
Keesokan hari nya,
Dia memutus kan untuk pergi dari dimensi itu dan meninggal kan semua kenangan yang terkubur di sana. Dia memutuskan untuk pergi ke salah satu dimensi atas, Dimensi Jiwa Kecantikan.
Di dalam buku, di ceritakan kalau kondisi di dimensi itu hitam dan putih. Ada satu daerah yang sangat putih dan daerah lain berwarna sangat hitam.
Ini bukan cat rumah atau apa pun itu, melainkan kondisi lingkungan. Dimensi ini sering di sebut sebagai Dimensi Surga dan Neraka karena perbedaan yang terlalu besar.
Mereka hanya di batasi oleh satu pagar setinggi 10 kaki dan kondisi kedua tempat itu sangat berbeda 180 derajat.
Di bagian putih, seseorang bahkan tidak akan kehilangan benda mereka meski pun itu sangat berharga dan mereka menjatuhkan nya di tengah jalan.
Tapi, di bagian hitam jangan harap untuk bisa menerima perlakuan yang sama.
Di bagian putih, semua orang jujur dan tidak bernoda berbeda dengan bagian hitam yang di penuhi dengan kejahatan.
Tapi, jika ingin jujur maka dia tidak percaya jika ada sebuah tempat yang benar benar di penuhi dengan kejujuran.
Di katakan bahwa bagian putih di huni oleh keturunan Dewa Agung, satu kata nya bernilai ribuan emas. Sedangkan di sisi lain, bagian hitam di katakan adalah keturunan Iblis.
Mereka akan saling berperang satu sama lain setiap sepuluh tahun, tidak ada yang benar benar menang karena kekuatan mereka selalu setara.
Dia sendiri tidak percaya jika Dewa seadil yang di katakan, bukti nya mereka menendang ayah nya bahkan mengutuk nya lagi.
Padahal, ayah nya tidak melakukan sesuatu yang mengkhianati bangsa Dewa. Kenapa harus di hukum sekeras itu ? Seseorang yang sebelum nya adalah Dewa yang gagah harus terbaring di tempat tidur sepanjang sisa hidup nya, itu sangat menyakitkan.
Dia melangkah ke dalam pintu antar dimensi tanpa menoleh ke belakang, selama semalaman dia berlutut di tempat yang sebelum nya merupakan tempat Sekte Biru Es berdiri.
Dia menangis sekencang mungkin, mungkin ini adalah tangisan paling kencang selama dua masa kehidupan nya. Sebelum nya, ketika dia menangis maka dia akan selalu menahan nya.
Dia menangis ketika satu persatu bayangan demi bayangan menghantui nya, dimana menunjuk kan kegiatan kegiatan yang dia lakukan di masa lalu.
Dia berdiri di terowongan antar dimensi dengan tangan terlipat dan wajah yang di tekuk, tidak ada sedikit pun kebahagiaan dari wajah itu,
Hanya ada kedinginan yang tak berdasar, begitu dingin, begitu kaku, sepenuh nya meninggal kan diri nya yang lama.
"Kalau di pikir pikir, diri ku yang sebelum nya sangat bodoh. Aku sudah mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu terpaku, tapi nyata nya aku masih terpaku. Aku tidak bisa menyalahkan siapa pun dan hanya bisa menyalahkan diri ku sendiri yang berhati lemah dan bodoh. " Gumam nya dengan datar tapi penuh ejekan untuk diri nya sendiri.
Dia mengenakan gaun hitam segelap malam yang terlihat senada dengan rambut panjang nya di sertai dengan warna mata nya yang berwarna hitam pekat.
Warna mata itu sangat indah, begitu indah tampak seperti memiliki kedalaman yang tak berdasar. Sejak di kehidupan sebelum nya, dia memang lebih suka dengan warna mata hitam pekat di bandingkan warna mata lain nya.
__ADS_1
Hanya saja, warna mata hitam pekat tidak banyak di temukan dan dia beruntung untuk menjadi salah satu nya saat ini.
