Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
113. Pergi Kencan


__ADS_3

Dengan segera dia sadar dan mendorong tubuh Fan Cheng dari atas nya dengan sekuat tenaga, tiba tiba dia merasa bingung dengan hal itu.


Kenapa dia bisa mendorong tubuh Fan Cheng ? Bukan kah para hantu hanya berbentuk asap dan tidak memiliki tubuh yang solid ?


Kenapa dia bisa mendorong tubuh Fan Cheng bahkan bisa merasa kan detak jantung pemuda itu, kecuali pemuda di depan nya ini bukan hantu.


Melainkan seorang iblis, iblis memiliki tubuh yang solid sama seperti manusia tapi iblis memiliki tanduk.


Dia menatap kembali ke arah Fan Cheng dan tidak mendapat kan pencerahan sama sekali, dia tidak dapat melihat tanduk milik Fan Cheng.


Apa kah tubuh ini dan wujud nya saat ini adalah tubuh orang lain yang dia pinjam ?


"Jangan salah kira aku tidak meminjam orang lain, lagi pula untuk mencari tubuh yang tinggi dan tampan seperti ini sangat sulit atau lebih tepat nya hanya ada satu yaitu milik ku ini. " Jawab Fan Cheng seolah olah bisa membaca pikiran nya.


"Siapa kau ?" Tanya nya dengan dingin sambil mengarah kan belati yang dia selip di bagian pakaian nya ke leher Fan Cheng.


Pemuda itu tampak tidak terkejut atau pun panik melainkan hanya tertawa ringan.


"Menurut mu aku siapa ?" Tanya Fan Cheng.


"Aku tidak tahu siapa kau ! Cepat sebut kan nama mu atau aku tidak akan segan untuk menusuk kan belati ini. " Ucap nya dengan ganas.


"Nama ku adalah Fan Cheng, paling tidak itu lah yang di ketahui oleh orang banyak dan seperti kata mu sebelum nya , aku adalah tuan hantu. Bukan kah sudah jelas, lalu kenapa kamu bertanya ?" Tanya Fan Cheng dengan tenang.


Dia yang melihat ketenangan semacam ini perlahan lahan menjadi ragu dan menarik belati nya dari leher Fan Cheng.


Dia berdiri dan membenarkan pakaian nya, sebelum bersiap untuk melompat dari balkon nya.


" Ayo, jadi tidak ?" Tanya nya.

__ADS_1


"Tentu saja !"Jawab Fan Cheng langsung berdiri dan ikut melompat ke bawah.


Pakaian Fan Cheng berubah menjadi ungu dan dia menggunakan pakaian biru di sertai dengan payung yang berwarna sama dengan pakaian nya.


(Untuk visual nya bisa langsung lihat di instagram author, author sudah taruh gambar nya di sana dan bisa di lihat langsung. @Kc.novel_writer)


"Menurut mu, jika ada seorang hantu yang membunuh seluruh kerajaan nya termasuk kedua orang tua nya, apa kah hantu itu layak untuk mendapat kan kebencian dan kutukan banyak orang ?" Tanya Fan Cheng.


"Tergantung, biasa nya selalu ada alasan di balik pembantaian itu. " Ucap nya dengan tenang.


"Hantu itu ketika hidup merupakan seorang pangeran yang tampan, tapi tidak dapat ber kultivasi dan di racuni terus, dia merupakan seorang putra Kaisar dan Permaisuri, diri nya di jebak oleh selir selir yang licik dan menjadi kambing hitam di setiap kejahatan tanpa dapat membela diri. Kebencian yang dalam mengakar di dalam hati nya, sampai akhir nya dia mati karena di eksekusi mati. Setelah menjadi hantu, dia membalaskan semua dendam nya, menurut mu apa kah dia layak untuk di maki dan di beri kutukan ?" Tanya Fan Cheng dengan senyum kecil.


