik yang di temui nya di kedai !
"Kamu pasti ingin melapor kan pada ku atas kedatangan dua tamu mu bukan ?" Tanya Xue Yun sambil memberi isyarat untuk berdiri dan duduk di kursi yang ada di hadapan Xue Yun.
"Benar, aku memang akan melakukan itu. " Ucap nya dengan tenang.
"Aku sebenar nya kurang senang dengan tamu mu. Tapi tidak ada yang bisa ku lakukan, dia adalah tamu mu dan tidak memiliki niat buruk. Aku tidak bisa mengusir nya walau pun aku menginginkan nya. " Ucap Xue Yun.
__ADS_1
Dia mengangguk, walau pun Xue Yun menolak menerima Yuanzheng Yuwen, dia masih akan berusaha.
"Kamu datang kemari hanya untuk ini ? Tidak ada yang lain ?" Tanya Xue Yun sambil menaik kan alis nya.
"Seperti janji yang kamu buat, Ketua Sekte. Kamu harus menjelaskan nya pada ku dengan jelas. " Ucap nya dengan tenang tapi memaksa.
Dia ingin tahu tentang ayah nya, ibu nya dan keluarga nya yang lain. Dia tidak memiliki petunjuk kecuali tanda segel giok yang ada di tangan nya.
"Kamu benar benar ingin mengetahui nya ? Kamu yakin tidak akan menyesal ? Aku dengar kamu baru saja kehilangan ayah dan kakak angkat mu, serta orang terdekat mu. " Ucap Xue Yun.
"Aku tersanjung dengan kemampuan Ketua Sekte dalam mencari informasi tentang diri ku, memang benar aku baru kehilangan keluarga ku. Dan untuk kakak ku, aku yang membunuh nya sendiri dengan tangan ku. " Ucap nya dengan tenang.
"Kenapa kamu melakukan nya ? Apa kah kamu tidak takut kalau kamu akan sendirian setelah kehilangan Lin Cong Zi dan ayah angkat mu ?" Tanya Xue Yun.
"Dia lebih baik mati di banding kan hidup, hidup untuk menerima kenyataan telah membunuh ayah nya sendiri bahkan lebih buruk dari kematian. " Ucap nya.
"Lalu, kamu yang menanggung semua nya ? Kamu yang menanggung kalau kamu membunuh kakak mu sendiri ? Kamu yang membuat kelima teman mu bunuh diri ? Apa kamu pikir kamu benar benar kuat untuk menanggung semua nya ?" Tanya Xue Yun.
"Tidak ada yang bisa ku lakukan selain itu, lagi pula aku sudah terbiasa hidup dengan ini. Menanggung hal ini bukan lah masalah besar untuk ku. Karena, pada akhir nya seseorang juga akan meninggal, yang membedakan hanya lah waktu. " Ucap nya.
Dia tidak memiliki emosi apa pun ketika membicarakan ini, entah emosi apa yang ingin di cari oleh Xue Yun di dalam diri nya.
"Baik lah, aku akan membawa mu ke orang yang aku rasa lebih pantas untuk menjelaskan hal yang kau cari. " Ucap Xue Yun sambil menghela nafas.
Pria itu berdiri dan membelakangi nya sambil membuka pintu.
"Siapa ?" Tanya nya.
"Kau akan tahu nanti, jangan terkejut dan jangan takut. Jangan kecewa, karena semua nya tidak akan seindah yang ada di mimpi mu. Dengan orang ini, kamu dapat bertanya tentang apa pun. " Ucap Xue Yun.
__ADS_1
Note : Maaf buat semua nya karena sudah mengecewakan , author hari ini hanya bisa up 2 chapter bahkan itu pun telat. Ini di karenakan author sakit muntaber karena salah makan. Mohon pengertian dari para pembaca 🙏