Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
285. Dimensi Jiwa Kesedihan


__ADS_3

"Alasan konyol !" Ucapnya dengan cepat membantah.


Alasan yang diberikan oleh Yuanzheng Yuwen sangat tidak berdasar, ini tidak mungkin terjadi. Dia tidak pernah membenci orang hanya karena masalah sepele seperti itu.


"Itu tidak mungkin. " Lanjutnya lagi dengan kesal.


"Ya ya, mungkin saja karena aku terlalu penting di dalam hatimu sampai sampai kau melupakan ku. "Canda Yuanzheng Yuwen.


Dia yang mendengar ini terdiam, dia mengingat salah satu bisikan sesuatu yang ada di dalam kegelapan saat itu.


Setelah ibunya pergi, jiwanya dibawa menuju tempat yang gelap dan dia tidak bisa bergerak ataupun melihat.


Hanya bisa mendengarkan ucapan ucapan sebelahnya.


"Semakin besar perasaan pada seseorang maka semakin kamu melupakan nya. " Ucap suara asing itu.


Dia masih mengingat setiap detail kata katanya, dia tiba tiba memikirkan sesuatu bahwa dia di masa lalu juga menyukai Yuanzheng Yuwen sampai sampai dia melupakan nya.


Dia terdiam dan tenggelam dalam imajinasi nya dan memikirkan setiap kemungkinan yang di miliki olehnya untuk menjelaskan kondisi nya yang aneh.


Beberapa jam kemudian


Tidak ada yang tahu pasti ini sudah berapa jam atau berapa hari, yang pasti sangat lama.


"Yuwen, menurutmu apakah kita sudah lewat dari 1 hari ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Belum, menurut perkiraan ku mungkin baru 8 sampai 10 jam. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Aku mengerti. " Jawabnya dengan patuh.


"Kenapa wajahmu sangat pucat ?" Tanya nya saat menatap wajah Yuanzheng Yuwen.


"Tidak apa apa. " Jawab pria itu sambil membuang muka.


"Apakah kau mabuk perjalanan antar ruang ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Tidak." Jawab Yuanzheng Yuwen dengan lemah dan serak.


Dia berdiri dari posisi jongkok nya dan menahan tubuh Yuanzheng Yuwen di dalam pelukannya.


"Apa sulit nya untuk mengaku bahwa kau mabuk perjalanan antar Ruang ? Aku akan memelukmu sampai nanti, semoga bisa membantu mu untuk meringankan rasa mabuk mu. Ayo berbicara untuk mengalihkan pikiran mu. " Ucap nya sambil memeluk tubuh Yuanzheng Yuwen yang lemah dan pucat.


Dia menaruh kepala pria itu di bahu nya , nafas lemah pria itu bahkan menerpa ceruk leher dan telinganya karena mereka terlalu keberatan.

__ADS_1


Dia sebenarnya cukup khawatir bahwa Yuanzheng Yuwen merasa tidak nyaman, tapi setelah melihat bahwa pria itu tertidur bahkan sebelum mereka sempat bercerita, dia akhirnya membiarkan pria itu untuk tidur di bahu nya.


Setelah beberapa waktu yang lama, dia menjadi lelah tapi tidak berani bergerak sedikit pun karena takut membangunkan pria yang tidur di bahunya.


Bahkan bahunya telah berubah menjadi mati rasa, dia berpikir bahwa dia tidak akan bisa mengangkat tangan kiri nya untuk beberapa hari setelah ini.


Dia menyipitkan matanya dan melihat bahwa di ujung sana ada pintu antar dimensi yang telah di tunggu tunggu.


"Yuwen, Yuwen, bangun. " Ucap nya sambil menepuk nepuk punggung Yuanzheng Yuwen, si beruang raksasa yang menimpa dirinya.


"Hmm ?" Yuanzheng Yuwen masih belum sadar dengan kejadian sekitar.


"Yuwen , bangun. Kita sudah akan sampai. " Ucap nya dengan halus.


Cup


Yuanzheng Yuwen mengecup pipinya dalam keadaan setengah sadar dan mata yang terpejam.


"Kakak peri sangat cantik, tolong jangan tinggalkan aku. "Ucap Yuanzheng Yuwen sambil memeluk leher nya dengan erat.


Dia langsung sadar dan menampar bahu Yuanzheng Yuwen dengan kuat.


