Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
73. "Kau?! Bajingan! "


__ADS_3

Tentu saja bukan karena tidak ada perhiasan yang menarik perhatian nya. Hanya saja, dia sangat menyayangi uang nya.


Apa lagi, sejak pindah ke tempat ini, dia kembali menjadi orang miskin. Penjualan pil adalah langkah pertama nya menuju kekayaan.


Di sisi lain, seorang pria dewasa dengan wajah halus yang menggoda tapi juga tercetak kekejaman di wajah nya.


Fitur wajah nya yang halus dan putih dengan pencahayaan yang remang remang menambah kesan menggoda dalam wajah pria itu yang bahkan dapat menarik pria maupun wanita.


"Bagaimana ? Apa kalian sudah menemukan keponakan ku ?" Tanya pria itu dengan suara lembut nya.


"Mohon maaf atas ketidak mampuan bawahan anda ini, kami masih belum memiliki jejak nona pertama. " Kata bawahan nya.


"Hmm, aku ingin kalian membawa nya pada ku dalam waktu 1 bulan. Kakak sedang sakit sakitan, dia akan sangat membutuhkan putri nya. " Kata pria itu dengan lembut tapi tegas.


"Baik, tuan. Kami pasti akan memberikan hasil yang baik kali ini. "Kata bawahan nya dengan patuh.


"Pergilah, semakin cepat semakin baik. Jika, kalian tidak berhasil, maka siap siap dengan konsekuensi nya. " Kata pria itu dengan dingin dan berjalan dari kursi kebanggaan nya.


Jalan menjadi gelap, tapi itu di terangi oleh berbagai bentuk dan macam lampion di sepanjang jalan. Xue Fenghuang yang berjalan jalan dengan pakaian pria nya, berkeliling dengan antusias.


Beberapa kali dia di goda oleh wanita wanita dengan pakaian kurang bahan. Seperti saat ini tangan kanan nga di tarik.


Tangan kanan nya juga di gesek gesek kan dengan dada wanita itu, ini membuat nya cukup tidak senang.


"Lepaskan aku. " Ucap nya dengan dingin.


"Tuan muda, ayo kemarilah. Jangan malu malu !" Kata wanita itu tidak ingin mundur.


"Tidak, lepaskan aku. " Ucap nya, dia menghentak kan tangan wanita itu dan berjalan menjauh.


Saat ini, dia sedang duduk di salah satu kedai sambil menghirup teh. Seorang pemuda dengan wajah yang sangat indah duduk di depan nya.


Di dua kehidupan, baru kali ini dia bertemu dengan seseorang yang memiliki wajah yang sangat tampan. Biasa nya, hati nya akan langsung jatuh pada orang seperti ini.


Tapi, entah kenapa dia tidak merasakan perasaan yang dia tunggu tunggu.

__ADS_1


"Tuan muda, anda tampak nya kesepian. " Kata pemuda di depan nya dengan anggun.


"Aku ? Bagaimana mungkin aku kesepian ? Bukti nya aku di temani oleh ribuan bintang. " Ucap nya dengan senyum tipis.


"Tuan muda, aku tidak pernah melihat mu sebelum nya di sini. " Kata pemuda itu.


"Aku ? Aku berasal dari tempat yang jauh dari sini, ini memang pertama kali nya aku di sini. " Kata nya dengan tenang.


Dia meminum cangkir anggur itu dengan segera.


"Siapa nama mu ?" Tanya laki laki itu.


"Nama ku ? Qin Zuanshi. " Kata nya.


"Aku adalah Yi Long. Senang bertemu dengan mu nona muda. " Kata pemuda itu.


"Saudara Yi, apa kau seorang kultivator ?" Tanya nya dengan santai.


"Aku ini hanya seorang pemuda tanpa kultivasi apa pun, hanya membantu paman ku untuk pergi memancing. " Kata Yi Long.


Tentu saja, meskipun Yi Long itu menyembunyikan kultivasi nya, dia masih bisa merasakan nya. Dia tentu saja tidak merasa tersinggung dengan kebohongan itu.


Setelah cukup lama membiasakan diri di dalam dunia persilatan, dia mulai mengerti kalau ternyata menutupi diri itu adalah salah satu keahlian wajib seorang kultivator.


