
Keesokan harinya
Mereka semua harus berkumpul, para Dewa Dewi inti berkumpul untuk membahas masalah perang. Dia mengerutkan dahi ketika menemukan seorang pria yang tidak dikenal.
Lalu, dia menjulurkan kepalanya sedikit lebih dekat pada Feng Taoran dan berbisik.
"Feng Ge, siapa pria itu ?" Tanya nya dengan bingung.
"Fen Shengqi sama seperti Qing Yu dia juga berasal dari kubu iblis, tapi jika dibandingkan dengan yang lain. Kejahatan nya tidak terlalu banyak, dia hanya menerima ketidak adilan dan tidak diterima dimanapun sehingga hanya bisa berlari ke sarang iblis. Jujur saja, aku kasihan padanya. " Ucap Feng Taoran.
"Ah ternyata seperti itu. " Ucapnya dengan lembut, dia sendiri tidak bereaksi terlalu keras terhadap suku iblis.
Karena, dia sendiri memiliki darah iblis. Jika dia terlalu keras terhadap mereka maka dia akan merasa malu.
Semua orang tidak ada yang mempertanyakan dimana posisi nya meskipun dia memiliki darah iblis murni, bagaimana mungkin dia berani mempertanyakan orang lain ?
"Bagaimana dengan orang yang terluka ?" Tanya nya pada Qian Xin setelah mendengarkan beberapa penjelasan.
"Orang yang terluka...... " Qian Xun sendiri tidak memiliki jalan keluar.
"Biarkan aku yang membuat obat. " Ucap Zhang Wei membuka suara.
Dia yang mendengar ini langsung mengangguk setuju, sementara yang lain kurang setuju.
"Kau akan kewalahan untuk membuat obat sebanyak itu. "Ucap Qian Xun dengan khawatir.
"Iya, sebaiknya kau pertimbangkan lagi. " Ucap Feng Taoran itu khawatir.
"Biarkan aku membantumu. " Ucapnya membuka suara.
"Terima kasih , yang lain juga bisa membantu, aku akan mengajari cara kalian membuatnya. " Ucap Zhang Wei dengan halus.
Dia meracik obat seperti resep yang diberitahu oleh Zhang Wei dengan teliti.
"Xue Fenghuang, apakah ini bukan pertama kalinya kau membuat obat ?" Tanya Zhang Wei.
__ADS_1
"kau benar , itu bukan pertama kalinya bagiku. Aku selalu meracik obat semacam ini untuk diriku sendiri dan beberapa obat lainnya. Lagipula, aku suka meracik racun sehingga aku memiliki paling tidak pengalaman untuk membuat obat semacam ini. " Ucapnya dengan serius.
"Ternyata seperti itu, aku tidak pernah dengar bahwa kamu hebat dalam meracik racun. Aku juga suka meracik racun dan obat obatan, setiap racun ku selalu aku buat penawar. " Ucap Zhang Wei.
"Aku tidak akan membuat penawar bagi beberapa racun mematikan ku, karena siapapun yang terkena racun itu bukanlah seseorang yang aku ingin mereka terus hidup. Untuk apa repot repot membuat penawar ?"Ucapnya dengan santai.
"Apa yang dikatakan olehmu masuk akal, tapi menurutku aku merasa kurang apabila tidak membuat penawarnya. " Ucap Zhang Wei sambil berpikir.
"Tidak perlu dipikirkan lagi, setiap orang berbeda. Jangan buang waktumu untuk memikirkan hal yang tidak berguna, cepat racik obatnya. " Ucap nya dengan datar.
Dia mulai meracik obatnya dengan cepat, waktu yang mereka miliki tidak banyak dan mereka tidak bisa menyia nyiakan waktu.
Dia tidak bisa menjadi guru atau pengajar yang baik sehingga meminta Zhang Wei untuk mengajari semua orang.
Kata kata yang dia pilih tidak akan baik, dia selalu terbiasa untuk mengatakan inti pembicaraan dan semua orang tidak akan mengerti dengan apa yang di jelaskan olehnya.
Jadi dia meminta Zhang Wei untuk membantu nya menjelaskan sementara dia sudah mulai meracik obat dengan cepat.
Gerakan nya, tindakan nya sangat gesit dan sulit untuk di tandingi. Dia bahkan tidak perlu melihat untuk kedua kalinya.
