
Mendengar kata kata yang diberikan oleh Feng Taoran tidak membuatnya meledak dalam kemarahan dan penolakan.
Dia sendiri sadar bahwa dirinya memang mengalami hal itu tapi dia masih berusaha untuk membohongi dirinya sendiri.
Dia tidak marah, hanya saja sedikit sedih. Atau bahkan bisa di katakan sangat sedih ketika menyadari bahwa dia telah terlalu sering membohongi diri nya sendiri.
"Feng Ge, apakah tidak ingin langsung memulai nya ?" Tanya nya dengan suara yang lembut, tapi juga terdengar agak serak seperti sedang menahan isak tangis.
"Tentu, kita akan segera memulai nya. " Ucap Feng Taoran, memilih untuk tidak melanjutkan kata katanya yang tadi.
Dia mengeluarkan Bing Yue dari sarungnya bahkan sebelum pertandingan dimulai, dia tidak berani meremehkan pertandingan ini.
Seekor Qilin kecil berwarna biru keluar dan menatap nya dengan garang seolah olah dia adalah musuh bebuyutan Qilin itu.
"Apakah ini hewan spiritual mu ?" Tanya nya dengan senyum tipis.
"Itu benar, meskipun dia masih kecil tapi temperamen nya kurang baik. Maafkan aku apabila dia agak kurang sopan. " Ucap Feng Taoran dengan raut wajah menyesal.
Dia menaikkan salah satu alisnya melihat Qilin kecil yang sombong itu.
"Hewan ini sombong, tapi itu tidak sesuai dengan wajahnya. Wajahnya terlalu lucu. " Ucap nya sambil menjulurkan tangan ingin mengelus kepala Qilin kecil itu.
Tapi, Qilin kecil itu berjalan mundur dua langkah dan memberikan dengusan dingin padanya. Dia menarik kembali tangannya dan hanya tersenyum kecil.
Hewan hewan spiritual memang sombong, seperti yang di harapkan dari hewan spiritual milik Feng Taoran.
"Fenghuang, Fenghuang. " Panggil sebuah suara di dalam pikiran nya, dia yang mendengar ini terkejut dan tatapan nya berubah menjadi cerah.
"Lin Rong !" Ucap nya tanpa sadar berteriak, dan menjadi pusat perhatian semua orang.
Tidak lama, seekor ular Hitam Surgawi yang besar dan tubuh yang seukuran dengan satu jengkal manusia , berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
Lin Rong Rong telah terbangun dalam bentuk aslinya, dan di sebelah kiri nya ada seekor ular lain tapi dengan warna putih.
Yang kanan adalah Lin Rong Rong dan yang sebelah kiri adalah Xiao Bing, dia memiliki dua hewan spiritual.
"Sepertinya aku kalah banyak. " Ucap Feng Taoran sambil tertawa kecil.
Qilin kecil itu mendengus dengan marah seolah olah marah bahwa Feng Taoran mengaku kalah, Qilin kecil itu seolah olah mengatakan bahwa satu dirinya sudah lebih dari cukup untuk mengalah kan dua ular di depannya.
Melihat tatapan marah Qilin kecil ini membuat nya tertawa terbahak bahak, Qilin kecil ini benar benar lucu.
"Seperti nya Qilin kecil ini salah memilih tuan, kenapa aku merasa sifat nya lebih cocok dengan Lan Ge yang suka marah marah ?" Bisik nya pada Feng Taoran agar tidak di dengar oleh Lan Tianjin yang duduk di paviliun.
"Huft, kalian berdua memang cocok. Kalian seperti anjing dan tikus setiap kali bertemu tapi sebenarnya mencari ketika salah satu tidak adam Apakah kalian berdua kembaran yang terpisah ?" Tanya Feng Taoran.
Dia yang mendengar ini tertawa kecil, dan menggeleng kan kepalanya.
"Tarian Phoenix Es!"Ucap nya , memilih untuk mulai duluan.
Phoenix itu mengeluarkan tangisan yang menyedihkan sebelum menghilang menjadi asap yang dingin.
