Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
128. Final


__ADS_3

Dia menghela nafas pelan, suara ini sudah lama tidak menyerang nya lagi tapi kembali datang ketika dia sedang lemah.


Saat ini, dia hanya bisa membohongi diri sendiri kalau dia sama sekali tidak khawatir dengan kata kata itu.


Hanya dia yang tahu dengan jelas apa kah dia khawatir atau tidak. Tatapan nya teralihkan pada langit malam yang tampak indah.


"Jika ini semua hukuman, bagaimana dengan orang yang telah menindas ku di masa lalu ? Apakah mereka layak untuk membuat ku menjadi seperti ini ?" Tanya nya.


"Kenapa aku selalu di berikan harapan dan orang yang baik pada ku, tapi pada akhir nya mereka harus meninggal kan ku ? Bukan kah lebih baik untuk menjalani hidup penuh luka dari pada di terbangkan sebelum di lemparkan ke tanah lebih kuat dari sebelum nya. Ini sangat menyakitkan, kenapa semua nya tidak adil ? Aku hanya ingin memberi keadilan pada diri ku sendiri, tapi kenapa aku mendapat perlakuan seolah olah aku lah penjahat utama nya ?" Gumam nya sambil memandang cahaya bulan.


Dua hari kemudian, sudah waktu nya untuk memulai pertandingan final, dan seperti yang dia duga sebelum nya, kekuatan nya meningkat lagi.


Saat ini dia sudah berada di tingkat ke sembilan Ranah Surga, rambut nya berkibar dan dia membiarkan nya karena dia tidak mengikat rambut nya.


Topeng kupu kupu terpasang di wajah nya dengan mantap, sedang kan di kursi Sekte Biru Es, Tetua Ouyang sedang duduk bersama dengan anak perempuan.


Itu adalah Xue Shangxin, dia sendiri yang memohon pada Tetua Ouyang untuk menjaga Xue Shangxin selama dia bertanding.


Dia berjalan ke atas arena dengan anggun, pakaian nya yang pas dengan tubuh nya, berwarna putih. Dia sengaja menggunakan pakaian berwarna putih.


Karena, dia yakin pakaian ini tidak akan berwarna putih lagi nanti nya, melainkan berwarna merah. Bukan kah itu menakjubkan ?


"Pertandingan Final akan segera di mulai, semua nya harap tenang. Kali ini, peraturan menjadi lebih ketat !" Ucap Yue Lian.


"Dilarang keras untuk saling membunuh ! Dilarang juga untuk saling merusak pakaian satu sama lain dengan sengaja ! Lalu, tidak boleh menggunakan racun ! Tidak boleh menggunakan sihir terlarang ! Dilarang menggunakan kekuatan dan obat terlarang ! Wajib menghormati dan menghargai satu sama lain ! Harus berhenti menyerang apa bila salah satu sudah menyerang, apa kah kalian berdua mengerti dengan apa yang ku kata kan ? " Tanya Yue Lian dengan tegas.


"Baik, kami mengerti. " Ucap nya dengan serempak bersama dengan Zhou Xue Yi.


"Bagus kalau kalian berdua sudah mengerti, kalau begitu pertandingan akan di mulai dari pukulan gong ketiga !" Ucap Yue Lian.


Suara gong pun terdengar, dia mengambil posisi untuk bersiap siap menyerang, pedang nya terangkat.


Zhou Xue Yi mengeluarkan pedang tipis yang bahkan lebih kecil dari pedang nya, tapi jangan remehkan pedang itu.

__ADS_1


Pedang itu memiliki ketajaman yang luar biasa dan bisa memotong besi seperti memotong tahu, benar benar luar biasa.


Dongg


Donggg


Donggg, suara pukulan ketiga terdengar dan dia langsung menaik kan kewaspadaan nya.


"Tarian Phoenix Es !" Ucap nya, aura dingin keluar dari pedang nya.


Cahaya biru pun kemana mana sedang kan Zhou Xue Yi menghindari serangan nya dengan mudah karena kegesitan yang di miliki oleh pria itu.


