
“Devina, kau lupa satu tahun ini akulah yang membiayai hidupmu. Dan, beraninya kau mengharapkan pria lain.” Lelaki itu mencengkeram erat rahang Devina.
“Maaf, Budi, aku minta maaf.” Ucap Devina terbata-bata.
Plak.. setelah mencengkeram lelaki itu menampar pipi Devina keras. “Dasar wanita murahan!”
Devina menyentuh pipinya yang terasa perih akibat tamparan keras Budi. Air mata menetes begitu saja, ia kira kabur dari Budi dan pergi ke Jakarta akan bisa terlepas dari lelaki itu. Namun, Devina salah. Budi justru menyusul Devina ke Jakarta. Rencananya memiliki Yoga gagal dan ia harus kembali dalam cengkeraman Budi. Inilah akhir dari keserakahan Devina, ia yang tidak puas dengan suaminya demi menggapai Yoga. Malah bertemu dengan lelaki kasar dan arogan yang terobsesi menjadikannya mainan seumur hidup.
Flashback on
Setelah pertemuannya dengan Devina di Mall, Yoga menyadari Devina mengikutinya sampai ke apartemen. Ia terpaksa berpura-pura marah pada Jessi saat itu, karena menyadari de ini masih berkeliaran di dekat apartemennya.
Yoga juga memeriksa CCTV apa saja yang Devina lakukan di sekitar apartemennya. Dari sana Yoga yakin Devina perempuan yang jahat.
Flashback off
Satu bulan berlalu, ingatan Yoga kembali membaik. Kini ia dan Jessi tengah memepersiapakan penikahan mereka. Rencana pernikahan mereka pun sudah dalam tahap akhir, dari Wo hingga baju adat sudah disiapkan. Undangan pun mulai di sebar.
Pernikahan keduanya akan di gelar sederhana di kediaman Raka. Tepatnya di halaman rumah Raka yang luas. Jessi sengaja tidak mau memaki hall room, gadis itu ingin menjadikan moment pernikahannya terkenang dengan akad dan acara yang diadakan di rumah.
Meskipun sederhana, tamu undangan tetap banyak yang datang. Dari karyawan perusahaan hingga relasi bisnis kedua keluarga. Hanya saja, wartawan tidak diizinkan meliput acara tersebut.
Hari H pernikahan..
Jessi dirias dengan adat Jawa, kebaya putih yang akan ia kenakan saat akad sangat cocok di tubuh gadis itu. Kebaya simpel dengan full payet yang menambah kesan glamor namun tetap elegan. Di pasukan dengan sanggul Jogja putri oleh mua asli Jogja.
“Lo cantik banget, Jess.” Suara yang sangat Jessi rindukan. Jessi menoleh kearah pintu.
“Salsaaaa.” Berdiri dengan girang hendak berjalan namun susah karena jarik yang ia kenakan. Kedua tangannya terbuka lebar menyambut kedatangan Salsa.
“Selamat inces, akhirnya nikah sama pangeran juga.” Memeluk Jessi penuh kasih.
“Makasih, gue kangen banget sama lo. Gue nangis tau nggak waktu lo bilang nggak bisa pulang pas akad gue.” Melepaskan pelukannya, air matanya hampir menitik haru saat sahabat yang awalnya tidak bisa hadir tiba-tiba datang.
“Mana mungkin gue nggak dateng di acara pening ini. Gue pasti dateng lah.”
__ADS_1
“Lo, kapan sampai?” Tanya Jessi.
“Baru aja, dari Jogja gue langsung kesini.” Canda Salsa.
“Hilih, bo’ong. Pasti kemarin ‘kan? Sama kak Jo ‘kan?” Tebak Jessi dan Salsa hanya tersenyum tipis.
Memang benar Salsa pulang bersama Jordan. Namun, itu terpaksa karena Jordan memaksa. Sejujurnya Salsa lebih memilih pulang naik kereta dari pada satu pesawat dengan Jordan.
“Sudah waktunya, kak.” Rey datang dengan kesulitan berjalan akibat jarik yang ia kenakan. Bocah itu juga berpakaian dengan adat Jawa lengkap dengan blangkon.
“Iya, iya.”
