
FOLLOW INSTAGRAM AKU YAH TEMEN-TEMEN @n.lita.s DI SANA AKU BAKALAN SHARE NOVEL-NOVEL AKU JUGA SPOILER :-)
MAKASIHHH...
***********************************************************************************
Celia tiba di green recidence yang langsung disambut hangat oleh Jessi. Jessi memeluk Celia erat kala melihat
Celia turun dari mobil dengan wajah sembab. Sudah bisa dipastikan Celia menangis sepanjang perjalanan menuju green residence.
“Its okay..” Jessi memapah Celia masuk kedalam rumah. Membawa Celia menuju ruang keluarga.
Jessi menunggu hingga Celia merasa tenang barulah dia bertanya apa yang terjadi kenapa dia bisa bersama
Raditt sepagi ini. Dan, mengapa dia bertengkar dengan Radit.
“Kenapa, hm?” tanya Jessi lembut.
“Lo ngungkapin perasaan ke kak Radit terus ditolak?” tebak Jessi.
Celia menggelengkan kepalanya.
“Lo lihat kak Radit lagi sama pacarnya?”
Celia menggelengkan kepalanya lagi.
“Terus, kenapa kalian bertengkar?” tanya Jessica.
Celia terperangah dari mana Jessi tahu dia dan Radit baru saja berrtengkar. Dari tatapan kaget Celia, Jessi bisa
tau apa yang ada di pikiran Celia. “Tadi Kak Radit telepon mas Yoga. Minta tolong sama gue buat nyari tau keberadaan lo, dia bilang khawatir sama lo. Kalian habis bertengkar dan lo pergi gitu aja,” ucap Jessi menjelaskan.
Mau Celia bungkam pun Jessi pasti akan segera tau. Lebih baik Jessi tau dari dirinya sendiri daripada
mendengarkan dari orang lain.
“Gue kemarin jalan sama kak Radit,” Celia mulai bercerita. Jessica mengangguk, “lalu?”
Mulai menjelaskan dengan detail. “Gue nemenin kak Radit ke Malang ketemu rekan bisnisnya, setelah itu kita
jalan-jalan ke Jatim Park Ii.” Jessi masih mendengarkan tanpa menyela penjelasan dari Celia sesekali Jessi mengangguk-anggukan kepalanya.
“Kita ketinggalan pesawat akhirnya nginep di Malang. Kita balik ke Jakarta tadi pagi. Awalnya kak Radit
mau ke apartemennya buat ngambil baju kerjanya baru nganterin gue pulang. Tapi…” ucapan Celia menggantung membuat Jessi penasaran.
“Tapi apa?”
“Kita ketemu mbak Yulia di apartemennya kak Radit.” Jawaban Celia langsung membuat Jessi membungkam
mulutnya dengan kedua telapak tangan, matanya pun mendelik. “Astaga, kalian perang?” tebak Jessi.
“Dia jambak gue..” jawab Celia.
“Terus lo bales ‘kan?Lo pasti balas dan menang ‘kan?” tanya Jessi tidak sabaran.
__ADS_1
“Iyalah gue menang..” balas Celia mengingat bagaimana Yulia akhirnya kalah dan melepaskan tangannya dari rambut Celia.
Puk .. Jessi menepuk bahu Celia. “Gue yakin sih lo pasti menang.” Kata Jessi bangga pada sahabatnya.
“Tapi..”
“Apa lagi, dia maki-maki lo?”
Celia menganggukkan kepalanya. Jessi langsung berdiri berapi-api. “Beraninya dia maki lo, gimana dia maki
lo?Biar gue kasih pelajaran, enak aja Cel-Cel gue mau di maki-maki,”
“Dengerin gue dulu,,” Celia menarik tangan Jessi agar kembali duduk di sebelahnya.
“Memang masih ada lagi?” tanya Jessi. Dan, Celia menganggukkan kepalanya.
“Kak Radit ngungkapin perasaanya sama gue..”
“Maksudnya gimana?”
“Kak Radit bilang suka sama gue, dia bilang dia cinta sama gue.” Kata Celia..
“Ooooemjiii, kak Radit bilang gitu ke lo?” tanya Jessi shock, sedikit percaya dan sedikit tidak. Apa yang
Celia katakana selanjutnya akan membuat Jessi lebih shock. “Di depan mbak Yulia..”
“What?” Saking kagetnya suara Jessi sedikit meninggi. “Sorry, gue kaget.. Kak Radit bilang suka sama lo di
depan mbak Yulia?” tannya Jessi memastikan dengan suara lirih.
atau sedang halu.
“Nggak lagi halu sih..” Gumam Jessi berpendapat.
“Gue serius, Jess..” tekan Celia..
“Oke, oke. Wait, biar gue mikir bentar.” Jessi terdiam cukup lama untuk berpikir. “Terus mbak Yulia gimana?”