Dia tersenyum dan sudah menebak, dia hanya mencoba untuk mengukur kedalaman kekuatan milik Feng Taoran.
Sekarang adalah giliran pria itu untuk mengeluarkan badai angin yang kencang, dia terkejut dan mulai berputar untuk menghindari.
"Pedang Tanpa Bayangan !" Ucap nya dengan suara keras.
Dia membelah badai angin itu menjadi dua dan menghancurkan nya. Ikatan rambutnya terlepas dan rambut nya terurai dengan sempurna yang menunjukkan kecantikan luar biasa.
"Apa kau yakin kau tidak ada hubungan darah dengan Lan Tianjin ? Dia benar benar mirip dengan mu, sekarang setelah aku melihat mu mengangkat pedang, aku merasa bahwa dia sangat mirip denganmu. " Ucap Feng Taoran.
"Itu tidak mungkin, tapi aku tidak tahu juga. Aku bahkan tidak tahu orang tua ku, bagaimana caraku untuk memberimu sebuah kepastian ?" Tanya nya dengan lembut.
__ADS_1
"Kau pasti akan segera bertemu mereka, hanya perlu menunggu waktu. Jangan terlalu khawatir. " Ucap Feng Taoran.
"Bukan aku tidak bisa menemukan mereka tapi aku yang tidak ingin menemui mereka. Aku pikir, hidup di dalam abu abu seperti ini jauh lebih baik di bandingkan hidup di dalam terang atau gelap. Aku takut bahwa kenyataan nya terlalu sulit untuk di terima, pada akhirnya itu tidak membuat ku senang justru membuat ku sakit. " Ucap nya sambil membalas serangan Feng Taoran.
"Tebasan Phoenix Ilahi !" Feng Taoran tidak menjawab lagi jadi dia memberikan serangan terkuat miliknya yang di sertai dengan serangan es dari dua ularnya.
Kedua ular nya dengan cepat menghajar Qilin kecil yang sombong itu, Qilin kecil itu di lilit dan di serang.
Bahkan hampir setengah mati, dia menyuruh Xiao Bing dan Lin Rong Rong untuk melepaskan Qilin kecil yang sombong itu.
Qilin kecil itu terbaring di pinggir arena, Feng Taoran tertawa kecil sebelum seekor Harimau putih keluar untuk membantu Feng Taoran.
"Feng Ge , kamu ini tampak nya meremehkan ku. Kamu justru mengeluarkan Tuan Muda yang sombong itu terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kartu As mu. " Ucap nya dengan cemberut.
Tuan Muda sombong yang di maksud oleh nya adalah Qilin kecil yang di pukuli sampai pingsan itu.
"Bukan nya aku tidak ingin menunjukkan nya atau aku menjadi sombong, tapi temperamen Harimau putih ini bahkan jauh lebih buruk di banding kan dengan Qilin Kecil. " Ucap Feng Taoran sambil tersenyum masam.
Dia mengerut kan dahi sebelum Harimau putih itu mengeluarkan raungan, dia meloncat mundur. Ini adalah bentuk serangan suara yang langka.
Tiba tiba dia merasa tubuh nya berubah menjadi lebih kuat dan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya dengan erat.
"Qiu Yue, kau kah itu ?" Tanya nya dengan antusias di dalam pikiran nya.
"Jika bukan Tuan Muda ini lagi, siapa lagi yang bisa membantu mu ?" Tanya suara menjengkelkan dari dalam pikiran nya.
Dia tersenyum lebar dan berjalan mundur, raungan dari Harimau putih itu sudah tidak berpengaruh lagi di depan nya.
Dia terus berjalan dengan langkah teguh dan mendekati Feng Taoran, kedua nya bertarung dengan sengit.
"Tebasan Phoenix Ilahi !" Ucap nya lagi, sebuah goresan besar yang berwarna merah terbentuk di udara sebelum meluncur menuju Feng Taoran dengan sangat cepat.
__ADS_1
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3