
“Kak, Naya sudah tidak punya tabungan lagi. Semua tabungan Naya sudah dalam dompet ini. Kakak bisa ambil semuanya, dan mulai hidup baru yang lebih baik.” Naya menyerahkan dompet make up miliknya yang berisi uang cash hasil dari ia menarik seluruh tabungannya. Senilai lima belas juta Naya berikan pada Devina. Dengan harapan Devina bisa menggunakan uang itu untuk menyewa kos dan memulai hidup yang baru.
Devina menghitung seluruh uang yang diberikan oleh Naya, ia berdecih kala melihat jumlahnya yang menurutnya hanya sedikit. “Apa hanya ini tabunganmu?Kau pasti bohong, aku tau papa mu selalu memberimu uang jajan lebih.” Selidik Devina.
Naya menggelengkan kepalanya. “Sudah aku serahkan pada papa, Kak. Kakak tau kondisi keuangan papa juga sulit karena ulah kita.” Lirih Naya merasa bersalah. Karena dirinya lah keluarganya hancur.
“Karenamu, bukan karena kita. Jika bukan karna informasi bodohmu, kita tidak akan seperti ini.” Pekik Devina menyalahkan Naya.
“Kanapa kakak menyalahkanku? Bukankah semuanya salah kakak, kakak juga yang berambisi. Aku dan kakak sama!” Sergah Naya. “Mau aku ingatkan siapa yang paling berambisi di antara kita??” Niatnya agar Devina sadar bukan malah menyalahkan Naya.
Flash back On..
Naya sedang menemani Devina spa di hotel milik Pratama Group. Tidak disangka saat keluar masuk mereka melihat Jessi yang sedang menuju kamar hotel dimana Yoga dan kliennya sedang bertemu. Naya dan Devina pun mengikuti Jessi.
Awalnya Naya tidak tau mengapa harus mengikuti Jessi, ia dipaksa oleh Devina. Devina pun menceritakan siapa Jessi dan bagaimana Devina berniat merebut kembali Yoga dari Jessi. Hingga akhirnya Naya teringat akan kisah masa lalu.
2 tahun yang lalu. Saat dirinya awal naik ke bangku kelas sebelas, Naya sempat menyatakan cinta pada Rio, kakak tingkat Naya di SMA sekaligus tetangga satu komplek dengan Naya. Namun, Naya di tolak oleh Rio. Dengan alasan Rio sudah memiliki seseorang yang dia cintai. Naya yang menjadi kesal dengan penolakan Rio pun mencari segala cara untuk mengetahui siapa perempuan yang Rio suka. Sampai akhirnya ia menemukan fakta bahwa Jessi lah yang Rio suka. Tidak sulit menemukan Jessi karena mereka satu sekolah. Sejak mengetahui Jessi adalah perempuan yang disukai Rio, Naya sempat ingin menggangu Jessi namun niatnya diketahui oleh sahabat Rio. Rio pun memberi peringatan keras pada Naya, lelaki itu juga mengatakan membenci sikap Naya yang kekanak-kanakan. Sejak saat itu Rio dan Naya bersikap seperti orang asing.
Sampai tiba pada saat Naya melihat Jessi bersama Yoga, niat buruknya muncul kembali. Apalagi terpengaruh oleh hasutan Devina. Ia pun akhirnya merencanakan scandal Yoga dan Jessi dan ia juga yang menjual informasi tentang Yoga beserta foto-foto Yoga, Jessi du hotel pada media.
Flash back off
“Tidak jadi, kak. Iya, Naya yang salah.” Mengingat betapa bodohnya dia. Jelas saja pihak Pratama Group langsung mengincarnya karena jelas dia yang sudah menjual informasi tentang Yoga dan Jessi pada media.
__ADS_1
“Cih, nyesel gue kerjasama sama anak kayak lo.” Devina berdecih lalu berlalu meninggalkan Naya sendiri an di depan halte Bus.
Naya menghela nafas berat. “Aku lebih menyesal karena terhasut omonganmu, kak.” Lirih Naya.
Devina akan pergi ke Lampung ke rumah lama nenek nya. Untuk sementara ia akan tinggal disana menumpang pada neneknya, karena keluarganya di Jakarta tidak menginginkannya.
Sementara Naya, gadis itu kembali ke rumah sakit untuk menjenguk papanya. Lain halnya Devina dan Naya, Rio memilih pergi ke luar negeri untuk melupakan Jessica. Satu-satunya cara melupakan Jessica adalah pergi dari Indonesia.