Tanpa kemampuan itu, maka seseorang tidak akan bisa bertahan lama di dunia yang kejam dan penuh tipuan ini, apa lagi jika orang tidak memiliki dukungan yang cukup.


Alasan nya cepat pulang adalah bukan karena dia menghindari pemuda Yi itu. Melainkan, dia lupa kalau dia tidak bilang ke Lin Rong Rong kalau dia akan pulang malam hari ini.


Tubuh nya terasa pegal pegal ketika dia berjalan ke dalam Sekte dan ketika dia sampai ke depan kediaman nya.


Dia mendengar suara is akan pelan dari dalam pintu, suara itu sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar, dia membuka pintu dengan hati hati.


"Fenghuang !" Lin Rong Rong yang terisak langsung memeluk nya.


"Siapa yang menyakiti mu ? Aku harus menghajar nya sampai mati !" Ucap nya dengan marah.

__ADS_1


"Dasar bodoh ! Aku mengkhawatirkan mu ! Jika kau tidak pulang sebentar lagi maka aku akan benar benar keluar!" Kata Lin Rong Rong sambil mendorong bahu nya dengan kesal.


"Maaf, aku tadi berjalan jalan di luar untuk menjual obat. Bagaimana kalau sebagai ganti nya aku akan membawa mu melihat pelelangan di akhir pekan ?" Tanya nya dengan semangat.


Bukan nya senang, wajah Lin Rong Rong berubah menjadi muram dan marah sebelum berjalan kembali.


"Kau ?! Bajingan !" Teriak Lin Rong Rong marah sebelum duduk membelakangi nya.


"Sia sia saja aku khawatir dengan mu, dasar bodoh !" Kata Lin Rong Rong mengamuk.


"Maaf, lagi pula kau duluan yang menyumpahi ku untuk tidak kembali. Tapi, melihat mu seperti ini membuat ku senang, itu arti nya kau benar benar peduli dengan ku. " Kata nya dengan senyum jahil.


"Peduli apa nya ?! Lupakan saja, aku tidak akan peduli bahkan jika kau mati sekarang. " Kata Lin Rong Rong sambil melipat tangan nya di depan dada dengan wajah marah.


"Oh ya ? Baiklah, aku akan pergi lagi. Selamat tinggal Lin Rong Rong !" Ucap nya, dia berjalan ke pintu.


Ketika tangan nya sudah ingin memutar kenop pintu, terdengar teriakan yang di tunggu tunggu oleh nya.


"Tunggu sebentar ! Baiklah ! Baiklah ! Aku menyerah ! Aku memang mengkhawatirkan mu, jangan pergi lagi !" Teriak Lin Rong Rong dengan frustrasi.


"Bilang saja seperti ini sejak awal, dengan begitu semua nya akan jadi lebih mudah. " Ucap nya sambil memeluk Lin Rong Rong yang lebih tinggi dari nya.


Lin Rong Rong tampak beberapa kali mengelus kepala nya yang masih di ikat seperti pria.


"Kenapa kau menyamar menjadi pria ?" Tanya Lin Rong Rong dengan penasaran.


"Tidak apa apa, aku hanya menginginkan nya. Bukan kah aku tampan apa bila di ikat seperti ini ?" Tanya nya dengan bangga.


"Ya, tentu saja. Aku sebenar nya sedikit iri dengan wajah mu yang bisa menyesuaikan, jika menjadi wanita cantik dan jika menjadi pria tampan. Sedangkan aku, aku sendiri pernah berpakaian seperti pria tapi tetap saja sia sia. " Kata Lin Rong Rong sambil menghela nafas.


"Jangan iri pada ku, tidak ada hal yang bisa di bangga kan dari ku. " Ucap nya cemberut.


"Tidak bisa di bangga kan ? Bagai mana mungkin ? Apakah karena masalah keluarga mu ? Ayolah, ini bukan Xue Fenghuang yang ku kenal ! Xue Fenghuang yang ku kenal adalah seseorang dengan kemampuan percaya diri tanpa tanding !" Kata Lin Rong Rong berusaha untuk menghibur nya.


Dia tersenyum lebar dan menatap ke arah Lin Rong Rong sebelum memeluk gadis itu. Seketika, rasa persaudaraan mereka meningkat dua kali lipat.

__ADS_1


bonus like 5, 5 k : 1 / 3


__ADS_2