"Dia tidak layak untuk mendapat kan itu, tapi kita tidak bisa melarang seseorang untuk berkata buruk tentang kita. Jika aku menjadi diri nya maka bukan hanya Kerajaan nya yang akan ku hancur kan melainkan seluruh rakyat yang ada di sana, aku paling benci ketika ada seseorang yang merasa diri nya paling suci. " Ucap nya sambil mendengus.


"Aku tidak yakin kamu akan melakukan itu. " Ucap Fan Cheng.


"Kamu bisa tidak percaya, tapi aku percaya kalau aku akan melakukan nya. Aku akan membakar mereka dan membuat tempat itu menjadi lautan darah. " Ucap nya dengan santai sebelum duduk di salah satu kedai yang di ikuti oleh Fan Cheng.


"Baik nona, tunggu sebentar !" Teriak pelayan itu dengan bersemangat.


"Apa kamu pernah makan di sini ?" Tanya Fan Cheng sambil bertopang dagu dan menatap nya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


"Belum pernah, kenapa ?" Tanya nya ikut menopang dagu nya.


Untuk yang bertanya dengan kemana payung yang dia bawa tadi maka jawaban nya adalah, dia menyimpan payun itu ke dalam cincin ruang nya.


Payung itu adalah senjata sihir kelas 4 puncak, di sekeliling nya mempunyai pisau dan racun yang dia tambahkan sendiri.


Jadi, meski pun terlihat biasa saja dan tampak seperti hiasan, itu sebenar nya merupakan senjata yang lumayan berbahaya.

__ADS_1


Dia sengaja membawa itu supaya kalau kalau Fan Cheng ternyata memiliki niat jahat pada nya maka dia tidak akan susah.


Belum lagi kalau ada hantu yang menganggu mereka di perjalanan.


"Kamu tampak nya tahu semua tentang menu makanan di sini,kamu tidak perlu melihat menu lagi dan kamu sudah tahu apa isi menu nya. " Ucap Fan Cheng dengan polos.


Mendengar ini membuat nya hampir tertawa, tapi dia masih menahan nya.


"Hampir semua kedai ada menu yang ku sebut kan kalau kau tidak tahu, apa kah di neraka tidak ada yang menjual makanan seperti ini ?" Tanya nya dengan bingung.


"Tidak tentu saja, di antara 6 alam, mungkin hanya alam manusia dan alam Dewa yang memiliki makanan seperti ini. Kami para hantu tidak memerlukan makanan semacam ini. " Ucap Fan Cheng sambil tersenyum lebar.


Dia merasa kalau diri nya tidak akan tahan melihat senyuman manis itu dalam waktu yang lama, jadi dia memalingkan pandangan nya untuk melihat gelang yang dia beli di pasar untuk mengisi waktu luang nya.


Demi apa pun yang ada di tempat ini, senyum Fan Cheng adalah senyum paling manis yang pernah dia lihat di dunia ini.


Jika Fan Cheng ini berada di dunia nya dulu berada maka bisa menjadi penyanyi, model atau pun aktor dan berbagai pekerjaan lain nya.


"Fenghuang, tidak apa apa bukan kalau aku memanggil nama mu langsung ?" Tanya Fan Cheng.


"Hm, tidak masalah, jangan bebankan diri mu karena nama. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.


Sampai akhir nya makanan datang dan dia menaik kan alis nya ketika melihat ekspresi antusias milik Fan Cheng.


"Bukan kah kamu bilang kalau kamu tidak makan makanan manusia ?" Tanya nya dengan bingung.


"Aku tidak pernah mengatakan itu, aku hanya mengatakan kalau para hantu tidak perlu makan, tapi bukan berarti aku tidak bisa. Biarkan aku makan satu mangkuk, aku sudah tidak memakan nya selama 950 tahun. " Ucap Fan Cheng.


Bonus like 13 k : 1 / 3

__ADS_1


Note : Mungkin dua chapter nya akan di update sedikit lebih malam karena author hari ini ada sedikit urusan tambahan untuk mempersiapkan mulai nya tahun ajaran yang baru. Terima kasih !


__ADS_2