Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
334. Dunia Modern!


__ADS_3

Xue Fenghuang yang merasa kepalanya pusing tiba tiba mencium bau obat obatan yang memuakkan, dia belum sepenuhnya sadar dan ingat apa yang terjadi padanya.


Tapi, setelah memikirkan nya lagi, dia ketakutan dan segera membuka matanya, dia berharap bahwa apa yang di pikirkan nya salah.


Tapi, ketika dia membuka mata yang dilihat olehnya adalah ruangan serba putih yang menakutkan dan tidak ingin dia lihat.


Matanya membelalak hebat dan dia gemetar ketakutan, ini..... ini adalah rumah sakit ! Semua itu, Yuanzheng Yuwen, Lan Tianjin, Feng Taiwan, mereka semua tidak mungkin hanya mimpinya bukan ?!


Dia ketakutan dan seluruh tubuhnya berkeringat dingin, ruangan ini sangat sepi dan kosong yang membuatnya semakin ketakutan.


"Apa yang terjadi ? Aku tidak ingin hidup dalam dunia ini lagi !" Jerit nya ketakutan.


Di tempat ini, dia kesepian dan tidak memiliki siapapun, dia benar benar ketakutan sekaligus panik.


Dia melihat jendela yang terbuka dan membiarkan angin sepoi sepoi masuk, tangannya gemetar. Dia melihat selang infus yang menancap di tangannya.


"Itu semua pasti bukan mimpi !" Teriak nya sekali lagi, dia mengacak acak rambutnya dengan takut.


Dia ingin kembali bersama Yuanzheng Yuwen, jika memang tidak bisa maka dia akan memilih jalan kematian.


Tidak ada gunanya untuk bertahan lebih lama di dunia yang kejam dan membuatnya kesepian ini. Dia mencabut infusnya dengan kasar yang membuat tangannya berdarah.


Tanpa di sadari olehnya, tindakannya ini dilacak oleh monitor yang dipasang oleh Dokter. Para perawat dan dokter langsung masuk kedalam kamar rawat inap nya.


"Nona Xue harap tenang. " Ucap Dokter itu.


Dua perawat menahan tangannya di kanan dan kiri dan dia memberontak sementara dia mencoba untuk berlari.


Dia ingin melompat dari jendela itu , dia benar benar menggila.


"Aku ingin kembali !" Teriaknya dengan marah sebelum akhirnya tubuhnya terkulai lemas.

__ADS_1


Dokter yang berada di belakangnya menyuntikkan obat penenang yang membuatnya tertidur, dia tidak bisa menatap ke depan dengan jelas.


Pandangan nya kabur dan dia hanya bisa mengucapkan satu kalimat lain.


"Aku ingin kembali. " Lirihnya dengan lembut sebelum akhirnya dia kembali tenggelam dalam tidur panjang nya.


"Kondisi Nona Xue tidak stabil, aku takut dia akan melukai dirinya sendiri, lebih baik pindahkan dia ke ruangan tanpa jendela. " Ucap salah satu Dokter.


"Ya, sebaiknya begitu, dia telah koma selama lebih dari 5 tahun, mungkin ini adalah yang terbaik untuknya. Setelah dia terbangun, dia pasti tidak dalam kondisi yang stabil. " Ucap Dokter yang lain.


Tubuh Xue Fenghuang dipindahkan ke kamar lain dengan monitor yang lengkap dan ada CCTV yang memantau setiap pergerakan pasien.


Untuk pencegahan, tangan Xue Fenghuang diikat di ranjang pasien dan kaki juga agar tidak kabur begitu saja dan membuat kekacauan.


Disisi lain, tubuh Xue Fenghuang sedang di rawat oleh Zhang Wei yang pandai dalam pengobatan. Zhang Wei sendiri terluka parah tapi memilih untuk membantu mengobati Xue Fenghuang.


"Zhang Gongzi, aku merasa sedih karena harus menyulitkan mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menunduk.


"Yuanzheng Gongzi tidak perlu berkecil hati dan merasa sungkan, Fenghuang adalah temanku, aku tentu saja akan melakukan yang terbaik. Dia mungkin masih memiliki kesempatan untuk bangun, aku mengharapkan hasil yang terbaik untuknya dan kita semua. " Ucap Zhang Wei.


