Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
123. Teman Baru


__ADS_3

Keesokan hari nya


Dia berjalan di pasar dengan tatapan yang dingin, aura membunuh menemani setiap langkah nya. Rambut nya terurai dengan bebas.


Langkah kaki nya berat dan di tangan nya ada sebuah botol arak dan dia tampak kacau, meski pun kacau kecantikan masih tidak berkurang di wajah nya.


Beberapa orang memuji nya secara terbuka yang tidak ia tanggapi sama sekali, dia duduk di salah satu pinggir jalan dan memejam kan mata nya.


Hati nya terasa sakit dan hancur berkeping-keping, bayangan buruk kejadian tadi pagi membuat diri nya sesak nafas.


Dia menatap ke sekeliling nya dan menyadari kalau sekeliling nya adalah sekumpulan pengemis, dia berjalan dan memasuk kan masing masing dua Kristal Roh tingkat rendah di tiap mangkuk pengemis.


"Terima kasih banyak dermawan !" Ucap pengemis pertama dengan penuh kekaguman.


"Terima kasih, terima kasih !"


"Kamu baik dan cantik, semoga selalu di lindungi. "Ucap yang lain.


"Terima kasih banyak , semoga kamu di limpah kan kekayaan. "


"Terima kasih atas kebaikan mu. "


"Semoga hal baik selalu menyertai mu. " Ucap Ibu yang terakhir dari banyak nya pengemis, paling tidak ada sekitar 30 pengemis di sini.


Mereka menggunakan pakaian yang buruk dan robek di beberapa bagian serta mereka juga terlalu kurus.


Seperti nya mereka mengalami bencana kelaparan sampai ke tingkat ekstrim sampai sampai bisa kurus seperti ini.


"Semoga saja. " Ucap nya dengan sangat pelan, tampak seperti sedang berbisik pada diri nya.


(Buat yang masih tidak memiliki bayangan tentang Kristal Roh, maka author akan menjelaskan nya, di cerita ini akan di guna kan 3 macam Kristal Roh :

__ADS_1


- Kristal Roh Tingkat Rendah : Memiliki bentuk seperti bongkahan kristal, berwarna ungu terang dan memiliki ukuran sedikit lebih kecil dari genggaman tangan anak anak.


- Kristal Roh Tingkat Menengah : Memiliki bentuk seperti bongkahan kristal, berwarna ungu agak gelap dan memiliki ukuran sebesar genggaman tangan anak-anak.


- Kristal Roh Tingkat Tinggi : Memiliki bentuk seperti bongkahan kristal, berwarna ungu kehitaman atau ungu gelap dan memiliki ukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa.


Author berusaha untuk menjelaskan sedetail mungkin dengan kalimat yang sederhana, sehingga mudah di pahami oleh semua pembaca. Jika masih tidak paham dengan beberapa istilah lain nya bisa langsung komen dan akan author balas untuk membantu menjelaskan, Terima kasih !)


Dia membalik kan tubuh nya bersiap untuk pergi sebelum merasa kan sebuah aura yang membuat nya tidak nyaman.


Dia melirik melalui ekor mata nya dan melihat ada sekelompok orang dengan pakaian serba hitam di tambah dengan ikat kepala yang berwarna hitam.


Dia mendengus pelan dan sudah tahu apa niat kelima orang ini , seringaian terbentuk di wajah nya.


Kali ini, dia akan melampiaskan semua kemarahan nya pada orang orang ini.


"Astaga itu adalah bandit Serigala !" Ucap salah satu pedagang dengan ketakutan.


Dia tetap berjalan seolah olah dia tidak merasa kan masalah dengan bandit Serigala ini.


"Tunggu sebentar, tinggal kan uang mu !"Teriak salah satu dari mereka dengan kasar.


Dia menatap ke arah belakang dengan tatapan dingin, dia sedang tidak berniat untuk menjadi orang yang baik.