(Note : Menurut yang ada di internet, kalau warna mata hitam pekat hanya ada 1 persen di dunia ini. Kebanyakan orang berwarna cokelat tua yang jika di luar ruangan terlihat seperti warna hitam. )
Dia berdiri dengan bosan sambil menunggu Dimensi Jiwa Kecantikan. Ah ya, dia lupa memberitahukan kenapa dimensi ini di sebut sebagai Dimensi Jiwa Kecantikan.
Itu semua di sebabkan oleh Ras Dewa dan Ras Iblis yang dia sebut kan sebelum nya, di kata kan kalau mahkluk di sana memiliki penampilan yang sangat memikat dan menyegarkan mata.
Kekuatan Dimensi ini juga tidak kalah dari 9 Sekte dan 3 Klan besar. Hanya saja mereka sangat jarang keluar dari dimensi atau pun mengurusi urusan luar dimensi.
Mereka lebih senang berlatih di dalam dimensi dan menunggu perang selanjut nya, selalu seperti itu dari tahun ke tahun.
Setelah beberapa jam menunggu, dia akhir nya sampai ke sudut bagian lain terowongan dan menghela nafas. Jika tidak ada tanda tanda sebentar lagi maka dia akan meragukan apa kah tujuan nya sudah benar atau tidak.
Ketika mencapai ujung, dia melompat keluar dan yang pertama kali di lihat nya hanya lah sinar putih yang sangat cerah tapi juga gelap.
Lalu, setelah pandangan nya menjadi lebih jelas dia baru menyadari kenapa hal tersebut terjadi. Saat ini, dia sedang berdiri di depan dua pintu yang sama sekali berbeda.
Yang di kiri tampak begitu gelap, begitu suram, begitu penuh kejahatan, orang yang menjaga nya juga bukan orang biasa melainkan tengkorak yang sudah menghitam.
Sedangkan di bagian kanan, ada pintu gerbang putih yang cukup tinggi, tampak begitu indah dengan penuh bunga, aura suci memenuhi tempat itu dan di jaga oleh seorang pria dengan rambut pirang dan sayap putih.
Dia mengerutkan dahi nya, dia merasa seperti sedang berada di alam kematian di dan di berikan pilihan untuk masuk ke Neraka atau Surga.
Kemana dia harus pergi terlebih dahulu ?
Dia melihat ada beberapa orang dengan jubah hitam membawa sabit berjalan ke dalam gerbang hitam yang di jaga oleh tengkorak itu.
Sedangkan ada beberapa orang dengan rambut pirang yang sama dengan milik penjaga masuk ke dalam pagar yang putih.
Beberapa memiliki sayap dan yang lain nya tidak memiliki sayap seperti penjaga gerbang. Ekspresi wajah mereka juga tampak sangat serius dan tegang, berbeda dengan suku iblis yang wajah nya tidak terlihat.
Dia berdiri dengan langkah kaku menuju tempat Ras Dewa, dia penasaran dengan tempat yang di sebut dengan tempat paling adil.
Dia masih bisa pindah ke tempat suku iblis bukan nantinya ? Tapi, tetap saja dia masih ragu ragu dan melangkah dengan lebih lambat.
Sebelum sebuah tangan meraih nya, begitu dia melihat nya dia begitu terkejut dan tidak bisa mengatakan apa pun.
" Fan Cheng ? Apa yang kau lakukan ? Bukan kah kau bilang kembali ke alam hantu ? " Tanya nya dengan bingung sekaligus terkejut ketika melihat sosok di samping nya.
"Jangan lupa kalau ini sudah bulan hantu lagi, aku bisa keluar selama satu bulan. Lagi pula ini adalah salah satu dimensi yang terhubung dengan alam hantu sehingga aku bisa datang kemari kapan saja. " Ucap pria itu dengan senyum manis nya.
__ADS_1
Dia tidak bisa tidak terpesona tapi menyimpan semua nya di dalam hati nya, dia hanya berdeham untuk mengembalikan kesadaran nya.
"Ah aku melupakan hal itu, maaf kan aku. Belakangan ini berjalan kurang lancar sehingga aku menjadi lumayan sibuk. " Ucap nya dengan senyum tipis, sangat tipis sampai sampai tidak tampak seperti senyuman.
