Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
324. Berita Kematian Qian Bei


__ADS_3

"Sudah berapa lama kita disini ?" Tanya Yuanzheng Yuwen setelah beberapa saat.


Dia membuka matanya secara perlahan dan tidak langsung menjawab, karena dia sendiri tidak tahu sudah berapa lama.


Mata Phoenix nya berpendar dengan lembut dan menatap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan yang hangat dan melelehkan penatapnya.


"Aku tidak tahu, tapi aku bisa mengira bahwa ini kemungkinan sekitar 3 atau 4 tahun jika di lihat dari batu ini yang telah berubah menjadi kristal es. "


"Hm, sudah saatnya untuk keluar. Tapi, aku sangat lapar. Bagaimana kalau kita pergi menuju desa terdekat terlebih dahulu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Ya, tidak masalah. " Jawabnya dengan setuju.


Keduanya berjalan berdampingan menuruni lereng gunung untuk mencari sebuah desa terdekat untuk mencari makanan.


Sesampainya di kaki gunung, mereka melihat sebuah desa kecil dengan papan kayu usang yang tergantung di bagian atas.


"Desa Huo Yang. " Gumam nya saat membaca nama desa yang tergantung di bagian atas pagar.


Desa itu tampak sangat penuh keterbatasan, dilihat dari tanah yang tandus, hewan hewan ternak yang sangat kurus dan beberapa orang yang bermain dan tampak begitu kekurangan gizi.


Mereka berjalan masuk dan melihat bahwa ada sebuah kedai makanan yang penuh debu, tapi di dalam nya ada dua orang pria yang mengenakan pakaian sederhana tapi bersih.


Sedang duduk di dalam dengan santai dan makan mie yang membuat seluruh cacing di dalam perutnya berdemo dengan liar.


"Bagaimana kalau kita makan disini saja ?" Tanya nya dengan suara rendah pada Yuanzheng Yuwen.


"Baik." Jawab Yuanzheng Yuwen.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam kedai yang hampir hancur itu dengan santai, tidak memperdulikan debu tebal yang ada di atas meja..


"Bibi, 2 mangkuk mi !" Ucapnya.


"Silakan menunggu Nona. " Ucap pemilik kedai dengan antusias.

__ADS_1


Sepertinya, sudah lama tidak ada yang datang kemari. Tanpa diduga duga, kedua pria yang duduk di seberang mereka berbalik dan menatap mereka.


Tubuhnya membeku dan dia langsung berlari lalu memeluk pria itu dengan erat, seolah olah kehilangan akal.


"Ge !" Panggil nya dengan semangat.


"Kau akan mencekikku sampai mati , Fenghuang. "Ucap Lan Tianjin.


Ya , itu adalah Lan Tianjin atau Xue Heng yang merupakan kakak laki laki Xue Fenghuang yang pergi mengembara bersama dengan Feng Taoran.


"Ge, sudah lama tidak melihatmu. Kamu telah banyak berubah dan menjadi pria yang sangat gagah. " Ucap nya dengan semangat, dia melepaskan pelukan nya dan mengajak Yuanzheng Yuwen untuk pindah meja.


Mereka berdua pindah ke meja yang di duduki oleh Lan Tianjin dan Feng Taoran.


"Fenghuang, sudah 5 tahun tidak melihatmu, kemana kamu pergi belakangan ini ?" Tanya Feng Taoran dengan bingung.


"Hah ? 5 Tahun telah berlalu ? Aku melakukan pelatihan tertutup bersama dengan Yuwen belakangan ini dan hampir tidak memiliki kesadaran yang tersisa sama sekali. " Ucapnya dengan jujur.


"Itu benar 5 tahun sudah berlalu dan kalian berdua tidak dapat dicari ataupun ditemukan dengan cara apapun. Banyak hal yang telah terjadi belakangan ini. " Ucap Feng Taoran sambil menghela nafas berat.


"Senior Qian telah tiada. " Ucap Feng Taoran.


Mendengar ini, seluruh senyum di wajahnya menghilang dan jantungnya berhenti berdetak untuk sejenak.


Dia merasa seluruh tubuhnya membeku dan sangat kedinginan secara tidak terkendali, terasa seperti baru saja tersambar petir yang membuat seluruh telinganya berdengung dengan kencang.