"Tenang saja, untungnya dia dibawa padaku pada saat yang tepat. Aku takut, jika terlambat lima menit saja, itu sudah tidak ada harapan. Sekarang kekuatan bangsa iblis telah ditekan, kedamaian akan ada paling tidak untuk 10 sampai 15 tahun kedepan. Aku berharap dia bisa bangun di dalam periode itu. " Ucap Zhang Wei sambil menghela nafas.


"Kalau begitu aku pamit dulu Yuanzheng Gongzi. "Ucap Zhang Wei lagi.


"Ya, maaf menunda dirimu Zhang Gongzi. " Ucap Yuanzheng Yuwen masih dengan rasa bersalah.


Zhang Wei tersenyum tipis dan mengangguk sebelum akhirnya berjalan pergi dari kamar tempat Xue Fenghuang dirawat.


Yuanzheng Yuwen berjalan ke tepi ranjang untuk menatap tubuh Xue Fenghuang yang pucat seolah olah kedinginan.


Tangannya terjulur dan dia memegang tangan Xue Fenghuang yang dingin dan hampir tidak memiliki denyut nadi.

__ADS_1


Denyut itu sangat pelan sampai sampai membuatnya merasakan ilusi bahwa jika dia terpejam sebentar saja maka denyut itu akan hilang.


Itu membuatnya ketakutan dan dia tidak berani untuk memejamkan matanya, ini sudah 3 hari berlalu tapi tidak ada kemajuan.


Tapi, selama masih ada nyala api kehidupan meskipun redup, dia akan berusaha untuk menjaganya dan merawatnya dengan sepenuh hati.


Dia adalah salah satu keturunan Surga, meskipun bukan keturunan langsung melainkan keturunan yang sangat jauh.


Tapi, salah satu hal yang bisa di dapatkan nya dari berkah itu adalah paras yang tampan dan bakat kultivasi yang sangat baik.


Disisi lain, dia mendapat salah satu larangan yaitu, hanya bisa mencintai satu orang dalam hidupnya. Keluarganya dibantai habis, dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan cinta.


Tubuhnya yang terjebak di dalam es abadi selama seratus tahun, dengan fisik yang tidak menua sama sekali akhirnya dilepaskan.


Dia diselamatkan oleh salah satu orang yang sangat baik dan berjasa bagi kehidupannya , selama ini dia menghabiskan waktunya untuk mencari jejak orang itu dan memilih untuk tidak mengurusi masalah percintaan.


Tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Xue Fenghuang yang penuh dengan daya tarik, Xue Fenghuang membuat dirinya berubah.


Xue Fenghuang membuat hidupnya yang suram berubah menjadi lebih cerah dan berwarna, dia merasa sangat beruntung karena bertemu Xue Fenghuang.


Tapi, nasib gadis itu tidak terlalu baik, nasib buruk selalu menghampiri gadis itu, dia bahkanerasa bahwa dialah yang membawa nasib buruk itu.


Selama ini, kehidupan nya selalu suram dan tidak berwarna, penuh dengan nasib buruk, dia mungkin saja secara tidak sengaja telah mempengaruhi kehidupan Xue Fenghuang.


Dia tidak bisa menjadi seorang kekasih yang baik dan tidak bisa menjaga Xue Fenghuang, jika Xue Fenghuang benar benar pergi maka lebih baik untuk menemui kematian daripada terus tinggal disini sendirian.


Kesedihan dengan jelas tergambar di matanya, jika sebelumnya dipenuhi dengan rasa keputus asaan, sekarang dia justru merasa memiliki secercah harapan.


Seolah olah dia menggantungkan hidupnya pada seutas benang yang hampir putus, berharap bahwa benang itu bisa bertahan.


Tangannya terulur untuk mengelus kepala Xue Fenghuang dengan lembut.

__ADS_1


"Aku harap kamu segera sadar, aku sangat mencintaimu, jika kamh pergi maka apa gunanya untuk terus berada di sini ? Kenapa kamu menggunakan nyawamu untuk menyelamatkan ku ? Aku tidak penting, kamu adalah yang terpenting. Kamu masih memiliki banyak orang yang berduka untukmu. "


"Sementara aku tidak memiliki kerabat yang tersisa, hanya memiliki kamu, jika kamu pergi maka siapa yang akan menemaniku lagi ?" Gumam nya dengan tatapan yang berkaca kaca.


__ADS_2