
Di sebuah apartemen seorang perempuan dewasa tengah menonton siaran televisi. Kedua manik matanya tak berkedip sedikitpun melihat siaran televisi yang isinya mendadak berita gosip. Dari beberapa Channel televisi yang ia tonton isinya hanya berita gosip seorang pengacara terkenal berduaan di hotel dengan gadis SMA.
“Gila, gue yakin kelar karir tu wartawan setelah tau siapa gadis yang bersama Yoga.” Gumam perempuan itu.
Ting tong.. ting tong..
“Siapa sih yang bertam pagi-pagi gini.” Gerutu perempuan itu. Ia beranjak dari duduknya untuk membuka pintu apartemennya.
Ting tong.. “Iya, tunggu sebentar.” Sahut perempuan itu sedikit berteriak.
Perempuan itu membuka pintu apartemennya.
“Devina?” Kaget perempuan itu melihat siapa yang bertamu.
“Iya, gue Devina! Kaget lo?” Devina menerobos masuk ke dalam apartemen perempuan itu tanpa menunggu sang pemilik apartemen mempersilahkan masuk.
“Lo tau dari mana apartemen gue?” Tanya perempuan itu menyusul Devina setelah menutup pintu.
“Gue tau dari seseorang, lo kenapa si Cla?Lo ngindar dari gue, lo masih aja mau bersaing untuk dapat in Yoga?” Devina duduk di sofa ruang tamu dengan salah satu kaki ia silangkan di kaki yang lainnya.
“Gak, gue udah berhenti ngarepin Yoga.” Kata perempuan itu lalu duduk di sebelah Devina.
“Bagus deh kalau lo sadar, Yoga emang cuman buat gue!”
“Lo juga seharusnya sadar diri, Dev. Berhenti ngarepin Yoga, dia bukan lagi Yoga yang mencintai lo. Lo juga udah berkeluarga.” Ucap perempuan itu.
Devina malah tersenyum sinis. “Gue udah cerai, sekarang gue bebas ngejar Yoga, gue yakin Yoga bakal balik ke gue.” Jawab Devina. “Dan, Yah siapapun nggak bisa milikin Yoga kecuali gue.” Lanjut Devina terlalu percaya diri.
Perempuan itu geleng-geleng kepala sambil menghela nafas berat. Sahabatnya itu masih sama, arogan dan terlalu percaya diri pikirnya. “Dev, lo rela cerai sama suami lo demi ngejar Yoga??Lo pasti nyesel, Dev. Gue udah pernah bilang sama lo, Yoga itu nggak sendiri, Dev, dia punya pacar.” Ujar perempuan itu. Devina malah tersenyum mengejek. “Pacar?Sugar baby maksud lho, Cla? Asal lo tau Clara, pacar Yoga yang lo maksud itu cuman gadis SMA yang nggak seberapa. Dia nggak selevel sama gue.”
Gak selevel? Apa mata Devina buta? Oh, mungkin dia belum bertemu Jessica. Batin Clara, Yah perempuan itu adalah Clara. Sahabat Yoga dan Devina. Clara sendiri sudah tau siapa Jessi, saat mengetahui siapa Jessi, Clara memutuskan mengubur cintanya pada Yoga. Ia sadar diri siapa saingannya.
“Dev, lo nggak tau siapa pacar Yoga, jangan terlalu percaya diri.” Tegur Clara.
“Gue tau, cuman gadis biasa. Gue juga tau rumah dia, masih kalah sama keluarga gue. Oh, ya, dia juga udah hancur sekarang. Lo nggak lihat berita?Gue yakin Yoga bakalan ninggalin dia karena scandal saat ini, lagian gue tau betul keluarga Yoga bukan keluarga sembarangan. Gue yakin mas Adam nggak mungkin restuin Yoga sama gadis SMA itu. Mereka beda derajat.” Ucap Devina sambil tersenyum. Devina salah mengira Jessi hanya berasal dari kalangan biasa karena pernah membuntuti Yoga mengantar Jessi pulang, dan, kala itu Jessi pulang ke rumah Salsa yang sederhana. Mendengar ucapan Devina yang sepertinya tidak tau menahu tentang Jessi pun Clara hanya bisa melongo.
__ADS_1
Beda derajat? Ampun Devina, lo sama Yoga yang beda derajat. Mereka itu satu kasta Devina, sama-sama keluarga konglomerat!! Rasanya Clara ingin meneriaki Devina kata itu agar sahabatnya itu sadar. Yoga bukan sosok yang bisa Devina gapai lagi. Namun, Clara malas. Toh, Devina tidak akan percaya dengan ucapan Clara. Biar saja Devina shock mengetahui siapa Jessi yang sebenarnya.
“Bentar deh, lo kayak seneng banged lihat Yoga dan gadis itu jadi pemberitaan?Lo juga percaya diri banged kalau Yoga bakalan ninggalin gadis itu karena masalah ini, gimana kalau Yoga malah makin sayang sama gadis itu?” Tanya Clara.
“Nggak mungkin, mana mungkin keluarga Yoga mau punya mantu gadis SMA murahan.” Cibir Devina sambil mengibas-ibaskan tangannya.
