
Dia menyimpan mayat ke lima orang itu dan berjalan ke depan tanpa ekspresi yang jelas, dia tampak seperti sebuah cangkang kosong, sekarang.
Tampak seperti orang tanpa jiwa, tanpa kesedihan, tanpa kegembiraan dan tanpa emosi. Benar benar menyedihkan.
Dia menatap ke arah Xue Longque yang berniat melarikan diri dengan puluhan prajurit di atas puing puing rumah yang hancur.
Dia menatap ke arah orang orang Kekaisaran nya yang telah hangus, dia tertawa ringan, tawa nya sangat ringan sampai sampai tidak terdengar.
Tidak ada yang tahu apa yang ada di pikiran nya, dia tidak menahan kepergian Xue Longque dan hanya duduk di atas salah satu atap yang sudah setengah hancur.
Dia menatap ke langit yang mulai menggelap, dia tidak peduli dengan ribuan pasukan di bagian utara Kota Kuwei.
Karena, tidak akan ada yang bertahan hidup di tempat ini. Udara berubah menjadi sangat dingin, tempat dia duduk berubah menjadi es.
"Karena aku yang membangun Kekaisaran ini, maka aku juga lah yang akan menghancurkan nya. Tanpa ayah ku, Kekaisaran ini bukan lah apa apa. "Gumam nya sambil menenggak habis arak nya.
Dia mengeluarkan Guci arak lain nya dan meminum nya dengan kasar, tanpa peduli arak mengalir dari sela sela bibir nya.
Pakaian nya basah oleh arak dan darah, benar benar hancur. Pakaian putih nya berubah menjadi merah.
"Pada akhir nya, aku masih sendirian. He he he, aku sendirian ! Aku sekarang bebas tanpa seorang pun mengekang ku, bukan kah seharus nya aku merasa senang ? Kenapa aku tidak merasa senang sama sekali ?! Kenapa ?!" Teriak nya dengan penuh rasa sakit.
Para burung yang hinggap di dekat nya segera pergi setelah mendengar teriakan nya. Dia melihat tanah yang sudah berubah menjadi es.
Lapisan energi yang kuat menutupi tempat ini tanpa membiarkan seorang pun untuk pergi dari sini, dia menatap dengan sendu ke arah rumah rumah yang hancur.
Dia tertawa, dia benar benar membenci diri nya sendiri sekarang.
"Kuat ? Pada akhir nya aku masih tidak bisa melindungi orang yang aku sayangi. Bukan kah, ini semua sia sia ? Untuk apa lagi kekuatan ini ? Lebih baik pergi bersama bukan ?" Gumam nya sambil tertawa dengan ekspresi mabuk.
Saat dia siap untuk melumpuh kan kultivasi nya sendiri, sebuah tangan menahan diri nya. Dia membuka mata nya, tatapan nya bertabrakan dengan orang yang menahan tangan nya.
"Nona Xue, entah seberapa sakit anda, anda masih tidak boleh untuk melakukan ini. " Ucap pria itu sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Tatapan nya yang mengatur tidak bisa melihat siapa di depan nya dengan jelas sampai beberapa saat, dia tidak bisa tidak ragu dengan penglihatan nya sendiri.
"Adipati Yuanzheng ? Yuanzheng Yuwen ?" Gumam nya dengan ragu.
"Aku pikir Nona Xue tidak akan mengingat ku lagi. " Ucap pria itu dengan senyum manis, pria itu adalah Yuanzheng Yuwen.
"Yuanzheng Yuwen, untuk apa kamu menghalangi ku ?" Tanya nya dengan lantang, dia memberontak untuk melepas kan diri.
Tapi, cengkraman tangan Yuanzheng Yuwen lebih kuat. Meski pun kuat tapi tidak menyakit kan, dia mengerut kan dahi nya.
Dia menaruh lebih banyak kekuatan tapi masih tidak bisa melepaskan nya.
"Apa yang kau ingin kan ?" Tanya nya dengan waspada.
