
FOLLOW INSTAGRAM AKU YAH TEMEN-TEMEN
@n.lita.s DI SANA AKU BAKALAN SHARE NOVEL-NOVEL AKU JUGA SPOILER :-)
***MAKASIHHH...
**************************************************************************************
Yoga, Jessica dan Celia baru saja selesai mendengarkan percakapan keluarga Danu melalui alat sadap yang di pasang Kris.
“Btw, lo gimana bisa dapet in rekaman ini, Jess?” Celia masih takjub dengan kecerdasan si anak manja keluarga Pratama itu.
“Gue gitu loh,” ujar Jessi sombong.
“Lo habis duit berapa buat semua ini?” masih penasaran Celia bertanya berapa banyak biaya yang Jessica keluarkan untuk membayar seorang profesional menangani masalah Radit dan Yulia.
“Nggak tau, mas Yoga yang bayar,” Jessi menunjuk suaminya yang tengah menyeruput teh manis.
Yoga mengurut kedua alisnya. “Emang iya?” tanya Yoga tidak mengerti apapun.
Jessica menganggukan kepala. “Iya hehe..”
Biasalah Jessi tidak akan mau rugi. Jika ada suami kenapa harus memakai uangnya sendiri.
“Good job..” Celia mengacungkan dua jempol untuk Jessi. Sedang Jessi mengedipkan sebelah matanya.
“Sekarang rencana kamu gimana, Cel?” tanya Yoga.
Celia paham kemana arah pertanyaan Yoga. Sahabat Radit itu pasti akan mempertanyakan bagaimana sikap Celia kedepannya terhadap Radit.
“Kamu pasti sudah tau perasaan Radit sama kamu ‘kan?” kembali Yoga melontarkan pertanyaan pada Celia. Pertanyaan pertama pun belum di jawab oleh Celia.
Jessi antusias memandang sang sahabat untuk mendengar jawaban dari Celia.
“Celia mau syuting dulu, kak,” jawaban yang tidak berkaitan dengan petanyaan Yoga.
“Lah, maksudnya ape tuh? Lo ‘kan emang tiap hari syuting,” seloroh Jessi berkomentar.
Yoga mengangguk sepemahaman dengan Jessica.
“Bener, apa hubungannya sama Radit?” tanya Yoga. “Profesi kamu sepertinya enggak akan ngaruh sama perasaan Radit,” kelakar Yoga yakin.
“Yups, gue juga setuju sama mas Yoga, masalah orang tuanya kak Radit ya?” tebak Jessi dan Celia pun menganggukan kepala membenarkan. “Gue nggak yakin gimana tanggapan orang tua kak Radit sama gue, secara gue ‘kan pernah bikin karir kak Radit anjlok karena berita negatif waktu itu,” jawab Celia.
“Iya juga sih.. menurut mas Yoga gimana?” Jessi bertanya pendapat suaminya yang sudah lebih dulu mengenal Radit dan keluarganya.
Radit berpikir sejenak sambil menopang dagunya dengan tangan. Baik Jessi maupun Celia menunggu pendapat Yoga dengan tenang.
__ADS_1
“Menurut mas sih orang tua Radit nggak masalah Radit mau sama siapa aja setelah kejadian ini,” jawab Yoga.
“Tu ‘kan, mas Yoga aja bilang gitu, apalagi yang lo ragu in?”
Jessi seakan tau Celia sedang ragu dengan perasaannya sendiri dan juga bimbang apakah ia bisa bersama Radit?
“Gue, gue takut kecewa karena ekspektasi,” ucap Celia jujur.
“Yakin aja sama kata hati lo, gue yakin apapun yang lo pilih nanti terbaik buat lo dan masa depan lo,” tutur Jessi lembut nan bijak.
“Tumben kamu pinter sayang,” Yoga mengelus rambut Jessica lembut.
“Tumben teross, aku dah dari dulu pinter mas. Kamu aka yang telat jatuh cinta,” Cebik Jessi.
“Iya-iya, maapin suamimu yang terlambat menyadari betapa suamimu ini sangat mencintaimu,” bisa juga Yoga bersikap Lebay pada Jessica.
“Ulu-ulu tayang,” Jessi memonyongkan bibirnya siap menerima kecupan hangat dari Yoga namun deheman menyadarkan mereka saat bibir Yoga hampir saja menyentuh bibir Jessi..
“Eheeeeemmm, mon maap masih ada orang disini,” keluh Celia si jomblo dengan kepastian yang masih belum pasti.
“Hehehe, makanya buruan nikah,” ejek Jessi bercanda.
“Dasar kalian menyebalkan,” Celia bangkit dan meninggalkan keduanya menuju kamar tamu.
Flashback Markas Raka
“Begini tuan, nona, saya sudah menemukan fakta baru mengenai nona Yulia,” ucap Kris menjawab pertanyaan Yoga.