Satu tahun lima bulan kemudian.
Saat ini Jessica tengah kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Ia mengambil jurusan fashion designer. Sejak kecil Jessica memang sudah menyukai dunia fashion, ia mewarisi bakat dari mommy Ayu.
Sehari-hari Jessica menghabiskan waktunya untuk kuliah dan belajar bisnis dengan mommy Ayu. Sementara ia dan Yoga harus berpacaran secara long distance relation karna Yoga sedang berada di luar negeri untuk mengurus bisnis Adam yang sedang mengalami masalah hukum disana. Sudah 5 bulan Yoga di luar negeri. 3 bulan di Jepang dan 2 bulan di Australia.
Apakah pacaran secara long distance relation itu mudah? Tentu tidak, Jessi dan Yoga seringkali cekcok karena menahan rindu. Apalagi Jessi, ia mudah sekali memancing emosi Yoga karena hal-hal kecil. Namun, meskipun sering sekali bertengkar baik Jessi maupun Yoga, keduanya tidak pernah mengucap kata putus. Hanya pernah saling berdiam selama satu minggu, hingga akhirnya Yoga yang kalah. Lelaki itu yang menghubungi Jessi duluan.
Apa yang Jessi dapatkan dari perang dingin dengan Yoga?gadis itu menjadi tidak fokus pada kuliahnya, juga pada pekerjaanya. Mood Jessi yang buruk pun memakan korban, mommy Ayu yang tidak tau apa-apa terkena imbas kekesalan Jessi.
“Jess, kamu sudah dewasa, sudah kuliah. Jangan moody an dong!” Tegur mommy Ayu. Jessica cemberut, gadis itu sibuk menggeser-geser layar ponslenya, berselancar di sosial media sambil berbaring di sofa empuk ruang kerja mommy Ayu.
“Mom, Jessi besok weekend mau ke Australia” Kata Jessi datar.
Mommy Ayu mengerut keningnya. “Mau nyusul Yoga?” Pertanyaan yang sudah jelas jawabnya. Ya, kalau tidak untuk menyusul Yoga, mau apa lagi Jessi pergi ke luar negeri.
__ADS_1
“Nggak, mau cari kanguru. Ya, iyalah Jessi mau nyusul kak Yoga.” Kelakar gadis itu sambil memutar bola matanya malas.
“Oh.. ya udah pergi aja.” Horang kaya mah bebas. Mau keluar negeri kapan saja asal dokumen beres dan lengkap tinggal pergi tanpa memusingkan biaya.
“Pinjem in jet Daddy, dong.” Bujuk Jessi.
“Nggak bisa, kamu naik pesawat biasa aja. Latihan mandiri dong!” Tolak Ayu.
“Ih, mommy kok pelit sih.” Cibir Jessi. “Pinjem in ya mom, bilangin ke Daddy, Plis.” Mulai menyerang Ayu dengan sikap ikut dan memanyunkan bibirnya.
“Minjem aja sendiri, mommy pokoknya nggak mau bantu.” Tolak Ayu untuk yang kedua kalinya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Ketukan pintu mengakhiri percakapan antara ibu dan anak perempuan itu. Ayu bersyukur jadwal pertemuannya bisa membuat Ayu terbebas dari rengekan Jessi.
Sementara Jessi, ia tidak kehabisan akal. Gadis itu meminta tolong Jordan untuk membujuk Daddy Raka namun hasilnya nihil. Baik Jordan maupun Raka menyuruh Jessi pergi dengan pesawat komersial.
Disini lah Jessica sekarang, ia telah tiba di Sidney beberapa waktu yang lalu dan langsung menuju hotel tempatnya menginap. Semua keperluan Jessi baik akomodasi maupun yang lainnya sudah di urus oleh orang suruhan papa Wisnu. Calon ayah mertua Jessi itu memang sangat pengertian dan bisa diandalkan.
“Yes, akhirnya gue sampai juga.” Merebahkan dirinya di kasur empuk kamar hotel. Jessi melirik jam tangan mahalnya. “Masih ada waktu dua jam sampai kak Yoga selesai meeting, gue tidur bentar ah.” Tanpa perlu waktu lama gadis itu lansung terlelap ke alam mimpi.
Jessi memang tau jadwal Yoga selama di luar negeri, berkat jalan ninja nya mendekati papa Wisnu. Siapa lagi jalan ninja Jessi jika bukan calon mertuanya. Papa Wisnu bisa dengan mudah mengetahui jadwal Yoga selama di laur negeri.
.
__ADS_1
.
.