Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
131. Ditempa Dengan Darah


__ADS_3

Warning ⚠ (17+) : Akan ada beberapa adegan kekerasan yang mungkin sedikit berlebihan bagi beberapa orang.


Dia berdiri dari posisi nya dan melepas kan cekikan nya dan tertawa cekikikan, Jing Luyan tidak bisa berdiri dengan benar dan hanya duduk dengan nafas yang terengah engah.


Dia berjalan mengelilingi Jing Luyan yang terpaku dengan jawaban yang di berikan nya.


"Kenapa ? Kamu terkejut dengan ucapan ku ? Ini lah aku yang sebenar nya. " Ucap nya sambil terkekeh.


Kekehan nya membuat bulu kuduk Jing Luyan berdiri. Jing Luyan menatap nya dengan tatapan tidak percaya.


"Kamu berpikir bahwa aku adalah seseorang yang mudah di tekan karena sesuatu yang di sebut dengan 'cinta kasih keluarga' ?" Tanya nya dengan nada yang mengejek.


"Kau ! Kau gila !" Teriak Jing Luyan sambil menunjuk nya.


"Aku memang sudah gila sejak lama, hanya saja kau baru menyadari nya sekarang. " Ucap nya, dia mendekat kan wajah nya ke depan wajah Jing Luyan dan tertawa.


"Lihat lah kamu saat ini, tampak seperti anak ayam yang masuk ke dalam sungai. Kamu benar benar menyedihkan , ini kah seseorang yang di kata kan menghancurkan dua sekte lain nya ? Kamu telah membunuh Paman Yun dan ayah ku serta melumpuhkan 3 saudara ku, kamu juga menggunakan kakak ku sebagai alat. Mari kita hitung berapa banyak dosa mu !" Ucap nya dengan ringan.


Dia berpura pura menghitung dan mendesah ringan.


"Sangat banyak, aku tidak tahu apa kah tubuh mu sanggup menahan nya atau tidak. Tapi, kalau tidak di coba, bukan kah tidak akan tahu bagai mana hasil nya ?" Tanya nya sambil menyeringai.


"Jangan ! Jangan mendekat !" Teriak Jing Luyan saat melihat nya berjalan mendekati pria itu.


Tangan nya terulur dengan cahaya Biru di telapak tangan nya, Jing Luyan menjerit kesakitan dan memuntah kan seteguk darah.


Dia mengeluarkan sebuah belati dan mulai menggores nya dengan perlahan lahan dan dalam, tawa nya menggema di Kota Kekaisaran yang telah kosong.


"Ahh !" Jing Luyan terus menerus menjerit dengan ketakutan dan kesakitan.

__ADS_1


Sampai akhir nya ada 375 sayatan di seluruh tubuh nya dengan tangan kanan yang patah dan kaki kiri yang putus.


Dia mengambil kaki itu dan melempar nya ke dalam hutan, sedang kan tangan kanan yang patah itu dia potong dan melempar nya juga ke hutan.


"Tenang , ini baru permulaan ! Kamu tidak di perboleh kan untuk mati dengan cepat ! Kamu harus membayar dosa dosa mu !" Ucap nya dengan suara yang melengking.


Dia mencekik leher Jing Luyan dengan kuat dan merasa akan menangis. Tapi, bukan nya menangis, dia justru tertawa penuh kesakitan.


Dia melepas kan cekikan itu dan menatap tangan nya yang di penuhi darah.


"Tahukah kamu betapa sakit nya aku gara gara diri mu ? Kau harus membayar itu semua ! Kau harus merasa kan sakit yang kurasakan !" Ucap nya menghantamkan kepala Jing Luyan ke dinding dengan sangat kuat.


Mata Jing Luyan yang hampir terpejam kembali terbuka.


"Apa yang kau lakukan saat ini tidak bisa mengembalikan orang yang hilang. " Ucap Jing Luyan dengan mulut yang penuh darah.


Dia diam dan hanya tertawa sebelum kembali mengingat kalau musuh nya yang satu lagi masih hidup dengan sangat baik.