Yoga dan Jessi menaikan alisnya serempak. “Katakan Kris, kami akan mendengarnya,”
Kris menganggukan kepala dan menyerahkan selembar foto seorang lelaki dan bayi laki-laki.
“Siapa ini Kris?” tanya Jessica.
“Jadi, begini nona orang yang ada di foto itu adalah suami siri Yulia. Namanya Tomi, mereka menikah empat tahun yang lalu saat Yulia masih berada di Jawa timur, menurut informasi nona Yulia enggan mengakui anak kandungnya karena keadaan. Nona Yulia kembali ke Jakarta atas permintaan orang tuanya untuk menerima perjodohan dengan tuan Radit dan meninggalkan Tomi,”
Jessi menutup mulutnya karena tidak percaya Yulia bisa sejahat itu meninggalkan anak kandungnya sendiri.
“Astaga, aku tidak percaya mbak Yulia setega itu sama anak nya sendiri,” kelakar Jessi.
“Lanjutkan Kris,” titah Yoga.
“Saya menemukan fakta lain bahwa Tomi saat ini tengah mencari keberadaan Nona Yulia dan akan tiba di Jakarta sehari sebelum tanggal pernikahan Tuan Radit dan Nona Yulia,” lanjut Kris menjeda ucapnya. “Tuan Tomi juga bersedia membantu menggagalkan pernikahan asal bisa bertemu dengan nona Yulia,”
Yoga dan Jessi menganggukan kepala paham.
“Baguslah kalau begitu, kau atur saja Kris. Juga, apa misi sebelumnya sudah berhasil Kris?”
__ADS_1
“Sudah nona, saya menempatkan alat pelacak dan perekam di tas nona Yulia,” jawab Kris.
“Bagus, semoga kita mendapat bantuan dari alat itu. Lalu, kau siapkan rencana selanjutnya sedetail mungkin, Kris. Jangan sampai ada kesalahan. Saya mau bagaimana pun caranya Radit dan Yulia gagal menikah,” permintaan Yoga kali ini terdengar serius dan menginginkan hasil maksimal.
“Saya akan usahakan yang terbaik, Tuan,” ucap Kris.
“Terimakasih, Kris. Kita serahkan semuanya padamu,” Jessi hanya berharap Kris bisa melakukan pekerjaanya dengan baik.
Flash back off
Keesokan paginya Celia sudah bangun bahkan sebelum Shubuh.
“Astaga Celia, kenapa bangun sepagi ini?aku masih mengantuk,” Jessi mengomel sembari mengucek mata nya yang masih berat. Celia terlalu pagi mengetuk pintu kamar Jessi.
“Apa kau lupa aku akan keluar negeri?”
“Hah, sekarang?Hari ini?” Jessica ingat namun tidak menyangka Celia akan berangkat hari ini tepat di hari pernikahan Radit.
“Iya, malam nanti jam delapan,”
“Kamu nggak nunggu Radit?” Yoga menyembul dari belakang Jessi. Lelaki itu langsung bangun mendengar Celia akan pergi.
Celia menggelengkan kepalanya. “Celia rasa saat ini bukan waktu yang pas kak. Celia nggak mau memanfaatkan keadaan, biarlah waktu yang menjawab kisah aku dan kak Radit,” jawab Celia tidak mau memanfaatkan kekacauan kegagalan pernikahan Radit sebagai keuntungan bagi dirinya untuk bersama Radit.
“Tapi saya rasa Radit akan berpikiran lain, dia pasti senang bisa bersama kamu setelah banyak hal yang kalian lalui,” menurut Yoga yang bisa membaca pikiran Radit.
“Kali ini gue setuju sama mas Yoga, lo sabar dulu kek nunggu kak Radit. Gue yakin kak Radit pasti bakalan nyusulin lo kesini setelah tau kebusukan Yulia,” bujuk Jessica.
Namun, Celia tetep keukuh pada pendiriannya untuk pergi.
“Maaf, Jess,” lirih Celia.
“Hm, ya udah kalau itu keputusan lo. Gue cuma bisa dukung,” Jessi merentangkan tangannya dan Celia pun memeluknya.
“Ntar lo harus jenguk in gue yaa, sekalian kita liburan di luar. Jarang-jarang kan kita liburan di luar negeri?” Ucap Celia.
“Pasti gue nyusulin lo, tapi nunggu Salsa cuti. Biar kita samperin lo dan liburan bareng,” semangat Jessica.
“Gue pamit ya..” Celia melepaskan pelukan dari Jessi. “Celia pamit kak,” berpamitan pada Yoga.
“Hati-hati, biar Kris yang antar kamu.” Celia mengangguk.
.
.
.
__ADS_1
Masih ada bonus Chapter Insyaallah besok yaa, siap-siap ketemu Abang Jordan dan Salsa ..