Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
272. Melawan Lan Tianjin II


__ADS_3

Dia berdiri dengan teguh dan tampak tidak khawatir dengan apapun hasil dari pertandingan nya kali ini melawan Lan Tianjin.


Kedua Phoenix melesat dengan kecepatan tinggi dan saling mengeluarkan tangisan Phoenix yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri.


Elemen yang saling berlawanan  itu saling menunjukkan kekuatan masing masing dan terus berusaha untuk menghancurkan yang lain.


Api dan hawa dingin dari Phoenix es membuat tabrakan dari kedua elemen, tidak ada yang kalah atau lebih unggul.


Keduanya setara dan memiliki kelebihan masing-masing.


"Lan Ge, menurut mu siapa yang akan menang? " Tanya nya pada Lan Tianjin.


"Tidak diketahui. " Ucap Lan Tianjin dengan sederhana.


Sementara kedua Phoenix itu sedang mengadu kekuatan, dia mengeluarkan Bing Yue dari cincin ruangnya dan mulai bergerak maju.


Lan Tianjin juga membawa pedang dan mereka bertarung dengan sengit, sama seperti kedua Phoenix, tidak ada yang kalah dan yang menang.


"Pedang Tanpa Bayangan! " Ucapnya, bilah pedang nya bergerak sangat cepat dan memotong gerakan Lan Tianjin.


Tapi, berbeda dengan musuh musuh nya sebelumnya, Lan Tianjin tidak panik dan menepis setiap serangan dengan tenang.


Dia tersenyum puas  , sudah lama tidak bertarung begitu serius. Dia bahkan merasa adrenalin nya terpacu.


Pedang Lan Tianjin bergerak menjadi lebih cepat, dia berputar ke kiri dan menghindari serangan pedang itu.


Pedang nya bergerak cepat ke depan seolah olah itu bukanlah pedang melainkan seekor ular.


"Keluarkan jurus terbaikmu. " Ucap Lan Tianjin.


"Jika kau bisa memaksa ku untuk mengeluarkan nya. " Ucapnya dengan senyum kecil.


Lan Tianjin  menggeram dan mulai menyerang lagi dengan cepat. Suara dentingan pedang terdengar merdu dan menutupi suara gong.


Kedua Phoenix masih bertarung dengan sengit seperti kedua tuan mereka yang sedang bersilangan pedang.


"Tarian Seribu Pedang Es! " Teriaknya, ratusan pedang es terbentuk di belakang nya dan menyerang Lan Tianjin dengan kecepatan tinggi.


"Dinding Api Neraka! " Lan Tianjin juga berteriak.


Dan sebuah api merah kehitaman tampak di depannya, setiap pedang yang melewati pembatas itu akan hancur.

__ADS_1


Melihat dari itu saja sudah bisa di pastikan bahwa itu sangat panas, dia yang melihat ini tidak menyerah.


Dia memutar tangan nya di udara dan hawa dingin berubah menjadi lebih pekat, tangannya berubah menjadi dingin dan mati rasa.


Dia berdiri dengan ikatan rambut yang hampir terlepas, ular ular es terbentuk dan melesat untuk menghindari dinding yang di bangun oleh Lan Tianjin.


Sementara dia mencoba dengan jurus sebelumnya dan angin dingin sekali lagi berhembus.


Rasa dingin yang disebabkan membuatnya menggigil dan jatuh ke dalam rasa sakit, dia menggertak kan giginya dan terus menyerang.


Dia merasa tangannya menjadi lebih hangat dan Qi api murni mengalir ke dalam tubuhnya, dia mengalihkan pandangan nya pada gelang yang dia gunakan.


Lalu menyadari bahwa, Gelang merah itu telah bersinar begitu terang yang membuatnya tertegun.


Dia berhasil tepat waktu untuk menghindari serangan Lan Tianjin yang entah bagaimana sudah berada di depannya.


Dia jatuh ke dalam posisi yang tidak menguntungkan sehingga dia dengan cepat mengubah lokasi.


Dia meloncat di atas pembatas arena dan mengubah tempat berdiri nya untuk kembali fokus pada serangan Lan Tianjin yang mematikan.


Serangannya tajam dan lincah sedangkan serangan Lan Tianjin mengandalkan kecepatan dan kekuatan.


Brukkk


Lan Tianjin terdorong mundur beberapa langkah yang di ikuti oleh jatuhnya Phoenix Api milik pria itu.


