
" Zhao Lu, apa kau tahu akibat dari membunuh seorang anggota Sekte ?" Tanya Lang Xun, Ketua Sekte Harimau Ilahi.
"Apa kau ingat motto dari Sekte kita ?" Tanya Lang Xun dengan nada sedingin es.
"Tangan dibalas tangan, kaki dibalas kaki, darah dibalas darah, dan nyawa di balas nyawa. " Ucap Zhao Lu dengan penuh keyakinan.
"Karena melihat Xue Wang Ji ini adalah murid Sekte Kita, maka dia harus menerima 100 kali cambukan di punggung dan 50 kali cambukan di tangan. Lalu, dia harus mengunci diri di dalam rumah selama 3 bulan untuk merenungi kesalahan. " Ucap Lang Xun dengan tidak tergoyahkan.
"Ketua, tubuh Xue Wang Ji sangat lemah sejak lama tapi dia bakat satu dari satu juta. Tidak ada satupun batu bakat yang berhasil mengukur bakatnya. Bakat nya sangat dalam dan penuh dengan energi mendalam. " Ucap Zhao Lu.
Dahi Lang Xun berkerut dan mengeluarkan Batu Bakat kecil seperti yang dicoba nya di masa lalu, dia menempelkan tangan nya dan batu itu meledak.
"Ehm, baiklah, dia adalah bakat langka. Luo Ye Lu tidak bisa di banding kan dengan nya. Kalau begitu, hanya perlu 10 cambukan di punggung dan 5 cambukan di tangan. Setelah itu, akan menjadi tahanan rumah selama 2 minggu untuk merenungi kesalahan. " Ucap Lang Xun.
"Terima kasih atas kemurahan hatimu , Tuanku. " Ucap Zhao Lu menunduk dengan patuh.
"Berapa umur nya sekarang ?" Tanya Lang Xun tertarik pada nya.
"16 tahun, Tuanku. " Ucap Zhao Lu dengan sabar.
Jelas jelas Zhao Lu sudah mengatakan umur milik nya sejak awal, tapi Lang Xun berkata seolah olah Zhao Lu belum pernah membahas nya.
"Masih sangat muda, dia memiliki masa depan yang tidak terbatas. Latihlah dia selama 1 tahun, jika pencapaian nya bagus maka dia akan menjadi murid ku." Ucap Lang Xun.
"Terima kasih atas kemurahan hatimu, Tuanku. Aku merasa tersanjung karena diberikan tanggung jawab untuk melatih murid masa depan Ketua Sekte. " Ucap Zhao Lu.
"Ya, jangan ulangi hal ini di masa depan. Bawa dia ke aula hukuman untuk menerima hukuman. " Ucap Lang Xun dengan senyum senang.
"Ya, Tuanku. " Ucap Zhao Lu sambil berdiri dan pamit.
Dia mengikuti langkah Zhao Lu untuk keluar, hanya beberapa cambukan kecil itu tidak akan menjadi masalah untuk nya.
Paling paling hanya luka luar, ini adalah bayaran sepadan untuk nyawa satu sekte. Mata nya berbinar kejam kala memikirkan Sekte ini akan menjadi lautan darah.
__ADS_1
"Sebaik nya kau menyelesaikan semua nya dalam 1 tahun atau kau terpaksa menjadi murid Ketua Sekte, Lang Xun. " Ucap Zhao Lu dengan nada mengejek.
"Ckck, aku tidak menyangka bahwa aku akan jatuh di dalam posisi dimana aku harus menunduk pada orang lain. " Ucap nya sambil mendengus.
"Jangan takut, rencana besar akan terealisasikan apa bila di sertai dengan kesabaran. " Ucap Zhao Lu dengan bijak.
"Ckck, lebih baik tutup mulut mu. Apakah kamu melihat aku sedang takut ? Aku bahkan tidak merasa takut sedikitpun. " Ucap nya dengan dingin.
"Kau memang tidak terlihat takut, aku juga tidak akan percaya apabila ada yang mengatakan bahwa kamu sedang ketakutan. " Ucap Zhao Lu.
