
"Tidak ada, aku tidak pernah berhalusinasi. Jangan dengarkan dia. " Ucap Feng Taoran dengan kekeh.
Dia hanya mengangguk ngangguk kan kepalanya dan memilih untuk tidak bertanya lagi, dia melihat sekitar dan menyadari bahwa dari 7 pangeran yang ikut, hanya ada 1 yang bertahan.
Tapi, 6 yang lain tidak ada yang meninggal, paling paling hanya terluka. Tidak ada yang berani untuk membunuh pangeran.
Kebanyakan, yang tersisa di dominasi oleh murid ketiga klan. Dia tersenyum kala mengingat bahwa dia akan segera bertarung dengan murid Ketiga Klan.
Ada dua orang perwakilan Sekte Phoenix Langit, tiga orang perwakilan Sekte Naga Azure, dan yang terakhir adalah satu orang perwakilan Sekte Harimau Ilahi.
Ditambah dengan satu pangeran, itu artinya mereka ada 7 orang dan sisa nya berasal dari ketiga klan. Selama pertarungan sebelumnya, dia belum pernah bertemu langsung dengan orang ketiga klan.
Sungguh keberuntungan yang baik atau kalau tidak dia akan membunuhnya, dia tidak akan segan untuk membunuh orang orang ketiga klan.
Orang orang sialan itu telah membuatnya berada di ambang kematian dua kali, dia akan membuat mereka berlutut di bawah kakinya.
"Feng Ge, menurutmu berapa banyak orang yang akan masuk ke babak selanjutnya ?" Tanya nya pada Feng Taoran.
"12 orang. " Ucap Feng Taoran.
"Aku juga merasa begitu. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Baiklah, karena kalian sudah datang. Selanjutnya, kalian harus melawan orang yang namanya akan disebutkan. Yang terakhir, harus menang dua kali untuk mendapatkan kursi terakhir. " Ucap Pengamat.
"Baik." Jawabnya dengan ringan.
"Pertama, Feng Taoran dari Sekte Phoenix Langit melawan Jin Yue dari Klan Jin. " Ucap Pengamat Kekaisaran.
Dia menatap Feng Taoran dengan tatapan yang tidak dapat dijelaskan, lalu memberi semangat pada pria itu. Dia menghela nafas ringan.
Seandainya saja dia yang mendapatkan giliran untuk melawan orang orang dari ketiga klan, ini benar benar menyebalkan.
Dia kesal dan marah saat ini, tapi tidak bisa melakukan apa pun. Setelah beberapa saat, dia baru sadar kalau ternyata tidak ada wanita sama sekali disini.
Selain dia yang menyamar menjadi pria, tidak ada wanita sama sekali sejak awal dia ikut pertandingan.
__ADS_1
"Lan Ge, kenapa disini tidak ada murid wanita ?" Tanya nya dengan suara pelan pada Lan Tianjin yang duduk di belakang Yuanzheng Yuwen.
"Itu semua karena biasanya murid wanita selalu di remehkan sehingga jarang untuk dibawa ke tempat seperti ini, mereka juga biasanya sangat memperhatikan penampilan dan tidak bisa menerima luka di wajah mereka. " Ucap Lan Tianjin sambil memutar mata.
"Semuanya seperti itu ?" Tanya nya dengan terkejut.
"Ya, semuanya seperti itu jika mereka benar benar wanita. Tapi, ada beberapa wanita jadi jadian sepertimu yang menyamar sebagai pria demi mengejar ambisi mereka. "Ucap Lan Tianjin menjelaskan.
"Wanita jadi jadian kepalamu ! Aku ini wanita asli. " Ucapnya dengan teriakan tertahan.
Jika dia berteriak dengan suara lantang, bukankah semua orang akan memandangnya dengan keterkejutan ?
"Hmph, aku selalu mendengar kalau wanita sangat lemah lembut, tapi aku tidak dapat melihatnya dalam dirimu. " Ucap Lan Tianjin dengan datar.
"Hmph ! Pikiranmu terlalu kaku ! Sifat tidak membatasi jenis kelamin, kau pikir aku tidak bisa menghajarmu sekarang juga ?" Tanya nya sambil bersiap siap untuk menghajar Lan Tianjin.
