
Dia merasa tangan nya sedikit bergetar karena panik dan takut, tapi dia tidak bisa menunjuk kan ketakutan nya pada orang orang sekitar.
Jadi, dia hanya bisa meremas pakaian nya dengan pelan untuk mengurangi kecemasan nya. Dia duduk di tengah tengah dalam posisi teratai.
Formasi di sekitar nya mulai bercahaya dan terangkat dadi tanah, formasi formasi itu berwarna merah, kuning dan hijau.
Formasi itu berputar mengelilingi diri nya dan terangkat sampai sebatas dada nya. Dia memejam kan mata dan perlahan lahan rasa sakit mulai tumbuh di dalam diri nya.
Awal nya, semua nya bahkan tidak dapat di sebut sebagai rasa sakit. Tapi, perlahan lahan rasa sakita itu semakin menjadi jadi.
Kepala nya terasa akan pecah, tapi dia mempertahankan postur nya dan terus duduk seperti tidak mengalami apa pun.
1 Jam kemudian
Dia merasa kan seluruh tubuh nya seperti akan terlepas, dia merasa seluruh tubuh nya mengencang. Tangan nya sedikit gemetar dengan sedikit kerutan di dahi nya.
3 Jam kemudian
Kerutan di dahi nya menjadi lebih jelas, seluruh tubuh nya bergetar dengan samar dan sesekali terdengar gertakan gigi.
Seluruh tubuh nya akan segera hancur dan dia merasa kepala nya seperti akan pecah.
6 Jam kemudian
Dia merasa seluruh tubuh nya tidak bisa di gerak kan lagi dan dia seperti di lempar ke dalam lautan api tanpa bisa melakukan apa pun.
Dia beberapa kali akan pingsan tapi untung nya berhasil bertahan dengan baik.
12 Jam kemudian
Seluruh kepala nya terasa pusing, dia tidak bisa melihat dengan jelas. Semua nya terasa kabur dan dia hampir tidak bisa mempertahan kan kesadaran nya.
24 Jam kemudian
Dia tidak bisa merasa kan rasa sakit nya lagi dan sudah saat nya untuk menjalankan ritual hari kedua, dia menghirup nafas dalam dalam sebelum kembali membuanh nya dengan perlahan.
Hari Kedua
1 Jam
Dia merasa rasa sakit ini dia kali lipat di banding kan yang kemarin, baru satu jam terasa seperti di jam ke 12 di hari sebelum nya.
Ini benar benar menyakitkan, bahkan untuk diri nya yang sudah merasa kan begitu banyak penderitaan.
3 Jam
__ADS_1
Dia beberapa kali hampir kehilangan kesadaran, seluruh bibir nya pecah pecah karena suhu udara yang ekstrem. Seluruh tubuh nya juga gemetar hebat, hampir sama dengan orang yang menggelepar.
6 Jam
Rasa sakit nya tidak tertahankan, beberapa rintihan keluar dari bibir nya untuk pertama kali nya.
12 Jam
Dia merasa seperti sedang berada di Neraka, begitu menyakitkan sampai sampai dia merasa kalau kematian jauh lebih baik.
Ini baru hari kedua, bagai mana dengan lima hari lain nya ? Akan kah dia bisa bertahan sampai akhir ?
24 Jam
Rasa sakit secara perlahan mereda setelah satu jam terakhir , dia akhir nya bisa kembali merasa kan seluruh anggota tubuh nya.
Sebelum nya, tidak ada yang bisa di rasa kan nya kecuali rasa sakit. Hampir mirip, seperti tangan nya di potong oleh seseorang.
Sudah saat nya untuk masuk ke hari ketiga, membayangkan nya saja sudah membuat seluruh tubuh nya gemetar tak terkendali.
Hari ketiga
1 Jam
Seperti yang di katakan oleh Zhuge Yao, terasa seperti tubuh nya di cabik cabik oleh cakar dan taring yang tajam.
3 Jam
Dia beberapa kali menggigit lidah nya untuk mempertahankan kesadaran nya, gertakan gigi berkali kali terdengar dari bibir tipis nya yang mengering.
Entah perasaan nya saja atau memang udara belakangan ini menjadi lebih buruk, jika sedang siang maka udara nya akan sangat panas dan jika malam udara berubah menjadi sangat dingin.
Ketika sudah malam, itu terasa tidak terlalu menyakit kan lagi. Bagai mana pun, itu terasa mirip dengan ketika dia berada di dalam Esensi Kolam Yin Keabadian.
6 Jam
Dia merasa diri nya dengan peti mati menjadi lebih dekat, dia beberapa kali merintih penuh kesakitan ketika dia merasa kan seluruh tubuh nya terkoyak.
Tidak ada yang bisa menghitung berapa banyak kerutan yang ada di dahi nya saat ini.
12 jam
Kali ini, dia benar benar merasa perlu menyiapkan peti mati untuk diri nya sendiri. Seluruh tubuh nya gemetar tak terkendali dan rintihan tidak dapat di tahan lagi.
Keringat mengalir deras dari seluruh tubuh nya, dia merasa sangat kesakitan, sampai sampai dingin nya malam pun tidak bisa meredakan rasa sakit nya.
__ADS_1
ini baru hari ketiga, tapi terasa jauh lebih buruk dari pada berada di Sekte Biru Es selama 5 bulan tanpa memakan apa pun.
24 jam
Meski pun sudah akan berakhir, rasa sakit itu membekas ke dalam jiwa nya dan tidak menyisakan waktu untuk dia beristirahat dan langsung lanjut ke penyiksaan hari ke empat.
Hari Keempat
1 Jam
Terasa begitu buruk, seluruh kulit nya terasa panas dia bersiap siap untuk menerima petir kalau kalau tiba tiba menyerang.
3 Jam
Petir masih belum menyerang, tapi rasa panas dan rasa menyengat terus menghampiri diri nya. Baru saat ini lah dia merasa, bahwa rasa di tembak dengan pistol dan menghadapi kematian jauh lebih baik dari ini.
Setelah ini, mungkin jika dia tertusuk pisau maka dia tidak akan bisa merasa kan apa pun lagi, karena ini bukan lah rasa sakit yang bisa di tanggung oleh manusia.
6 Jam
Duarrr
Sebuah petir berwarna putih susu dengan ganas menyambar nya, dia tidak di beri waktu untuk bersiap sebelum petir itu menyambar diri nya.
Dia merasa seluruh tubuh nya di aliri listrik dengan tegangan tinggi, seluruh tubuh nya mengejang dan tidak bisa bergerak selama beberapa jam.
Kulit nya terpecah pecah karena kejadian ini.
12 Jam
Duarrr
Petir kedua datang dan menyambut nya, kali ini berwarna putih mutiara. Itu menghantam nya tanpa ampun.
Dia merasa seluruh tubuh nya menjadi sangat sakit dan seluruh tubuh nya akan hancur. Dia merasa kan sesuatu yang manis di tenggorokan nya.
Darah mengalir dari sudut bibir nya, tapi postur tubuh nya tidak sedikit pun berubah.
24 Jam
Duarrr
Petir ketiga kali ini berwarna putih kehitaman, jantung nya tampak seperti genderang perang. Dia merasa jantung nya akan melompat keluar.
Kali ini, dia tidak bisa mendeskripsikan rasa sakit nya. Ini tidak bisa di jelaskan dengan kata kata, hanya ada dua kata yang dapat di bayangkan oleh nya saat ini.
__ADS_1
Tak Terbayangkan
Bonus like 26 k : 2 / 3