
Kepala toko dan pelayan toko tampak berkeringat dingin karena hal ini. Orang orang berkumpul dan meminta penjelasan.
"Ini.... ini.... kami memang menggunakan manusia." Ucap Kepala toko tergagap karena menatap tatapan pembunuh orang orang di sekitarnya.
Orang orang mendengus kecewa karena hal ini bahkan mulai menyumpahi Kepala Toko yang telah terduduk dengan lemas.
Ketika orang orang ingin pergi begitu saja tanpa membayar, dia mengibaskan tangan nya dan menghalangi setiap orang yang ingin lari.
"Kalian semua yang ingin pergi, harus membayar terlebih dahulu. Setiap orang membayar setengah dari harga makanan nya, bagaimana kepala toko ?" Tanya nya pada Kepala Toko yang telah terduduk di lantai.
Kepala toko itu tampak seperti melihat cahaya harapan baru, sebelum ada yang berteriak lagi.
"Kami diberikan makanan yang tidak layak makan ! Kenapa kami harus membayar ?!" Teriak seorang pria kasar.
"Aku ingat, kau makan disana bukan ? Di mejamu, makanan sudah habis, kau mengambil kesempatan untuk lari tanpa membayar. Jika kau tidak ingin membayar, maka muntahkan makanan mu sekarang juga disini !" Ucapnya dengan dingin.
"Kau !" Pria kasar itu marah dan tidak tahu caranya menjawab.
"Bagaimana dengan kami yang belum memakan makanan kami ?" Tanya pria lain dengan tenang dan tampak terpelajar.
"Itu lebih mudah, kau hanya perlu memakan nya. " Ucap nya dengan ringan.
"Nona ini sepertinya telah pusing, ini makanan dengan manusia bagaimana bisa kami memakan nya ?" Tanya pria itu lagi.
"Tentu saja, aku ingat kau duduk di meja sana bukan ? Aku tidak mengingat kau ada memesan daging ? Yang kau pesan hanyalah sayur sayuran dan tahu. Apa urusan nya dengan daging ? Apakah masih ingin mengelak ? Tidak mampu membayar tapi berlagak layaknya orang terpelajar ?" Tanya nya dengan dingin.
Dia tidak kasihan dengan toko ini, hanya saja dia tidak senang ketika ada yang menggunakan nya untuk mencari keuntungan.
"Kau !" Pria itu tidak bisa mempertahankan ketenangan palsunya lagi dan mengumpat.
"Siapapun yang tidak membayar maka tidak perlu berpikir untuk keluar !" Ucapnya dengan dingin, sekitar nya berubah menjadi dingin dan setengah membeku.
Beberapa orang ketakutan dan membayar sebelum akhirnya bisa keluar, tapi masih ada beberapa orang yang keras kepala seperti 2 orang yang berteriak kepadanya tadi.
"Bagaimana jika kami tetap tidak ingin ?!" Tanya pria kasar yang pertama.
__ADS_1
"Maka, bertarung lah dengan ku. Jika kamu menang maka aku akan membiarkan mu pergi. " Ucapnya dengan ringan.
"Baik !" Pria kasar itu tersenyum miring dan mengeluarkan sebuah pedang besar.
Dia bahkan tidak repot repot untuk mengeluarkan pedangnya, untuk mengalahkan tikus semacam ini bahkan tidak memerlukan lebih dari 1 gerakan baginya.
Dia mengibaskan tangannya ke depan yang membuat pria kasar itu terlempar ke belakang dan menghantam pelindung yang di buatnya.
Pria itu memuntahkan seteguk darah dan tidak bisa bangun lagi, pukulan yang dia berikan telah melumpuhkan setiap saraf pria itu.
"Sepertinya itu masih kurang, bagaimana dengan beberapa pukulan lagi ?" Tanya nya pada Pria kasar itu.
"Hentikan ! Aku akan segera membayar. " Ucap pria kasar itu sambil berusaha untuk membayar pada kepala toko.
Tangan ternyata masih bisa di gerakkan, hanya kaki dan leher yang tidak bisa digerakkan. Pria yang kedua juga segera membayar sebelum lari terbirit-birit.