"Lebih baik untuk masuk ke bagian sini dari pada di sana, para keturunan Dewa jadi jadian itu sangat buruk. Mereka menghukum seorang penjual bunga yang memiliki kelainan di tangan nya, itu memiliki tanda bintang yang merupakan tanda sebuah suku iblis dengan membakar nya hidup hidup. Padahal itu hanya tanda lahir dan suku bintang sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa itu bukan lah seseorang dari suku mereka. " Ucap Fan Cheng dengan acuh tak acuh.
"Jangan takut, dengan ada nya aku di sini maka kau akan baik baik saja. Ras kami terlihat sangat buruk di mata dunia, tapi paling tidak kami setia dan tidak menghakimi satu sama lain. " Ucap Fan Cheng panjang lebar.
"Baiklah, baiklah mengerti. Aku akan menuruti mu, kau harus menjadi pemandu wisata ku selama aku berada di tempat itu. " Ucap nya sambil menggunakan jubah hitam.
"Baik, tidak masalah. Aku akan menjaga mu dan membawa mu ke tampak yang indah. Tampak luar dan bagian dalam tidak sesuai dengan yang ada di bayangan mu. Banyak hal menakjubkan yang ada di dalam tempat ini. " Ucap Fan Cheng dengan penuh semangat membara.
Dia tersenyum di balik tudung nya, sayang nya tidak ada yang bisa melihat senyuman itu. Tangan nya di tarik oleh Fan Cheng menuju tempat gelap itu dengan penuh antusias.
Tengkorak itu tidak menghalangi langkah mereka, sedangkan di sisi lain seorang pemuda dengan gadis muda sedang bertarung dengan sengit.
Kedua nya mengenakan pedang yang memiliki lonceng di gagang nya sehingga setiap gerakan menimbulkan bunyi yang seirama.
Gerakan mereka begitu rapih dan tanpa celah, pria itu menggunakan pakaian putih dengan pedang bergadang putih dan lonceng berwarna putih, kondisi nya tidak baik.
Gadis muda yang baru tampak sekitar 12 tahun juga tidak dalam kondisi yang baik, kedua orang itu adalah Yuanzheng Yuwen dan Xue Shangxin.
"Kau ! Apa yang kau ingin kan ? Kenapa kau menyamar dan berpura pura lemah di hadapan Fenghuang ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan suara marah.
"Tidak ada yang bisa menghalangi ku, termasuk diri mu anak muda. Kau berpotensi untuk menghancurkan nya dan aku tidak akan membiarkan nya. Menjaulah dari Xue Fenghuang atau kau tidak akan bisa menyelamatkan nyawa mu di masa depan !" Ucap Xue Shangxin sambil menaburkan racun.
Yuanzheng Yuwen tidak sempat menghindar dan racun itu masuk ke dalam tubuh nya tanpa dapat di tahan. Xue Shangxin kabur dan meninggalkan Yuanzheng Yuwen.
Shangguan Qing yang baru saja pulang dari pasar langsung menjatuhkan barang bawaan nya ketika melihat tuan nya jatuh ke tanah dalam posisi berlutut.
"Apa kah tuan baik baik saja ? Siapa yang menyerang ?" Tanya Shangguan Qing dengan panik.
Yuanzheng Yuwen tidak menjawab hanya memuntahkan seteguk darah. Dengan sigap, Shangguan Qing langsung memapah tubuh Yuanzheng Yuwen yang tidak berdaya.
Wajah pria tampan itu berubah menjadi sangat pucat pasi dan terus memuntahkan darah segar.
"Dimana Xue Shangxin ? Aku harus mencari gadis itu. " Ucap Shangguan Qing dengan panik, tapi Yuanzheng Yuwen menahan tangan Shangguan Qing.
"Jangan cari dia, dia adalah orang yang melukai ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil terbatuk batuk.
Mendengar ini mata Shangguan Qing membulat dan segera memeriksa nadi tuan nya.
__ADS_1
Tuan nya keracunan !
Di sisi lain, Xue Fenghuang yang baru masuk ke dalam Dimensi Jiwa Kecantikan tidak mengetahui hal buruk yang menimpa Yuanzheng Yuwen.