"Itu tidak mungkin, bukan ? Dia adalah Dewa yang abadi, tidak mungkin dia bisa tiada begitu saja !" Ucapnya dengan penekanan.


"Dia telah hidup terlalu lama, lebih dari 1 juta tahun dimulai dari sejak dunia ini awal dibuat. Abadi bukan berarti tidak bisa tiada karena terlalu tua, itu hanya memungkinkan untuk hidup lebih lama. Tidak ada yang benar benar abadi di dunia ini. "Ucap Feng Taoran.


"Bagaimana mungkin ? Dia masih sehat dan tidak menampakkan apapun ketika aku terakhir kali bertemu dengannya. " Ucapnya dengan tatapan sedih dan kepalanya tertunduk.


Bulu matanya terkulai dan tatapan nya berubah menjadi berkaca kaca, bagaimanapun Qian Bei telah membantunya dalam banyak hal.

__ADS_1


Mendengar berita kematian Qian Bei seperti terkena sambaran petir baginya, dia benar benar tidak bisa menanggung ini.


"Dia adalah seorang Dewa, bagaimana mungkin seorang manusia biasa seperti kita bisa melihat gejalanya ?" Tanya Feng Taoran dengan tatapan sedih yang sangat nyata.


Dia terdiam sampai akhirnya mi yang dia pesan datang, tidak sekalipun dia meneteskan air mata. Hanya saja, pikiran nya telah berubah menjadi pusing, kacau dan berat seolah olah kepalanya baru saja dipukul dengan kuat.


Dia terdiam dan memakan mi yang di pesannya dengan datar dan tanpa ekspresi, seolah olah rasa panas mi itu tidak memiliki rasa.


Dia memakan tanpa jeda dan tidak menikmati rasa mi tersebut lagi dan makan dengan gila. Dia tenggelam dalam kesedihan nya sampai sampai tidak bisa merasakan apapun.


Dia bahkan merasa kalau tubuhnya melayang dan suhu tubuhnya meningkat, tapi seluruh tubuhnya bergetar kedinginan.


Yang membuatnya sedikit meringkuk, karena rasa dingin yang menusuk tulang sementara rasa panas membakar seluruh kulitnya.


Tidak lama kemudian, pandangan nya berubah menjadi gelap dan kesadaran nya berubah menjadi kabur setelah dia berhasil memakan seluruh mi yang ada di dalam mangkuknya.


Dia menelan semuanya sekaligus sebelum akhirnya terkulai dengan lemas, dan seluruh inderanya benar benar hilang.


Disisi lain, Yuanzheng Yuwen berubah menjadi khawatir ketika melihat Xue Fenghuang yang tiba tiba pingsan dan suhu tubuh yang meningkat dengan gila.


"Dia demam, kita harus membawanya ke sebuah penginapan terlebih dahulu. " Ucapnya dengan cepat.


"Anak muda, jika kalian tidak keberatan maka tempat ini dulunya adalah penginapan. Lantai bagian atas ada kamar kosong tapi sudah lama tidak di bersihkan, mungkin akan sedikit kotor. Jika kalian bersedia maka aku akan menyiapkan salah satu kamar. " Ucap bibi pemilik kedai.


"Terima kasih bibi, atas kemurahan hatimu. " Ucapnya, dia menggendong tubuh ringan Xue Fenghuang dan membawa tubuh kekasihnya naik ke lantai dua tempat ini.


Di dalam kamar itu penuh dengan sarang laba laba dan debu yang tebal, tapi dia tidak peduli dan membaringkan tubuh Xue Fenghuang di atas salah satu kasur.


Feng Taoran dan Lan Tianjin membersihkan ruangan tersebut dengan Qi dan ruangan tersebut berubah menjadi seperti kamar baru.


Bibi pemilik kedai terkejut dengan kemampuan mereka dan segera turun untuk mengambil ember kayu kecil dan kain untuk mengompres dahi Xue Fenghuang.


"Terima kasih, bibi. " Ucapnya lalu menaruh kain itu di dahi Xue Fenghuang.

__ADS_1


"Tidak apa apa, tamu sudah lama tidak ada yang membuatku kesepian. Karena kalian telah datang, maka aku akan melayani kalian dengan baik. Lagipula, Nona kecil ini sedang kesulitan, aku tentu saja berusaha untuk membantu sebisaku. " Ucap bibi pemilik kedai dengan sopan dan ramah.


__ADS_2