"Tidak ada, aku hanya tidak bisa menahan diri melihat tindakan mu tadi. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan santai melepas kan tangan nya.
"Kau sudah ada di sini dari tadi ?" Tanya nya dengan ragu, dia tidak bisa merasa kan keberadaan pria ini sama sekali.
"Sejak kamu melabrak Xue Longque. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan santai.
"Nona Xue, tindakan mu saat ini hanya melukai diri mu sendiri. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menghela nafas dan memegang tangan nya yang membeku.
"Aku bisa melepas kan nya sendiri. " Ucap nya.
Tapi Yuanzheng Yuwen tidak memperdulikan dan memegang tangan nya yang beku, perlahan lahan, dia merasa hangat di tangan nya.
Sebelum benar benar mencair dan tangan nya bisa di gerak kan dengan bebas lagi.
"Terima kasih. " Ucap nya dengan pelan.
"Santai saja, ini bukan masalah besar. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Ehm, api apa itu ? Tidak banyak jenis api yang bisa menghancurkan es milik ku. " Ucap nya dengan ragu ragu.
__ADS_1
Entah apa yang membuat nya terus merasa ragu, mungkin karena kematian orang orang terdekat nya atau bahkan mungkin karena dia sedang berhadapan dengan Yuanzheng Yuwen.
Pikiran nya kacau yang membuat nya tidak bisa berpikir dengan jernih, berbagai macam pikiran membuat nya pusing.
Di tambah lagi dengan pengaruh alkohol yang membuat nya pusing, ini benar benar membuat pandangan nya kabur.
Dia hampir saja jatuh ke belakang tanpa perlawanan sebelum sebuah pelukan menangkap diri nya.
"Yuanzheng Yuwen, apa yang kau lakukan di sini sebenar nya ? Dengan kekuatan mu, kamu sudah bisa pergi dari sini sejak lama. Tidak ada di sini yang benar benar merupakan keluarga mu. " Ucap nya dengan lirih.
Dia secara samar samar menatap pria di depan nya yang memiliki rambut yang di kuncir kuda, dengan pakaian cokelat dan biru.
"Sebelum bertanya pada ku, kau sendiri kenapa masih di sini ? Orang orang yang kau sayangi telah tidak di sini. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tenang.
"Karena......... dengan berada di sini, aku memiliki ingatan tentang mereka, meski pun tempat ini telah hancur. " Ucap nya dengan sangat pelan sebelum semua kesadaran nya benar benar hilang.
Yuanzheng Yuwen memandang tubuh Xue Fenghuang yang pingsan di pelukan nya dengan senyum tipis.
"Aku juga sama, karena dengan aku berada di sini, aku bisa mengingat kenangan ku dengan orang yang ku sayang. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan lembut membelai rambut yang menutupi wajah indah Yuanzheng Yuwen.
Sedang kan seorang pria dengan pakaian hitam di belakang nya terdengar mendengus pelan.
"Tuan ku, kamu terlihat sangat berlebihan, ini sama sekali tidak tampak seperti mu. " Ucap pria berbaju hitam itu.
Di sisi lain, Xue Fenghuang merasa diri nya tenggelam dalam kegelapan. Tidak ada yang bisa di lihat dan di raih oleh nya.
Hanya kegelapan yang ada, yang di lihat nya hanya lah tubuh nya yang perlahan lahan hancur. Dia sudah hancur, dia sudah kalah.
Tawa nya terdengar sangat menyedihkan. Tanpa di sadari oleh nya, dia benar benar telah terikat dengan dunia yang bahkan tidak di ketahui oleh nya.
Bagai mana jika ini semua hanya lah mimpi nya semata ? Bagai mana jika dia terbangun dengan kejahatan nya di masa lalu yang telah terkuak ?
Itu lebih buruk dari kematian, dia tidak akan ragu untuk bunuh diri jika memang begitu.
__ADS_1
Bonus Like 18 k : 1 / 3