Jessi berjalan di apit oleh Daddy Raka dan mommy Ayu menuju tempat akad. Untuk Yoga sudah menunggu di tempat akad. Sementara di belakang Jessi Rey berjalan berdampingan dengan yangti dan yangkung. Dan, dibelakangnya lagi Jordan nampak merangkul lengan Salsa dengan mesra. Setelah terjadi sedikit perdebatan di ruang rias, Salsa mengalah dan menurut berjalan berdampingan dengan Jordan.
Dengan satu kalo tarikan nafas Yoga berhasil menjadikan Jessica resmi menjadi istrinya.
“Sah!” Kata saksi dan beberapa tamu undangan serentak.
“Alhamdulillah.”
***
Jessi gugup bukan main saat tiba malam pertama bagi dirinya da Yoga.
“Sakit nggak ya?” Gumam Jessi takut.
Krekk .. Yoga keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Dan, tangan kanannya mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil.
Jessi memandang ke arah Yoga dan menelan salivanya. Pemandangan yang langka dan perdana, dimana Yoga hanya memakai celana boxer tanpa baju atasan. Air menetes ke dada bidang Yoga saat lelaki itu mengibaskan rambutnya ke kanan dan ke ke kiri.
“Kenapa kamu?” Tanya Yoga membuyarkan pikiran Jessica yang sudah traveling terlalu jauh.
“Ng-nggak papa.” Jawab Jessi terbata-bata.
Yoga berjalan mendekati Jessi. Lelaki itu sedikit membungkuk an badanya dan berbisik di telinga Jessi. “Kamu sudah siap ‘kan?” Bisik Yoga dengan sensual.
__ADS_1
Bulu kuduk Jessi tiba-tiba merinding ada perasaan gelayar aneh saat Yoga membisikkan kata itu. Apalagi saat Yoga yang tiba-tiba menggigit kecil telinganya. Semacam aliran listrik terasa menyengat di tubuh Jessi. Perasaan apa ini?
“KA-kak Yoga mau apa?” Jessi mendorong tubuh Yoga agar menjauh.
“Hahaha, lucu kamu.” Mengacak rambut Jessi dengan gemas. Lalu, Yoga merebahkan tubuhnya di kasur milik Jessica.
Hah, sudah? Hanya begitu saja? Pikir Jessi heran, ia mengira Yoga akan mengajaknya melakukan malam pertama namun melihat dari gelagat Yoga sepertinya tidak.
“Sini.” Yoga menepuk bagian kosong di sebelahnya dan merentangkan panjang lengan tangannya. Jessi pun berangsur mendekat dan membaringkan tubuhnya disana. Ia berbantal lengan Yoga dan menghadap ke arah Yoga yang sudah memposisikan tubuhnya menghadap Jessi.
“Ayo kita tidur!” Mengecup puncak kepala Jessi.
“Kita nggak melakukan itu kak?” Tanya Jessi sambil membenamkan kepalanya di dada bidang Yoga.
“Melakukan itu apa?” Yoga terlihat menahan tawa saat Jessi menanyakan hal itu.
“Itu lho kak.”
“Iya, itu apa?”
“Itu, yang biasa di lakukan pengantin baru saat malam pertama.” Kata Jessi malu. Ia tidak menyangka akan mengucapkan kata-kata itu.
“Kamu mau?”
Deg... Jessi terdiam, apa benar ia mau dan sudah siap?
Lagi-lagi Yoga tertawa melihat kelakuan Jessi yang malu-malu tapi mau. Dengan sekali gerakan Yoga berpindah posisi di atas Jessi, sementara Jessi dengan posisi di bawah Yoga dan menatap Yoga. Yoga mencium lembut bibir Jessi hingga terjadilah malam pertama yang panas bagi keduanya.
“Pelan, kak. Sakit.” Rintih Jessi saat Yoga mulai memasuki dirinya.
“Oke sayang.”
Ritual suami istri itu berakhir dini hari. Jessi yang kelelahan melayani suaminya pun terlelap tanpa peduli dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Sementara Yoga yang masih terjaga memandangi istrinya dengan penuh cinta. Gadis yang dulu selalu ia anggap menyebalkan kini benar-benar menjadi istrinya. Gadis itu bahkan membuatnya jatuh cinta tanpa logika.
“I love you, Jessica Rahardian Pratama.” Bisik Yoga sambil mengecup kening Jessi dan turut menyusul Jessi ke alam mimpi.
__ADS_1
*End ..Sampai jumpa di season 2 Radit dan Celia **🥰*