Tapi dia sudah mengira ini akan terjadi, ini semua hanya lah pancingan. Dia bergerak maju untuk mendekati Zhou Xue Yi, kaki nya melangkah dengan cepat.


Zhou Xue Yi mempercepat langkah nya dan dia ikut mempercepat langkah nya, mereka berdua saling mengejar satu sama lain di arena.


Kecepatan mereka berdua juga seimbang, dia memukul pedang nya ke tanah dan tanah pun mulai bergetar.


Bukk


Dengan gagang pedang nya, dia memukul punggung Zhou Xue Yi, pria itu tidak sempat untuk menghindar lagi jadi hanya bisa menahan serangan nya.


Byurr


Darah keluar dari mulut Zhou Xue Yi, sedang kan dia masih belum menurunkan kewaspadaan nya.


"Aku telah meremehkan mu, Nona Xue. Tapi jangan mengira kalau kamu bisa menang dari ku !" Ucap Zhou Xue Yi dengan wajah gelap.


Gerakan pria itu menjadi lebih cepat dan membuat nya pusing, dia turun ke tanah dan berdiri di tengah tengah.


Dia menghindari satu persatu senjata rahasia yang di lempar kan oleh Zhou Xue Yi yang entah berada di mana.


Dia menutup mata nya dan sepenuh nya mengandalkan insting nya, tebasan nya sangat tegas meski pun dia tidak bisa melihat.

__ADS_1


"Pedang Tanpa Bayangan !" Ucap nya, dia memutar tubuh nya dengan sangat cepat dan dia bisa merasa kan dan mendengar kan kalau ada suara tabrakan pisau.


Dia membuka mata nya dan melihat kalau dia sedang bertrabrakan langsung dengan pedang milik Zhou Xue Yi.


Dia langsung saja melakukan posisi kayang untuk menghindari senjata rahasia yang keluar dari lengan pakaian Zhou Xue Yi.


Sementara kedua tangan nya menumpu di tanah, dia mengangkat kedua kaki nya dan hanya menumpu pada tangan nya.


Kaki nya terangkat dan menangkap leher Zhou Xue Yi, pria itu tampak ingin melepaskan diri, tapi dia sudah terlebih dahulu memelintir leher tersebut dengan kedua kaki nya.


Zhou Xue Yi terlempar ke belakang sambil terbatuk batuk memegangi leher nya yang memerah dan bahu nya yang ada bekas sepatu nya.


Dia menatap dengan penuh kebanggaan, dia menatap pada pakaian nya yang putih sudah di isi dengan bercak bercak merah, benar benar membanggakan.


"Senior Zhou, kamu tampak nya begitu mudah di kalah kan. Seperti nya selama ini aku telah memandang kamu terlalu tinggi, jangan bilang kalau kemampuan mu hanya ini ?" Tanya nya dengan sombong, dia tentu saja hanya memanas manasi Zhou Xue Yi yang leher nya hampir patah.


"Kau ! Akan aku tunjuk kan ini ! Jurus Seribu Bayangan !" Ucap Zhou Xue Yi.


Tiba tiba di depan nya, Zhou Xue Yi menjadi banyak, senyum nya merekah. Dia mengambil satu kain dan menutup mata nya.


Dia mendengar beberapa bisikan yang di tuju kan pada nya.


"Gila, apa yang akan dia lakukan ?!" Tanya salah satu penonton.


"Dia pasti sudah gila untuk memiliki kesombongan semacam itu !"


"Dia bukan sudah gila lagi melainkan sakit jiwa ! Dia benar benar sakit jiwa, aku tidak bisa melihat nya lagi !" Ucap yang lain dengan penuh rasa jijik.


Seringaian terbentuk di wajah nya, dia mencengkram pedang biru nya dengan erat. Saat ini, semua nya terasa gelap dan tidak ada yang bisa dia rasa kan.


"Menyerahlah ! Atau aku tidak akan segan pada mu !" Ucap Zhou Xue Yi dengan suara yang bergema.


Bonus Like 17 k : 2 / 3

__ADS_1


__ADS_2