Dia harus segera menyelamatkan Ketiga saudara Yun, Xing Luo serta Xing Feng yang di tahan oleh Xue Longque.


"Anggap kamu beruntung. " Ucap nya, dia memotong tangan dan kaki yang tersisa dan melempar kan nya secara acak.


Dia membuat robekan besar di wajah Jing Luyan sebelum menyeret tubuh pria itu ke atas menara yang ada di samping istana yang setengah hancur.


Dia mengaitkan rantai di leher Jing Luyan, yang berfungsi agar pria itu tidak kabur. Pria itu juga tidak bisa melakukan tindakan bunuh diri tanpa lengan dn kaki.


"Selamat menikmati Neraka dunia, aku masih memiliki urusan. " Ucap nya sebelum tertawa, dia meloncat dari satu atap ke atap yang lain.


1 Jam sudah di lewat kan oleh nya, dia sudah keliling ke beberapa kota untuk mencari sampai akhir nya sampai di Kota Kuwei.

__ADS_1


Tatapan nya menajam kala melihat Xue Longque yang sedang berpesta di sertai dengan beberapa Prajurit Kekaisaran yang berkhianat.


"Yo, Tuan Xue tampak nya lupa untuk mengundang ku di acara yang bahagia ini. " Ucap nya sambil cekikikan.


Wajah Xue Longque memucat melihat diri nya dan bersiap untuk kabur, tapi dengan kekuatan nya saat ini, apa kah semut Xue Longque bisa lari ?


Dia menahan bahu Xue Longque dan suasana menjadi tegang, dia membiarkan sisa sisa darah di tangan nya menetes di bahu Xue Longque.


"Kata kan pada ku, di mana Ketiga Saudara Yun dan Dua Saudara Xing ?" Tanya nya dengan pelan tapi mengancam.


Tubuh Xue Longque bergetar ketakutan, sedang kan dia langsung merasa ketakutan. Dia takut, kalau mimpi buruk nya akan menjadi kenyataan.


Dia menerobos ke dalam tenda hanya untuk melihat lima mayat yang mati dengan tebasan di leher, di lihat dari ini mereka pasti melakukan tindakan bunuh diri.


Dia tertawa dan memeluk salah satu mayat yang dia ketahui adalah Yun Xing, air mata menetes tapi mulut nya terus mengeluarkan tawa.


Tawa nya sangat menyakitkan , benar benar menyakitkan. Dia merasa hati nya hancur, jiwa nya telah hilang.


Selama ini , Yun Xing adalah orang yang selalu membantu nya dalam keadaan apa pun dan ini membuat nya dekat dengan pria itu.


Dia merangkak menuju mayat Xing Feng, orang pertama yang di temui nya saat dia datang kemari. Tubuh nya terasa kaku, dia merasa kepala nya pusing.


Seolah olah jiwa nya telah hancur bersama dengan kepergian orang orang yang di sayangi nya, tangan nya secara tidak sadar mengepal.


Baru saja dia merasa bahagia atas kemenangan nya dan berniat untuk pulang dan memberi tahu ayah nya dan mengobrol dengan Paman Yun, serta bermain dengan Saudara saudara nya, tapi semua itu tidak bisa di realisasikan lagi sekarang.


"Ini semua salah ku, seandai nya aku tidak pergi. Seandainya aku membunuh bajingan itu terlebih dahulu, semua nya akan baik baik saja. Tenang saja, aku akan memberi kan kalian pembalasan yang setimpal. " Ucap nya dengan air mata yang masih mengalir.


Tatapan nya penuh dengan kebencian, dia baru menyadari kalau pakaian nya di penuhi dengan darah orang yang penuh kebencian.

__ADS_1


Pakaian nya ditempa dari darah orang yang penuh dengan kebencian, dia akan membuat semua orang di kuburkan bersama dengan keluarga nya ! Tidak ada yang boleh terlewat, tidak peduli muda atau tua.


__ADS_2