Ini hanyalah menggiling dan mencampurkan bubuk obat bukan lewat penyulingan pil, jika harus melakukan penyulingan pil maka mungkin yang bisa melakukan nya hanya dia dan Zhang Wei.
Orang biasa akan sulit untuk berlatih menyuling pil dan waktu serta tenaga yang dibutuhkan jauh lebih besar.
Sehingga mereka hanya bisa memilih untuk membuat bubuk obat ini, jika dia bisa memilih maka dia akan membuat pil.
Pil memiliki efek obat yang lebih baik dan lebih cepat di bandingkan bubuk obat, tapi apa boleh buat ? Waktu mereka tidak cukup.
Iblis bisa menyerang mereka kapan saja dan pada saat itu mereka belum siap, itu bahkan jauh lebih buruk.
Setiap racikan setelah masuk ke wadah bisa membuat 12 wadah dan ketika Zhang Wei baru selesai menjelaskan.
Dia sudah membuat 3 racikan yang artinya sudah mengisi 36 wadah, Zhang Wei menatapnya dengan terkejut.
"Kau sangat hebat, aku bahkan tidak bisa melakukan ini. Kau telah terlalu merendahkan dirimu sendiri. "Ucap Zhang Wei dengan kagum.
__ADS_1
Dia membalas kekaguman itu dengan senyum pahit.
"Ini tidak secepat dulu lagi, jari jariku menjadi agak lebih kaku. " Ucapnya sambil meringis.
Apa yang dia katakan adalah kenyataan, setelah lama tidak meracik obat, kecepatan nya menurun jauh.
Jika tidak, dia mungkin telah membuat 5 atau 6 racikan setelah Zhang Wei selesai menjelaskan. Zhang Wei yang mendengar kata katanya tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Sehingga hanya bisa beralih dan meracik obat juga, dia sendiri kembali fokus. Apa yang mereka akan buat berjumlah lebih dari sepuluh ribu.
Jadi, setiap detik sangat berharga. Setelah beberapa saat, keahlian nya yang sempat hilang perlahan lahan mulai kembali dan kecepatan nya meningkat cukup pesat.
Tumpukan obat yang telah di raciknya adalah yang paling tinggi di bandingkan yang lain, sementara yang lain baru 4 atau 5 racikan.
Dan Zhang Wei sendiri sudah lebih dari 10 racikan dan mengejar miliknya, mereka setuju untuk mengumpulkan di satu ember besar sebelum khirnya di masukkan kedalam wadah bersama sama.
Dia hanya mengambil istirahat sebentar untuk menatap Yuanzheng Yuwen yang dipenuhi keringat dan tampak serius ketika sedang meracik obat.
Pemuda itu tampaknya cukup mahir dengan beberapa kali percobaan , meskipun jari jarinya masih agak kaku tapi itu tidak terlalu buruk untuk pemula.
Dia berdiri dan berjalan mendekat ke Yuanzheng Yuwen lalu membantu pemuda itu untuk menuanhkan ramuan.
"Jangan terlalu ragu ragu dan membuat bahan yang setengah jadi menunggu terlalu lama atau itu akan berubah menjadi kering dan menghitam lalu efeknya akan berkurang setengah. "Ucapnya dengan lembut dan membimbing tangan Yuanzheng Yuwen untuk meracik.
"Jari jarimu harus lebih dilenturkan, dengan begini gerakan mu bisa lebih cepat. " Lanjutnya.
"Terima kasih. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tulus.
"Sama sama. "Balasnya dan dia kembali ke tempat duduknya.
"Huft aku sedih sekali, aku tidak memiliki seseorang yang mengajariku. " Ucap Feng Taoran menyindir nya dengan jelas.
Dia yang mendengar ini sontak langsung tertawa terbahak bahak, Feng Ge nya yang biasa pendiam sejak kapan berubah menjadi orang yang pandai berakting semacam ini ?
"Feng Ge, kenapa kau tidak meminta bantuan Langsung Ge saja ? Aku masih menyayangi nyawaku, aku takut jika aku membantumu seperti aku membantu Yuwen maka ada orang yang tidak akan senang dengan kebaikan ku ini. " Ucapnya sambil tersenyum penuh arti pada Feng Taoran.
__ADS_1