
Dia duduk di pinggir dan membiarkan hawa dari Esensi Kolam Yin Keabadian menerpa diri nya, rasa dingin yang unik terasa sangat nyaman.
Dia merasa diri nya sangat mengantuk dan akan segera tidur. Dia membaringkan diri nya di lantai gua yang rata dan dingin.
Menggunakan lengan kanan nya sendiri sebagai alas kepala nya , dia meluruskan kaki nya dan menatap kristal kristal yang tampak nya bisa membunuh nya kapan saja.
Perlahan lahan, karena rasa dingin yang sangat nyaman, mata nya perlahan lahan terpejam. Dia akhir nya benar benar tertidur lelap.
Entah berapa lama dia tidur, di sisi lain seorang pria dengan tubuh yang kekar dan rambut hitam sepanjang pinggang yang di ikat kuda.
Pria itu tidak bisa di katakan sebagai pria muda tapi tidak bisa di katakan sebagai pria tua juga, dia sedang berdiri sambil menghirup teh nya.
"Dia akan menjadi penerus ku yang baik, begitu baik. Dia akan segera menjadi sesuai kemauan ku! Tidak ada yang bisa menghentikan rencana sempurna ku. " Ucap pria paruh baya itu dengan kilat kekejaman di wajah nya yang ramah.
"Apa kah ini harus benar benar di lakukan? Dia tidak bersalah. " Ucap seorang pemuda lain dengan pedang besar di punggung nya.
"Tutup mulut mu! Tidak ada yang bisa menandingi ku nanti nya, orang orang akan bersujud di depan ku! " Ucap pria paruh baya itu dengan tawa sinis.
"Kau sudah gila! Kau sudah gila karena dendam mu dan membuat dia dalam kesulitan besar! " Ucap pemuda itu dengan marah.
"Ck, jangan mengira kalau kau dekat dengan ku dan kau bisa mengatur ku. Jangan mengira kalau aku tidak tahu, bahwa kau menyukai nya. Jangan berharap terlalu tinggi karena kalian tidak akan bisa bersama, aku tidak akan membiarkan nya! " Ucap pria paruh baya itu dengan tatapan tajam yang mengerikan.
Pemuda itu diam dan tidak membalas lagi, hanya mengepalkan tangan dengan wajah yang memerah menahan marah.
Pedang besar di belakang nya yang di hiasi oleh beberapa cincin besi terus bergetar karena kemarahan nya.
" Jangan menggertak ku dengan pedang buruk itu. " Ucap pria paruh baya itu dengan tenang tapi dingin.
__ADS_1
"Apa yang ku ingin kan, apa yang ku kehendaki , akan menjadi milik ku! Tidak peduli berapa banyak aku harus berkorban! " Ucap pria paruh baya itu.
"Kau gila! Kau mengorbankan dia hanya untuk obsesi mu yang gila! " Ucap pemuda itu dengan marah sebelum berjalan keluar dengan langkah kesal.
"Aku akan memberi tahu semua nya , pada nya! " Ucap pemuda itu dengan marah.
"Apa kau yakin akan melakukan itu? Aku akan memberi tahu mu kalau kau menyimpan perasaan pada nya. Kira kira apa yang akan dia lakukan kalau mengetahui kalau kau selama ini menyimpan perasaan pada nya? Apa kah dia akan memandang mu dengan penuh rasa jijik atau dia akan langsung membunuh mu di tempat? " Tanya pria paruh baya itu dengan tenang .
Pemuda itu tidak bergerak dan tidak ada lagi keagresifan yang tadi nya terpancar jelas di wajah nya, melainkan hanya menyisakan wajah pucat.
"Jangan beritahu kan pada nya, aku tidak akan mengatakan ini pada nya. " Ucap pemuda itu sambil berjalan pergi ke arah yang lain.
Di sisi lain, Yun Sichou yang sedang tertidur pulas dengan beberapa gerakan gerakan kecil tidak sadar kalau diri nya sudah semakin dekat dengan Esensi Kolam Yin Keabadian.
Dia menjadi semakin dekat dan dekat di setiap jam nya , sampai akhir nya,
Dia jatuh ke dalam Esensi Kolam Yin Keabadian yang di hindari oleh nya, rasa dingin langsung memenuhi seluruh indra nya.
Tidak sda yang bisa dia rasa kan selain rasa dingin yang membeku kan tulang, dia merasa seperti tulang nya secara paksa di hancur kan.
Dia langsung terbangun dan naik ke tepi kolam sambil menepuk kepala nya sendiri dengan wajah kesal.
"Sialan, aku terlalu bodoh sampai sampai bisa jatuh ke dalam Esensi Kolam Yin Keabadian yang sangat dingin dan membeku kan tulang. " Gumam nya di sertai dengan dengusan penuh kemarahan.
Entah marah pada Esensi Kolam Yin Keabadian yang berada di dekat nya atau marah pada diri nya sendiri karena tidak bisa tidur dengan diam.
Berapa lama dia tidur? Kenapa ketika dia menggerak kan tangan nya , maka tulang nya akan berbunyi. Kaki nya juga menunjuk kan hal yang sama.
__ADS_1
Dengan perkiraan, dia melihat sebuah kristal yang bisa menunjuk kan kondisi sinar matahari di luar. Kondisi nya sangat terang sekali, dan sebelum nya ketika dia memeriksa maka seharus nya itu berada di jam 10 malam.
Dan sekarang begitu terang maka seharus nya berada di jam 12 siang . Bukan kah itu berarti dia telah tidur sangat lama?
"Berapa lama aku tertidur? 14 Jam! Astaga, bagaimana mungkin aku bisa tertidur selama itu tanpa di sadari? Apa kah aku pingsan atau aku sempat mati sebentar dan Neraka kembali tidak menerima ku untuk kedua kali nya jadi aku di kembali kan ke dunia ini? " Gumam nya dengan raut wajah polos, khas orang baru bangun tidur.
"Apa kah dosa ku sebanyak itu sampai sampai Neraka tidak menerima ku sebanyak dua kali? " Lanjut nya lagi sebelum kembali tertidur.
12 Jam kemudian
Dia terbangun lagi dengan posisi terkejut dan melihat kalau Kristal sudah menunjuk kan bahwa di luar sudah malam, yang arti nya sudah malam.
(Di sini yang di maksud luar adalah tempat Kolam Yin Keabadian yang ada cahaya matahari samar dan merupakan buatan yang tidak berjalan sesuai dengan dunia luar.)
"Astaga, kali ini aku sudah tidur lebih dari satu hari, 26 jam! Ah, rasa nya sangat nyaman! Aku ingin tidur lagi! Apa kah di sini ada obat tidur yang membuat ku tidur sangat pulas? " Ucap nya sambil memandang Esensi Kolam Yin Keabadian dengan penuh kecurigaan.
"Apa kah kolam ini adalah penyebab nya? Atau karena belakangan ini aku tidak tidur? " Tanya nya.
Dia sendiri juga bingung karena selama berada di Kolam Yin Keabadian, dia bahkan tidak bisa memejamkan mata nya.
Tapi, ini baru saja berdiri sebentar di dekat sini dan rasa mengantuk sudah menyebar ke seluruh tubuh. Dia berdiri dan memasuk kan kaki nya ke dalam air yang dingin.
Lalu mulai ber kultivasi kembali dengan penuh rasa fokus, dia menggertak kan gigi nya kala rasa dingin membuat kaki nya mati rasa.
Dia bahkan mungkin tidak bisa menggerak kan kaki nya lagi karena dia tidak bisa merasa kan kaki nya.
Bonus Like 25 k : 2 / 3
__ADS_1