Devina benar-benar halu.
“Bukan lo ‘kan Dev pelakunya?” Tiba-tiba saja Clara berpikir ada yang tidak beres dengan Devina. Melihat bagaimana bahagia dan percaya dirinya saat ini, membuat Clara curiga Devina lah dalang dari gosip Yoga dan Jessi.
“Hahaha, kalau gue emang kenapa?” Tantang Devina dengan tawa membahana.
Kalau lo, gue cuma kasihan aja sama nasib lo ntar, Dev. Batin Clara.
“Gue cuma berharap semoga bukan lo, gue nggak mau lihat hidup lo dan keluarga lo hancur karena kebodohan lo, Dev.” Tutur Clara tulus. Clara tentu akan sangat menyayangkan jika benar Devina dalang dibalik gemparnya hubungan Yoga dan Jessi. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan keluarga Jessi lakukan pada Devina jika benar Devina lah dalangnya. Sementara Clara sendiri sudah pernah merasakan imbas berurusan dengan Jessi, ia tidak bisa berkerja sama dengan Pratama Group bahkan tidak bisa menginjakkan kaki di semua hotel Pratama Group hanya karena sepatah kata dari Jessi.
“Bukan gue, kok.” Ucap Devina datar.
“Syukurlah, kalau bukan lo.” Clara sedikit bernafas lega.
“Siapa, Dev?”
“Gue juga baru kenal, yang gue tau dia temen gadis itu.” Jawab Devina. “Udah, lo jangan tanya-tanya terus, gue laper. Ada makanan nggak?” Devina bangkit menuju dapur untuk mencari makanan.
***
Di ruang keluarga kediaman papa Wisnu nampak tegang. Seluruh keluarga tengah menatap tajam satu orang. Yaitu, Yoga. Yoga sudah sampai beberapa menit yang lalu dan langsung menuju ruang keluarga. Disana sudah ada papa Wisnu, Adam dan Nabila.
“Kamu nggak mau menjelaskan apa yang terjadi sama mas, mbak mu dan papa, Ga?” Adam buka suara karena kesal Yoga tak kunjung bicara.
“Kamu nggak lagi sariawan ‘kan, Ga?” Saut Nabila kesal.
“Kalian berdua sabar sedikit, adik kalian itu lagi pusing mikirin pacarnya.” Kali ini papa Wisnu yang angkat bicara.
“Nah, itu papa baru bener.” Ucap Yoga.
__ADS_1
“Kan, benar apa kata papa. Dia itu udah bucin akut sama Jessica. Padahal dulu aja sok-sok an jual mahal.” Sindir papa Wisnu.
“Ya dulu ‘kan, belum cinta, pa.” Tukas Yoga.
“Sudah, jangan mengalihkan pembicaraan kamu, Ga. Sekarang jelaskan sama mas, kenapa kamu sama Jessi bisa berada di hotel?” Tanya Adam menuntut penjelasan dari Yoga.
Yoga pun menjelaskan pada keluarganya bagaimana ia dan Jessi bisa berada di hotel yang sama. Berawal dari Jessi yang pergi ke apartemen Yoga dan Yoga sedang meeting dengan klien di hotel sampai Jessi yang menyusulnya hingga saat Yoga mengatar Jessi pulang.
“Tapi, kalian nggak melakukan yang melewati batas ‘kan?” Tanya Nabila khawatir. Jika Yoga sampai melewati batas pada Jessi, Nabila akan sangat malu. Apa yang akan ia katakan pada Ayu?
Yoga menggelengkan kepalanya. “Yoga masih bisa tahan, mbak.” Jawab Yoga.
“Hm, nggak bisa dibiarkan ini. Kamu bisa saja kelepasan kalau di biarkan, jalan satu-satuannya kalian nikah saja!” Kata papa Wisnu serius.
“Yoga sih siap-siap saja, pa. Tapi, Jessi nya gimana?Dia masih sekolah.” Ucap Yoga.
“Benar kata Yoga, pa.” Nabila ikut menimpali. Dulu saat ia menikah dengan Adam memang masih usia muda tapi setidaknya sudah lulus SMA. “Belum tentu juga mas Raka dan mbak Ayu restuin hubungan kalian.”
Yoga menatap Nabila kesal. “Kok gitu?”
“Yah, belum tentu mereka mau punya mantu om-om ‘kan Ga?” Ucap Nabila tanp rasa bersalah sedikit mengejek.
“Pffttt.” Adam hampir tertawa namun ia tahan saat melihat wajah Yoga yang berubah pias.
“Mbaakkk.” Rengek Yoga tidak terima. Bukannya memberi semangat, Nabila malah membuat dirinya semakin Down.
“Lah, mbak ‘kan cuman ngomong kenyataan, Ga.” Mengangkat kedua bahunya lalu menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang karena sebentar lagi si kembar pulang sekolah. Setelah Nabila berlalu ke dapur Yoga, Papa Wisnu dan Adam membahas hal yang penting. Saatnya mereka serius mengurus scandal Yiga dan Jessi.
.
.
.
.
__ADS_1