Dia mengangguk setuju dengan kata kata Zhao Lu dan berjalan menuju aula hukuman, di dalam aula hukuman ada beberapa murid yang sedang berlutut.
Banyak ratapan dan tangisan kesakitan ketika cambukan di ayunkan, dia hanya menatap dengan datar seolah olah ini adalah taman bermain.
Dibanding kan dengan tragedi berdarah Sekte Biru Es, ini bahkan tidak bisa di bandingkan. Dia adalah seseorang dengan tubuh yang mati rasa.
Dia tidak bisa merasakan kesakitan lagi, seluruh tubuh nya seperti terbuat dari besi yang tidak akan terluka apa bila bergesekan dengan pisau.
Murid yang sedang di hukum segera menoleh pada nya saat dia mengeluarkan suara yang halus dan mirip dengan suara wanita.
Ini adalah suara aslinya dan dia bahkan tidak goyah ketika tawa ejekan di tujukan pada nya oleh murid murid lain.
"Baik, aku yang akan menangani nya. " Ucap salah satu tetua dengan wajah garang.
Zhao Lu tampak menunjuk kan wajah khawatir, tapi dia bahkan tidak khawatir sedikitpun. Tidak ada yang lebih tahu darinya tentang kondisi tubuh nya sendiri.
Tidak ada yang tahu betapa banyak penderitaan yang telah di alami nya selama ini selain diri nya sendiri.
Pah !
Cambukan terangkat dan menghantam punggung nya dengan kuat, kulit halus nya terbuka dan mengalirkan darah.
Tapi, tubuh nya bahkan tidak bergerak sedikit pun. Belum lagi, dia tidak mengeluarkan rintihan apapun. Ekspresi nya juga tidak berubah.
__ADS_1
Pah !
Cambukan kedua sudah di daratkan, dia tidak merasakan apa pun selain merasakan darah nya yang sudah mengalir di punggung.
Pah !
Pah !
Pah !
Cambuk tidak memberi jeda sampai sepuluh kali, dia bahkan tidak bergeming sekalipun. Ekspresinya tegas dan dia tidak mengeluarkan satu katapun dari bibir nya.
Hampir mirip seperti tidak terjadi apa pun, jika semua orang melihat nya dari depan maka orang tidak akan menyadari bahwa dia memiliki luka menganga yang sangat besar di punggung nya.
Selanjutnya adalah cambukan di tangan, setelah lima cambukan, tangan tangan kecilnya mengalirkan darah tanpa henti.
Dia berjalan keluar dengan ekspresi yang sama ketika dia masuk dan tidak mengatakan sepatah kata pun lagi, sebelum berjalan tanpa hambatan.
"Obati dulu lukamu. " Ucap Zhao Lu dengan penuh kekhawatiran.
"Tidak perlu. " Jawabnya dengan dingin.
Dia menjentik kan jarinya dan seluruh luka telah tertutup.
"Apa kah sangat sakit ? Ini adalah sebuah kesialan mu karena mendapatkan Tetua yang terkenal ganas dan tanpa ampun. " Ucap Zhao Lu dengan kekhawatiran yang sama.
"Tidak perlu khawatir, luka seperti ini tidak akan menimbulkan rasa apa pun. Apa kau tahu kenapa aku tidak bergeming ?" Tanya nya pada Zhao Lu sambil tersenyum tipis.
"Kenapa begitu ?" Tanya Zhao Lu.
"Karena, aku pernah pada saat itu berada pada saat hidup dan mati selama lima bulan. Dengan luka menganga di seluruh tubuh, tubuhku di penuhi dengan tusukan pedang yang membuat semuanya mengerikan. Aku terbaring di bawah matahari selama lima bulan tanpa makanan, tanpa minuman selain air hujan. Pagi sampai siang berada di bawah sinar matahari terik, sedangkan sore sampai malam diguyur oleh hujan deras. Aku bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun saat itu. Menurutmu, apakah itu bisa di bandingkan dengan luka saat ini ?" Tanya nya dengan tenang.
Wajah Zhao Lu berubah menjadi sangat ngeri ketika mendengar kata kata nya yang tanpa kesedihan dan kesakitan, seolah olah dia sedang menceritakan pengalaman membahagiakan..
__ADS_1