"Pulang lah atau kalian jangan pernah memikir kan untuk pulang lagi. " Ucap nya dengan suara rendah.


"Ha ha ha, apa yang kau kata kan ? Aku tidak mendengar nya ! Kau ingin menggertak tapi kau bahkan tidak dapat mengatakan nya dengan jelas ! Sudah lah pulang dan puas kan kami. " Ucap salah satu dari mereka dengan vulgar.


"Lihat lah lekuk tubuh nya yang indah, kulit putih nya dan lengan nya. Bahkan dada nya pun terbentuk dengan sempurna, aku tidak sabar untuk menikmati nya !" Ucap bandit yang lain sambil melecehkan nya dengan kata kata.


Dia tertawa pelan mendengar ini sebelum kelima orang itu di kirim terbang oleh nya , dia secara pribadi akan menangani tikus tikus ini.

__ADS_1


Dia berjalan ke depan menuju para bandit yang sudah terguling, sebelum menginjak dada salah satu nya dengan keras.


"Kau tampak nya sangat senang bukan membicarakan ku ? Aku akan memberi mu apa arti nya itu menikmati seseorang. " Ucap nya dengan wajah yang mengerikan sebelum kembali tertawa dia mengeluarkan belati nya dan menggores gores lengan pria itu.


Ya, pria itu adalah orang yang melecehkan nya dengan kata kata yang tidak tahu malu tadi dan ini sudah cukup untuk membuat nya marah apa lagi saat ini dia sedang tidak dalam suasana hati yang baik bahkan bisa terbilang sangat buruk.


Dia marah, sangat marah. Tapi, kepada siapa dia harus mengadu dan bercerita kalau dia marah ? Dia tidak memiliki teman yang tersisa.


Rasa sakit kembali menerpa diri nya, dia menusuk diri nya sendiri dengan kuku nya sebelum kembali tersenyum.


"Aku akan membiarkan salah satu dari kalian untuk bertahan hidup, siapa pun yang muncul sebagai pemenang akan bisa pulang ke markas kalian masing masing. " Ucap nya dengan senyum lebar seolah olah dia tidak memiliki beban apa pun.


Semua orang langsung bergidik ngeri ketika menatap itu, awal nya para bandit itu ragu ragu sebelum benar benar saling membunuh.


"Maaf kan aku, aku memiliki seorang putra dengan dua istri yang menunggu ku di rumah. " Ucap salah satu dari mereka sebelum menusuk kan pisau ke salah satu yang lain.


"Sialan ! Apa yang kalian pikir kan ?! Kita sudah bersumpah untuk selalu bersama sama !" Teriak salah satu dari mereka dengan frustrasi melihat teman nya yang lain saling membunuh satu sama lain.


Tawa nya melengking, dia ingin menangis tapi yang keluar dari bibir nya hanya lah tawa. Dia duduk di salah satu batu dan memandang pertunjukan indah di depan nya.


"Xue Fenghuang, sebaik nya kamu sadar, bahwa tidak ada yang benar benar tulus di dunia ini karena orang orang selalu memiliki urusan mereka sendiri. Kamu bodoh dan naif, Xue Fenghuang, benar benar menganggap kalau dia benar benar tulus. " Gumam nya dengan mata yang berkaca kaca.


Dia menatap ke depan dan mengingat kejadian buruk tadi pagi. Sungguh, jika dia bisa untuk tidak mengingat nya maka dia akan memilih untuk melupakan nya !


FLASHBACK


Ketika dia bangun tidur, dia mandi dan menggunakan pakaian bagus untuk berjalan jalan dengan Lin Cong Zi seperti janji yang mereka buat kemarin.


Ketika dia keluar dengan antusias, yang dia lihat adalah Lin Cong Zi sedang duduk dengan tawa gembira bersama dua teman baru.


Bonus Like 16 k : 1 / 3

__ADS_1


__ADS_2