Pengacara Tampanku

Pengacara Tampanku
Bab Raka dan Ayu


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam akhirnya Raka dan Ayu tiba di bandara Soekarno Hatta Tangerang. Ia tiba pukul 09:00 WIB. Raka dan Ayu pulang ke Indonesia menggunakan jet pribadi nya.


“Aku kok nggak tenang sih mas.” Kata Ayu tiba-tiba.


“Kamu dari semalam juga ngomong gitu, Yu.” Ya, sejak semalam Ayu merengek minta pulang ke Indonesia karena merindukan ketiga buah hatinya. Padahal pekerjaan Raka belum sepenuhnya beres, namun, Raka juga merindukan anak-anaknya. Sampai di putuskan dini hari mereka pulang ke Indonesia.


“Jam segini anak-anak di sekolah, kita mau langsung pulang atau ke perusahaanmu, mas?” Tanya Ayu.


“Ke perusahaan dulu.”


Karena kepulangan mereka yang mendadak, Raka lupa mengabari Leo untuk menjemputnya. Alhasil mereka harus menghubungi Leo dulu. Raka menghidupkan ponselnya hendak menghubungi Leo untuk menjemputnya.


“Loh, itu Leo. Gercep banged dia, padahal kamu ‘kan, baru hubungin mas? udah sampai aja.” Ayu melihat Leo dan dua orang pengawal menghampiri mereka.


“Aku belum menghubungi Leo, Yu.” Kata Raka yang baru berhasil menghidupkan kembali ponselnya. Raka melihat ke arah pandangan mata Ayu. “Ponselku baru nyala.” Banyak sekali notif panggilan masuk, paling banyak dari si bungsu Rey.


“Kenapa banyak sekali panggilan masuk?” Gumam Raka merasa ada yang tidak beres.


“Apa, mas?”


“Nggak, papa.”


Leo dan pengawalnya sampai di hadapan Raka.


“Selamat pagi Tuan, nyonya.” Sapa Leo.


“Pagi, Leo.” Seperti biasa Ayu selalu ramah menjawab sapaan bawahan Raka.


“Hm. Tau dari mana kamu saya pulang hari ini, saya belum ngabarin kamu?” Raka menatap Leo dengan tatapan menyelidik. Pasti ada yang tidak beres, apalagi gelagat Leo nampak mencurigakan.


“Apa ada masalah?” Tebak Raka. Leo pun mengangguk. Ayu sendiri bisa melihat anggukan kepala Leo, Ayu jadi penasaran.


“Anak-anak, baik-baik saja ‘kan Leo?” Masalah apa? Jika, masalah perusahaan Raka pasti sudah tau dari kemarin.


“Ke mobil dulu, Tuan, nyonya. Saya jelaskan di perjalanan.” Ucap Leo.


Ayu dan Raka pun mengangguk. Sementara dua pengawal mengambil alih koper Raka dan Ayu.


“Berita apa-apaan ini?” Geram Raka membaca berita yang viral pagi ini dari iPad Leo. Dimana berita itu mengenai putri kesayangannya.


Scandal! Pengacara terkenal nomor satu di negeri ini booking gadis SMA di hotel!

__ADS_1


Siswa cantik dan pengacara tampan ***-*** di hotel.


Gadis SMA yang open BO.


Dimana dari beberapa judul berita juga menampilkan foto Jessi dan Yoga bergandengan tangan. Foto Jessi masuk ke hotel masih dengan seragam SMA. Foto Jessi dan Yoga masuk ke dalam kamar dan keluar dari kamar. Wajah keduanya pun tanpa sensor sama sekali.


“Astagfirullah, Jessi dimana sekarang?Jessi baik-baik saja ‘kan Leo?” Ayu terlihat cemas setelah membaca berita itu.


“Masih di sekolah, nyonya. Tuan muda Jordan sudah membawa Bodyguard untuk melindungi nona Jessi.” Jawab Leo.


“Suruh Kris urus perusahaan yang menerbitkan berita itu!” Tegas Raka.


“Sedang di lakukan, Tuan.” Jawab Leo.


“Cari dalangnya Leo, saya mau tau. Dan, apa motifnya! Saya tidak percaya hanya wartawan biasa yang melakukan itu!” Kali ini nyonya muda yang memberi perintah.


“Baik, nyonya.”


“Maaf, tuan, nyonya jika pertanyaan saya lancang, apa mereka memang pacaran?” Leo sendiri juga penasaran pada hubungan Yoga dan Jessi.


“Pacaran!” Jawab Raka dan Ayu serempak.


“Kamu tau, mas?” Ayu tidak menyangka Raka tau Yoga dan Jessi sudah pacaran. Padahal Ayu sendiri tidak pernah memberitahu Raka. Dari mana Raka tau?