"Apa yang sedang kau lakukan bajingan ?!" Teriaknya dengan geram sambil menahan malu.


"Apakah aku melakukan sesuatu ? Apakah aku tertidur ? Maafkan aku. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tulus sambil dengan cepat melepaskan pelukan terhadapnya.


Melihat ini membuatnya menghela nafas, wajah polos Yuanzheng Yuwen membuatnya tidak tega untuk memarahi pria itu lagi.


"Tidak apa apa, hanya kesalahpahaman. Apakah bahu mu sakit ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Tidak apa apa, hanya sedikit sakit. Apakah bahu mu bisa di gerakkan ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan rasa bersalah sambil menunjuk bahu kiri nya yang mati rasa.


Baru saja akan mengatakan bahwa dia baik baik saja, tangan nya sudah di angkat oleh pria itu dan bunyi,


kretek


pun terdengar, dia menggigit bibir dalam nya untuk menahan teriakan nya, dia hanya mengeluarkan rintihan kecil.


"Jangan menggerakkan nya lagi, aku akan menyelesaikan nya nanti. " Ucapnya dengan cepat dan menjauhkan tangannya dari Yuanzheng Yuwen.


Jujur saja, Yuanzheng Yuwen ini sangat tidak tahu cara merawat orang sakit dengan benar. Sudah jelas bahwa tangan nya sakit tapi pria itu mengangkat nya untuk memastikan.


"Maafkan aku. " Ucap Yuanzheng Yuwen terkejut.

__ADS_1


"Tidak apa apa, ini hanya masalah kecil. Bersiaplah, kita sudah akan sampai. " Ucapnya dengan datar sambil menunjuk pintu.


Keduany melangkah keluar dari pintu antar dimensi dan melihat banyak sekali orang yang berlalu lalang.


"Apakah ini benar benar dimensi yang kita cari ?" Tanya nya dengan ragu.


"Untuk memastikannya, lebih baik untuk bertanya langsung pada penduduk setempat. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan bijak.


Seperti nya kebijaksanaan pria itu telah kembali ke tubuhnya.


"Ya." Ucapnya , setuju dengan apa yang di sarankan oleh Yuanzheng Yuwen.


"Permisi, apakah ini adalah Dimensi Jiwa Kesedihan ?" Tanya nya pada seorang pria yang lewat.


"Itu benar. " Ucap pria itu sebelum lanjut berjalan lagi meninggalkannya.


"Ini benar benar tempat yang kita cari. " Ucap nya pada pria di belakangnya.


"Hm, aku juga mendengar nya. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Ya, aku tahu kau mendengarnya. Aku hanya memastikan nya pada mu. " Balasnya dengan kesal.


"Bagaimana menurut mu selanjutnya ? Apakah lebih baik untuk menelusuri tempat ini terlebih dahulu dan membeli peta dari warga setempat untuk mengetahui tata letak tempat yang kota cari ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Ya, sebaiknya begitu. Akan lebih baik apa bila kita menginap tiga hari di kota ini dan mencari tahu apa yang ingin kita ketahui, dengan begini semua nya yang akan kita cari menjadi lebih jelas. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


Dia berjalan bersama Yuanzheng Yuwen dan menyusuri kota asing itu, orang orang di sekitaran sana menggunakan bahasa yang sama dengan mereka tapi dengan cara berbicara yang agak berbeda.


Dia berjalan lagi sampai akhirnya menemukan penginapan.


"Permisi, apakah disini ada dua kamar kosong ?" Tanya nya pada penjaga penginapan.


"Ya, tentu. Apakah anda turis asing ?" Tanya penjaga penginapan.


"Ya, aku ingin tahu disini menggunakan apa untuk mata uang ?" Tanya nya sambil mencoba untuk beradaptasi dengan cara bicara orang sini.


"Kami menerima banyak hal, mulai dari pil , batu atau kristal kultivasi, dan senjata senjata berharga. " Ucap Penjaga Penginapan dengan ramah.


Dia mengangguk dan mengeluarkan Pil Roh Bumi miliknya, di dalam botol itu ada 10 Pil Roh Bumi.


"Apakah ini berlaku ?" Tanya nya pada penjaga penginapan.


Penjaga penginapan itu membulatkan mata nya dengan terkejut.

__ADS_1


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3


__ADS_2