Dia mengeluarkan 3 botol giok Pil Roh Bumi yang berisi 10 pil dan memberikan nya pada Kepala Toko.
"Apabila aku masih bertemu denganmu di masa depan dan kau masih menjual seperti ini, maka aku akan membuat mu menyesal. Apakah kau mengerti ?" Tanya nya dengan datar.
Dia pergi dari tempat itu dan tidak tahan untuk berdiri di sana lebih lama.
"Huft, sudah ku duga, tidak ada yang beres dengan dimensi ini. Tidak menyangka bahwa akan separah ini. " Ucapnya dengan kesal.
Mulai dari penginapan yang hampir hancur sampai ke makanan daging sapi palsu ini, semuanya berurutan dan tidak ada yang beres.
Ini membuatnya kesal setengah mati, sebenarnya dimensi apa yang sedang dia datangi saat ini ? Dia berjalan keliling dan melihat sekitar, meskipun ada banyak cemilan yang dijual di sekitaran sini tapi dia tidak berani mendekati satupun.
"Yuwen, kita harus kemana untuk mencari peta ?" Tanya nya dengan bingung.
Belum sempat menjawab, seorang pria membawa lukisan terlihat di depannya yang membawa peta peta dan lukisan.
"Permisi, apakah ini adalah peta yang lengkap ?" Tanya nya pada pelukis itu.
"Itu benar, peta ini dijamin sangat lengkap dan tidak ada yang bisa menjual peta lebih lengkap daripada ini. " Ucap Pelukis itu dengan bangga.
__ADS_1
"Aku akan membelinya, sebutkan harganya. " Ucapnya.
"Pil Roh Langit 5 buah. " Ucap pelukis itu, mendengar ini membuatnya agak terkejut tapi segera memberi apa yang diminta oleh pelukis itu.
Harga satu lukisan di sini bahkan lebih mahal di bandingkan makanan, tapi tidak masalah. Dia tidak kekurangan pil.
"Terima kasih telah membelinya. " Ucap pelukis itu sambil menyerahkan lukisan peta itu dan berlari.
"Sepertinya kau di tipu oleh orang itu dengan harga yang mahal. " Ucap Yuanzheng Yuwen dari belakangnya.
"Tidak masalah, selama peta bisa membantuku. Bahkan jika dia meminta 100 Pil Roh Surgawi, aku masih akan memberinya. " Ucapnya dengan ringan.
"Jika semua orang disini kau bisa berkata seperti itu dengan ringan, maka mereka semua akan jatuh kedalam kegilaan. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Tidak masalah dan tidak peduli, ayo kembali ke penginapan. Setelah ini mari membuka kios untuk menjual pil. " Ucap nya.
Mereka berdua kembali ke penginapan dan mulai mencocokkan peta yang mereka beli dengan yang ada di dalam Pecahan Surgawi.
Mereka telah menemukan tempatnya di peta tapi agak sulit untuk menemukan nya karena itu cukup terpencil.
Sepertinya mereka masih harus mendapatkan beberapa macam adaptasi agar bisa berhasil untuk menemukan tempat yang mereka cari.
"Bagaimana menurutmu ? Apakah kau sudah siap ?" Tanya nya.
"Ya, sudah siap. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Dia menyimpan keempat pecahan Surgawi dan berdiri, dia tidak tahan untuk berlama lama di dalam penginapan yang bau apek dan lembab ini.
"Kau akan menjadi adikku saja agar lebih sederhana, jika pelayan maka kita akan kesulitan, bukan ?" Tanya nya dengan ringan.
"Ya, terserah pada mu, Jiejie. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan patuh dan mulai bertingkah layak nya seorang adik yang baik.
Dia yang mendengar ini langsung tertawa terbahak bahak dan berjalan keluar dari penginapan dengan wajah datar.
Dia mengubah ekspresi nya dalam hitungan detik dan mulai berdiri di dekat penginapan sambil mengeluarkan Pil Roh Bumi, Pil Roh Langit, dan Pil Roh Surgawi, semuanya adalah kualitas sempurna.
__ADS_1
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3