Lan Tianjin memuntahkan seteguk darah sebelum menyeka nya dengan santai.


"Lumayan, sebelumnya hanya 20 gerakan dan ini 50 gerakan. Selama pertarungan ini berlangsung, baru kali ini aku bertarung dengan sangat serius. " Ucapnya sambil menggandeng tangan Lan Tianjin.


"Apakah kau baik baik saja? " Tanya nya pada wajah pucat Lan Tianjin.


"Tidak apa apa, kau sudah bertindak lembut di akhir serangan mu. Jika kau bertindak seperti biasa maka luka yang aku alami tidak akan sekecil ini. " Ucap Lan Tianjin dengan nafas yang terengah engah.


"Tidak masalah, lagi pula ini tidak berniat untuk saling membunuh satu sama lain. " Ucapnya sambil menepuk punggung Lan Tianjin dan turun dari panggung bersama.


"Selanjutnya ada Yuanzheng Yuwen dari Sekte Naga Azure melawan Feng Taoran dari Sekte Phoenix Langit. " Ucap Pengamat Kekaisaran.


"Pemenang kali ini akan melawan Xue Wang Ji dari Sekte Harimau Ilahi. " Ucap Pengamat Kekaisaran.


Dia mengangguk dan membantu Lan Tianjin untuk merawat luka nya dan memberikan pria itu sebuah pil untuk menyembuhkan luka dalam nya.

__ADS_1


Dia tidak menyangka apabila luka pria itu akan separah ini dan sekarang dia merasa bersalah, jadi dia merawat luka Lan Tianjin dengan sepenuh hati.


"Aku merasa bahwa sifat mu hari ini agak jinak, hm ?" Tanya Lan Tianjin.


"Kau kira aku binatang ? Aku manusia. " Jawabnya dengan lembut.


"Tidak ada yang mengatakan bahwa kamu binatang , kamu adalah manusia. Aku mengetahui hal itu dengan jelas. " Ucap Lan Tianjin.


Dia mengangkat kepalanya dan menatap Lan Tianjin dengan tatapan yang dalam dan sedih.


"Terima kasih. " Ucap nya dengan nada yang sama.


"Terima kasih untuk apa ?" Tanya Lan Tianjin bingung sambil mengernyitkan dahi.


"Huft, tidak ada. Aku hanya ingin berterima kasih pada mu, apakah tidak boleh ?" Tanya nya dengan datar.


Dia mengalihkan pandangan nya ke arena dan memandang pertarungan sengit antara Feng Taoran.


Kekuatan keduanya hampir imbang dan sulit untuk menentukan siapa pemenang nya. Dia menghela nafas ringan dan menenggak habis teh milik nya.


Alasan kenapa dia berterima kasih adalah karena masa lalu nya yang buruk, dia disebut binatang, monster, tanpa perasaan dan perilaku buruk.


Mendengar kata kata Lan Tianjin seperti itu, tidak bisa tidak membuatnya merasa hangat dan berterima kasih.


Dia merasa pandangan nya ke depan menjadi sedikit mengabur, dia menatap ke langit langit paviliun yang sederhana dan akan hancur apabila di terjang oleh angin kencang.


Kekaburan yang ada di matanya sudah menghilang dan pandangan nya menjadi lebih jelas.


Hanya saja, kesedihan tidak menghilang sepenuhnya dari pandangannya, justru terlihat lebih jelas dari sebelum nya.


Adalah kebohongan besar apabila dia mengatakan bahwa dia tidak sedih meskipun orang orang mengejeknya.


Dia hanya berusaha untuk mendukung diri nya sendiri dan meyakinkan diri nya sendiri bahwa dia baik baik saja.


Di dunia yang tanpa aturan ini , dia harus memiliki kekuatan untuk bertahan. Bukan untuk menginjak orang lain tapi untuk bertahan.


Matanya kembali mengabur dan dia kembali mengalihkan pandangan nya ke atas.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3


Note : Siapa yang ngerti apa yang di lakukan oleh Xue Fenghuang di atas ? Ini adalah pengalaman pribadi author ya, jadi kalau misalnya udah mau nangis, air mata nya mau ngalir. Kalau kita lihat ke atas itu, biasanya air matanya nggak ngalir. Bisa kalian coba, author sendiri sudah sering, hehehe.

__ADS_1


__ADS_2