
Lalu dia berdiri di dekat dinding dan menatap Zhao Lu.
"Itu benar, aku sudah kehilangan kekuatan ku sekarang. " Jawab nya dengan sedih.
"Bantu aku. " Lanjut nya lagi.
Tiba tiba Zhao Lu menerjang nya dan mencekik nya, dia ditekan ke dinding sambil di cekik.
"Matilah ! Apa kau tidak tahu seberapa lama aku menunggu saat ini tiba ? Aku telah menunggu sangat lama ! Langit telah memberiku jalan, dunia ini adil dan membiarkan ku untuk membalas dendam ! Selama ini kau telah menginjak ku secara terus menerus. " Ucap Zhao Lu.
Meskipun sedang di cekik, dia tertawa kecil.
"Dunia ini tidak adil, dunia tidak pernah adil. Ingat itu dengan baik, jangan menipu diri mu sendiri dengan hal kecil. " Ucapnya dengan sinis.
Dia mendorong Zhao Lu dengan sedikit tenaga sebelum membuat pria itu terlempar ke belakang sampai membuat dinding itu hancur.
Dia menjentikkan jarinya sekali lagi dan pakaian nya berubah seperti semula, gaun hitam yang anggun di sertai dengan hiasan rambut yang cantik.
Dia berjalan keluar dari kehancuran dinding itu dan menyeret tubuh Zhao Lu yang berdarah darah untuk kembali ke dalam rumah itu.
"Apa kau pikir aku akan jatuh begitu saja ? Akhirnya kamu menunjukkan raut wajah aslimu, aku benar benar kagum dengan mu." Ucapnya dengan dingin.
"Bagaimana cara aku harus membunuh mu ? Kau tidak mungkin berpikir kematian mu begitu cepat seperti Ruo Wenyu bukan ?" Tanya nya dengan tawa kecil.
"Tentu saja , kau tidak akan mati dengan cepat. " Ucapnya dengan dingin.
"Kau, kau, kau, kau menipuku !" Ucap Zhao Lu sambil terbatuk darah.
"Aku sudah bilang sebelum nya, dunia ini tidak adil. Terutama bagi seorang penjilat dan bermuka dua sepertimu. " Ucapnya sambil menyeringai.
Dia berjongkok dan mengangkat dagu Zhao Lu , sebelum dia mulai menyiksan Zhao Lu dengan kekejaman.
Darah mengalir, tapi tidak mengenai pakaian nya, hanya menutupi sepatu yang terbuat dari kulit sapi yang dibelinya.
__ADS_1
Ini paling tidak jauh lebih baik di bandingkan sepatu hak kayu yang berat, jeritan demi jeritan kesakitan Zhao Lu mengalun layaknya suara alat musik yang merdu selama hampir setengah jam sebelum pria itu tidak bisa berteriak lagi.
"Terima kasih atas Pecahan Surgawi yang telah kau berikan padaku, semoga jiwa mu tenang di dalam Neraka. " Ucap nya sebelum berjalan menjauh dari bubur daging milik Zhao Lu.
Dia berjalan keluar dari kediaman Zhao Lu dengan sepatu yang basah oleh darah, dia berjalan turun gunung tanpa ada yang memperhatikan.
Dia tersenyum puas karena telah mendapatkan apa yang di inginkan nya, kebencian nya pada Zhao Lu meningkat sangat jauh.
Sebelumnya, dia paling paling hanya akan mematahkan beberapa tulang Zhao Lu tapi tidak menyangka pria itu melewati batas yang telah di buatnya.
Tentu saja dia menjadi marah dan jatuh ke dalam kebencian, dia berjalan menuju kedai yang di janjikan oleh nya.
Dia melihat Yuanzheng Yuwen dan merasa semangat, tapi tepat ketika dia baru mendekat.
Wajah Yuanzheng Yuwen berubah menjadi muram, dia memandang tubuhnya sendiri dan memastikan bahwa tidak ada noda darah.