Jessi penasaran dan akhirnya Celia menceritakan semua yang terjadi hingga dia memutuskan pergi dari
tempatnya mendengar pengakuan cinta Radit.
“Gue sekarang harus gimana, Jess?” pertanyaan itu menjadi penutup dari curhatan Celia menyangkut pengakuan
Radit.
Secara garis besar mendengar cerita dari Celia, Jessi bisa memprediksi apa yang terjadi. Jessi sendiri
menjadi sedikit pusing akan cinta rumit sahabatnya itu, di satu sisi Jessi bahagia perasaan Celia akhirnya terbalaskan namun di satu sisi Jessi juga kasihan pada Celia yang menjadi orang ketiga di hubungan orang lain. Saat ini Radit masih bersama Yulia, akan sangat egois bagi Celia jika tetap menerima perasaan Radit. Jessi juga merasa iba pada Yulia. Bagaiamana pun mereka sama-sama perempuan. Bukan hal baik menyakiti sesama perempuan karena sebuah keegoisan. Celia pun berpikiran yang sama dengan Jessi. Ia merasa tidak enak
pada Yulia.
Namun, berbeda dengan Yulia. Yulia tidak berpikir keegoisannya akan menyakiti Radit. Sepulang dari apartemen
Radit Yulia justru berpikir keras untuk menjauhkan Radit dari Celia. Juga berpikir bagaiamana membuat Radit tetap berada disisinya. Entah perasaan Radit seperti apa yang terpenting bagi Yulia adalah memiliki raga Radit. Masih ada kesempatan untuk membuat Radit tetap berada disisinya.
__ADS_1
**
Celia pun menginap di rumah itu bersama Jessi yang ditinggal Yoga pergi ke luar kota. Menuruti permintaan Daddy
Raka dan mommy Ayu setiap Yoga pergi ke luar kota Jessi akan tinggal di rumah mommy Ayu yang penjagaanya bagus.
“Lo nggak kasih tau kak Radit kalau gue disini ‘kan?” Celia bertanya was-was pada Jessi. Dia tidak ingin
bertemu Radit untuk saat ini. Lebih baik menghindari Radit saat ini. Dia juga tidak mau dijadikan orang ketiga retaknya hubungan Radit dan Yulia.
Jessi menjawab dengan gelengan kepala. “Gue sih enggak kasih tau. Tapi nggak tau kalau mas Yoga,” jawabnya
santai sambil mengunyah irisan apel merah yang baru saja di hidangkan si bibik.
“Duh.. jadinya gimana sih kasih tau apa enggak?Kalian kasih tau ke kak Radit enggak?” tanya Celia panik.
“Enggak..” jawab Jessi.
“Enggak mungkin nggak kasih tau maksudnya, hehe.” Jessi meralat sambil terkekeh kecil.
“Jessiiiiii..” geram Celia kesal menjitak kecil kepala Jessi.
“Ya gimana, kasihan kak Radit khawatir banget sama lo. Gue ‘kan punya hati nurani,” jawab Jessi.
“Kalau kak Radit kesini gimana, dong?Gue nggak mau ketemu kak Radit, Jes.” Ucapnya was-was.
“Nggak kok.. Dia nggak bakalan kesini,” kata Jessi ringan.
“Tau darimana?”
“Dari kak Radit sendiri. Kata Mas Yoga dia akan menghindar karena kamu merasa enggak nyaman sama pengakuan cintanya dia,” Jessi berucap sesuai apa yang Yoga ceritakan padanya via telepon
beberapa saat yang lalu.
“Serius kak Radit bilang gitu?”
Jessi mengangguk.
“Syukurlah,” Celia merasa lega akhirnya Radit bisa berpikir dengan jernih. Setidaknya dia bisa meminimalisir
rasa bersalahnya pada Yulia jika Radit sudah memahami kesalahannya.
Jessi menatap Yulia dengan tatapan menyelidik. “Bener-bener syukurlah atau kecewa nih, kak Radit nggak
nyamperin lo kesini?” tanya Jessi.
“Apaan sih, gue beneran bersyukur kak Radit nggak kesini. Lagi pula gue nggak mau terlibat urusan cinta dia sama
mbak Yulia.” Jawab Celia.
“Kalau ternyata hubungan mereka emang udah berantakan sejak lama bahkan sebelum Kak Radit mempunyai perasaan sama lo, gimana?”
Pertanyaan Jessi kali ini tidak bisa Celia jawab. Celia diam dalam keheningan. Jika dia bukan menjadi penyebab
utama retaknya hubungan Radi dan Celia apakah keadaan akan berubah?Bolehkan Celia sedikit berharap dia bukan penyebab retaknya hubungan Radit dan Celia?
__ADS_1