Padahal Raka tau dari Rey. Putra bungsunya itu tidak bisa berbohong saat Daddy nya bertanya tentang Jordan dan Jessica. Rey dengan polosnya memberitahu Raka jika Jessi dan Yoga pacaran.


“Mau tim hukum ku apa tim hukum mu, mas yang ambil kasus ini?” Tanya Ayu. Ayu tidak akan membiarkan orang-orang yang mencemarkan nama baik putrinya bebas begitu saja. Sudah pasti baik Ayu maupun Raka akan mengambil jalur hukum pada pihak yang sengaja menyebarkan berita itu.


“Biar tim hukum perusahaan ku saja, lagi pula Yoga termasuk tim hukummu.” Jawab Raka.


“Baiklah. Ah, gadis kecil kita akhirnya membuat masalah ya, mas?” Ayu terkekeh mengingat Jessi kecil.


“Parah lagi masalahnya.” Raka ikut terkekeh. “Siapkan konferensi pers, Leo!!” Kata Raka.


“Baik, Tuan. Tapi, pihak Hanggara Group sudah memberi konfirmasi, mereka juga akan mengadakan konferensi pers untuk scandal Tuan Yoga dan Nona Jessi.” Jawab Leo.


“Oh, Adam sudah, tau?”


“Ya, pasti tau lah mas.”


“Iya juga sih. Ya sudah, kamu atur saja Leo di gabungkan atau mau sendiri-sendiri konferensi persnya.” Imbuh Raka.

__ADS_1


“Baik, tuan.”


“Kita ke sekolah Jessi atau gimana, mas? Ayu bukannya nggak percaya sama Jordan, Ayu yakin Jordan bisa jagain adeknya, tapi tetep aja Ayu cemas, mas.” Kata Ayu kembali khawatir pada Jessi.


“Kita pulang saja, Jordan pasti bisa melakukan tugasnya sebagai kakak.” Jawab Raka. Toh, Jordan sudah saatnya belajar mengurusi masalah. Raka akan menganggap masalah Jessi ini sebagai latian bagi Jordan mengatasi masalah.


“Rey dimana, Leo?Dia pasti cemas lihat foto kakaknya di sosial media apalagi di beritakan yang jelek-jelek?” Ayu teringat si bungsu yang sangat menyayangi Jessi.


“Tuan kecil sudah kembali ke rumah nyonya.”


“Baiklah.”


Sementara di kediaman Tuan Wisnu, Nabila mondar mandir sambil menggerutu. Ia kesal dengan berita miring yang menyeret Yoga dan Jessi.


“Sayang, kamu nggak capek mondar-mandir dari tadi?” Tanya Adam.


“Iya, kamu itu udah kayak gangsing an, Bil. Kesana kemari sambil menggerutu.” Ucap papa Wisnu.


Nabila berhenti mondar-mandir dan berdiri tepat dihadapan suami dan mertuanya.


“Mas Adam sama papa ini gimana sih?” Nabila berucap lalu menjeda ucapannya mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. “Mas Adam sama papa kok bisa tenang gini lihat berita, itu Yoga sama Jessi loh yang diberitakan. Bukan orang lain, tapi Yoga sama Jessi! Mana bisa Nabila tenang.” Gerutu Nabila kesal.


“Ya terus mas harus gimana, Bil? Mas ‘kan nunggu Yoga pulang, biar dia kasih penjelasan dulu baru kita tau langkah apa yang harus di ambil. Mas juga sudah suruh Tio mempersiapkan konferensi pers, mas sudah hubungi pihak mas Raka juga. Tapi, mas Raka belum bisa dihubungi. Leo sama Kris yang handle masalah ini sementara.” Ucap Adam menjelaskan.


“Iya, Bil. Kita tenang dulu, tunggu Yoga pulang.” Kata papa Wisnu.


“Ya kita ‘kan bisa tekan media untuk menarik pemberitaan itu, mas.” Tekan Nabila.


“Itu sudah pihak Hanggara Group yang tangani, Bil.” Ucap Adam.


“Oh, ya sudah kalau gitu.” Nabila pun tenang. Hanya tinggal menunggu Yoga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa bisa Yoga dan Jessi berada di hotel itu.


“Papa nggak nyangka Yoga luluh juga sama Jessi.” Kelakar papa Wisnu yang sudah tau riwayat pengejaran Jessi dari kecil hingga sekarang. Jessi yang selalu memanggil Wisnu opa itu sering menceritakan betapa Jessi sangat menyukai Yoga.


“Tenang pa, bentar lagi nambah mantu.” Ujar Adam.


“Semoga ya, Dam. Nanti, kalau Yoga pulang kamu tekan dia ya, buat aja dia cepet-cepet nikahin Jessi haha.” Kata papa Wisnu seraya tertawa. Nabila sendiri hanya geleng-geleng kepala, ini mertua nya bukannya khawatir malah girang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2