"Apakah ada yang menganggu pikiran mu ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen yang duduk dengan wajah muram.
"Kau terluka. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Lehermu terluka, biarkan aku membunuh orang itu. " Ucap Yuanzheng Yuwen berdiri dan bersiap pergi.
Dia menjulurkan tangan nya dan menghalangi langkahku Yuanzheng Yuwen untuk pergi.
"Tidak perlu pergi lagi, pria itu telah menjadi bubur daging dan sungai darah. " Ucapnya dengan dingin.
Dia menghilangkan bekas luka yang ternyata ada di lehernya dengan sekali sentuhan, dia tidak tahu kalau lehernya terluka.
Lagipula dia tidak merasakan kalau lehernya terluka, dia juga bingung dengan hal ini. Padahal cekikan Zhao Lu tidak kuat tapi kenapa bisa menimbulkan bekas luka.
"Apakah itu sakit ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan khawatir.
"Tidak." Jawabnya dengan jujur.
__ADS_1
"Jujur saja, jika kau tidak mengatakan nya maka aku tidak akan tahu bahwa aku memiliki luka di leherku, ini sama sekali tidak sakit. " Lanjut nya lagi, untuk menjelaskan pada Yuanzheng Yuwen bahwa dia tidak berbohong.
Tapi, bukannya senang, wajah Yuanzheng Yuwen berubah menjadi lebih muram dari sebelumnya dan ini membuat nya bingung.
Emosi yang di miliki pria ini benar benar tidak bisa di mengerti olehnya, dia benar benar tidak tahu harus menangis atau tertawa.
"Fenghuang, di masa depan cobalah untuk merasakan setiap luka. Tidak ada luka yang tidak sakit. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Mendengar ini membuat nya tertegun sejenak, ternyata pria ini mengkhawatirkan nya. Memikirkan ini membuat nya tertawa pahit.
"Yuwen, jika aku melepaskan semuanya. Bagaimana cara ku untuk melindungi diri ? Apa kau tahu kenapa aku bisa terus berdiri sampai di sini ? Itu semua karena aku sudah tidak tahu apa itu yang disebut dengan sakit, jika tidak sudah berapa kali aku menyerah karena rasa sakit ?" Tanya nya dengan tatapan yang sedih.
Kedua nya terdiam, apa yang di katakan olehnya adalah kebenaran. Dengan begitu banyak luka yang menemani jalan perjuangan nya, jika dia harus merasakan tiap luka, apakah dia bisa menjamin diri nya sendiri tidak akan putus asa ?
Siapapun yang merasa sakit terus menerus akan merasa putus asa, jika dia putus asa, apakah dia bisa bertahan sampai ke titik ini.
"Di masa depan, aku akan selalu melindungi mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Dia menatap Yuanzheng Yuwen untuk melihat keseriusan yang terpancar di mata pria di depannya itu.
Setelah agak yakin dia tidak bisa langsung memutuskan.
"Aku akan memutuskan nanti, aku agak sulit untuk beradaptasi. " Ucap nya dengan kaku.
"Tidak masalah, kau bisa percaya denganku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Apa yang membuat ku harus percaya dengan mu ? Aku telah mempercayai banyak orang tapi nyata nya tidak ada satupun yang sesuai dengan janji mereka. " Ucap nya dengan pelan pelan.
"Aku sudah cukup muak dengan hal semacam ini, katakan padaku apa yang membuat ku harus percaya dengan kata katamu? Bagaimana jik kau akhirnya meninggal kan ku seperti orang orang sebelum nya ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.
"Kau akan bisa percaya padaku di masa depan, aku tidak akan mengatakan apa pun tapi aku akan membuktikan nya bahwa aku akan membuat mu percaya dengan kata kata ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil tersenyum cerah.
Dia menghela nafas dan ikut tersenyum pada pria itu sebelum menyesap teh di depannya yang masih sedikit hangat.
__ADS_1
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 3 / 3