"Fenghuang, kita disini untuk ikut pertandingan bukan untuk mencari masalah. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tenang sambil menahan tangannya.
"Baiklah, karena Yuwen sudah berkata begitu. " Ucapnya, sambil menarik kembali tangannya.
Di bawah seorang ahli semacam Feng Taoran, orang orang seperti ketiga klan ini hanyalah semut. Jika tidak, kenapa Feng Taoran bisa menjadi seorang Ketua Sekte ?
Itu artinya, Kekuatan Feng Taoran sudah setara dengan Ketua Sekte atau Ketua Klan mereka meskipun usianya masih muda.
Itu sudah menunjukkan betapa berbakat nya pria itu, dia tidak bisa tidak memikirkan kata kata Qian Bei. Qian Bei mengatakan bahwa Feng Taoran adalah yang memiliki bakat terendah.
Sedangkan seorang pria bernama Zhang Wei adalah orang dengan bakat tertinggi di antara mereka berempat.
"Feng Ge sudah pasti menang. Aku ingin melihat siapa yang terakhir, itu pastilah orang sial. Dia harus melawan 2 orang dan harus menang di dua pertandingan itu. " Ucap nya dengan semangat.
Seperti yang di perkirakan nya, Feng Taoran menang dan mendapat gelang kuning sebagai gantinya. Feng Taoran kembali ke tempat duduk dengan anggun.
Sedangkan dia duduk dan menunggu tapi lama kelamaan dia menjadi cemas, pertandingan demi pertandingan telah dilalui.
Tapi, namanya masih belum di panggil sementara ketiga orang di sekitarnya sudah mendapat gelang kuning semua.
__ADS_1
"Sepertinya orang yang sial itu adalah dirimu. Kamu mendapatkan nomor terakhir. " Ucap Feng Taoran sambil terkekeh di belakangnya.
Mendengar ini dia cemberut. Sudah ada 11 orang yang mendapat gelang kuning, itu artinya dia harus melawan dua orang untuk menang.
"Xue Wang Ji dari Sekte Harimau Ilahi melawan Shui Yao dari klan Shui. " Ucap pengamat Kekaisaran.
Bulu matanya yang sebelumnya sudah menurun karena tidak semangat langsung terangkat lagi, dia menjadi lebih berapi api dari sebelumnya.
"Shui, benar benar jodoh. Klan Shui, sudah seharusnya aku membuat kalian membayarnya. " Ucapnya dengan kilat kejam di matanya.
Dia ingat Shuai Cao dari klan Klan Shui yang menghina kedua orang tuanya, meskipun masih abu abu siapa yang telah menjadi penjahat besar bagi kehidupannya.
Menghina kedua orang tuanya sama saja dengan menghina dirinya, dia tidak akan bisa duduk dengan diam karena ini.
Dia terbang ke atas arena dan berhadapan langsung dengan Shui Yao, Shui Yao ini adalah adik Shui Cao. Dia mengetahui ini dari informasi yang di dapatkannya dari Rong Xian.
Tentu saja, setiap tindakan selalu ada harga yang harus di bayar.
"Xue Wang Ji, dari Sekte Harimau Ilahi. " Ucapnya sambil tersenyum manis.
"Shui Yao, dari Klan Shui. " Ucap Shui Yao dengan wajah datar.
"Shui Yao, ya ? Aku sepertinya pernah mendengar nama mu ? Apakah kau adik Shui Cao ?" Tanya nya dengan pelan.
"Kau kenal kakak ku ?" Tanya Shui Yao dengan terkejut.
"Tentu, aku tahu kakak mu. Bahkan aku tahu di mana mayat kakak mu berada. " Ucapnya dengan suara yang mirip bisikan.
"Apa ?! Bisakah kau memberitahuku ?" Tanya Shui Yao dengan cemas.
"Tentu, tapi bagaimana jika aku tidak mau ?" Tanya nya sambil menaikkan alisnya.
"Aku akan memberikan segalanya untukmu. " Ucap Shui Yao .
Dia yang mendengar ini tertawa ringan dan berjalan maju untuk mengangkat dagu Shui Yao yang sedikit lebih pendek darinya.
__ADS_1
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3