
Sebelum mengakhiri konferensi pers nya, baik Raka maupun Ayu menegaskan akan mengambil jalur hukum pada orang-orang yang sempat menghina Jessi dan mencemarkan nama baik keluarga Pratama.
Setelah konferensi pers berakhir Raka dan keluarganya kembali ke rumah utama.
Flash back on
Raka menyuruh Rey untuk memanggil Yoga yang tengah berada di kamar Jessica. Setelah Yoga bergabung dengan Raka dan yang lainnya termasuk Adam dan papa Wisnu, Yoga mengatakan dengan lantang berniat melamar Jessi pada Raka. Awalnya semua orang kaget dengan tindakan Yoga, mereka mengira Yoga membuat keputusan itu secara mendadak karena scandal nya dan Jessi. Namun, setelah Yoga menjelaskan bahwa dirinya telah mempertimbangkan semua nya secara matang, Raka dan yang lainnya pun setuju.
Sebagai syarat dari Raka, mereka bertunangan dulu sampai Jessi lulus SMA. Setelah Jessi lulus SMA, Yoga boleh menikahi Jessi. Tidak masalah kuliah setelah menikah.
Dan, akhirnya pertunangan mereka pun diputuskan.
Flash back off
Hari H pertunangan Jessica dan Yoga. Acara pertunangan Jessi dan Yoga di gelar sangat meriah, baik Raka maupun Adam mengundang hampir seluruh relasi bisnis mereka. Itu pun belum ditambah tamu dari mommy Ayu, tamu dari Nabila dan juga tamu dari Yoga. Raka sengaja menggelar pertunangan Jessi dengan mewah sekaligus mengenalkan putri nya kepada rekan-rekan bisnisnya, tentu saja Raka juga ingin pamer karena calon menantunya cukup berpengaruh di negeri ini. Bagaimana tidak Yoga yang berprofesi resmi sebagai seorang pengacara itu juga bisa dikatakan pengusaha. Yoga memiliki banyak kedai coffe shop dan restoran yang menu utamanya adalah gudeg, di 11 provinsi di Indonesia. Belum lagi Yoga mempunyai saham di Hanggara Group dan di beberapa perusahaan besar.
Tidak hanya rekan bisnis, sahabat-sahabat Raka dan Adam pun datang menyaksikan pertunangan Jessi. Acara pertunangan itu juga mengundang beberapa artis ibu kota untuk memeriahkan acara.
Sementara Raka dan yang lainnya sedang berbahagia menyapa tamu, berbeda dengan Jessi yang berada di ruang make up, gadis itu nampak gugup.
Seperti mimpi yang menjadi nyata bagi Jessica, ia bisa bertunangan dengan lelaki pujaannya sejak kecil. Lelaki yang sering kali mengabaikannya sebentar lagi akan menjadi tunangannya.
“Rey, kakak udah cantik belum?” Melihat dirinya sendiri di cermin. Make nya begitu sempurna, tidak ada cela sama sekali. Jessica di rias bak putri raja.
“Terlalu menor.”
“Rey....” rengek Jessi kesal. Bagiamana mungkin riasan Jessi yang secantik itu dikatakan terlalu menor, padahal sangat pas di wajah Jessica.
“Iya, iya, cantik.” Rey malas menyapa para tamu, bocah itu memilih menemani Jessica di ruang make up.
Kriet.. Jordan datang membuka pintu ruang make up. “Udah siap? Kalau udah, kita turun sekarang!” Ucap Jordan sambil mengancingkan kancing jas nya.
“Mommy, mana?”
“Mommy sibuk menyapa tamu sama Daddy. Kita turun bertiga aja.” Jawab Jordan.
__ADS_1
“Eits, jangan lupakan kita!” Serobot Salsa dan Celia yang baru saja datang. Kedua sahabat dekat Jessi itu tidak akan menyia-nyiakan moment penting saat ini.
“Kalian para laki jalan di belakang, gue sama Salsa yang gandeng Jessi!” Kata Celia.
“Mana bisa gitu? Gue adiknya, harusnya gue yang gandeng kak Jessi!” Protes Rey.
“Iya, gue kakaknya. Harusnya gue sama Rey yang gandeng Jessi!” Jordan ikut menimpali. Jessi sendiri hanya bisa menoleh kesana kemari melihat perdebatan antara sahabatnya vs saudaranya.
“Nggak bisa, kita ciwi-ciwi yang lebih cocok gandeng Jessi.” Tolak Salsa.
“Betul!” Dukung Celia.
“No, gue sama kak Jordan udah di kasih mandat sama mommy buat gandeng kak Jessi, kalian jalan di belakang!” Tegas Rey.
“Setujuh !” Sahut Jordan.
“Nggak bisa!” Teriak Salsa dan Celia bersamaan bahkan Jessi sampai menutup kedua telinga nya.
“GU-gue jalan sendiri aja, nggak usah ada yang gandeng. Udah gitu paling adil.” Ucap Jessi menengahi.
Jessi mengenal nafas pasrah. ‘Bisa-bisa gagal tunangan gue, karena terjebak mereka di kamarnya ini.’
“Jessi sama saya saja, saya ‘kan tunangannya!” Suara yang menyelamatkan Jessi dari kekacauan.
Semuanya menoleh ke arah pintu masuk, dimana Yoga berjalan menghampiri mereka.
‘Apa saya datang di waktu yang tepat?’ Bisik Yoga pada Jessi. Jessi pun mengangguk. Yoga menjulurkan tangannya kepada Jessi yang langsung di sambut oleh tangan Jessi. Jessica pun berdiri, ia merangkul lengan Yoga dengan mesra.
“Ya udah, gue sama Celia jalan di depan meraka. Kalian di belakang!” Perintah Salsa pada Jordan dan Rey.
Akhirnya pertunangan Jessi dan Yoga berjalan lancar. Setelah pertunangan, Yoga dan Jessi menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan wartawan mengenai hubungan keduanya. Sontak pertunangan Jessi dan Yoga langsung menjadi trending topik malam itu.
Setelah acara selesai semua keluarga kembali ke kediaman masing-masing. Kecuali Jordan yang masih tinggal di hotel untuk mengurus beberapa hal.
***
__ADS_1
“Dimana, dia?” Tanya Jordan pada pengawalnya.
“Silahkan tuan muda.” Salah satu pengawal Jordan membuka pintu kamar hotel. Jordan melangkah masuk ke dalam kamar diikuti okeh pengawalnya.
“Tu-tuan muda.” Lirih seorang gadis di dalam kamar itu. Jordan berjalan mendekati gadis itu, sementara gadis itu perlahan mundur hingga tubuhnya mentok ke dinding. Dengan satu gerakan Jordan mencengkeram erat rahang gadis itu. “Apa yang kau lakukan tadi?Kau mau merusak acara pertunangan adikku?” Gertak Jordan dengan nada tak bersahabat.
Gadis itu geleng-geleng kepala, dia kesulitan berbicara karena Jordan mencengkeram rahangnya.
“Tidak cukup hukuman yang saya berikan pada keluargamu?” Tanya Jordan.
Air mata luruh begitu saja di pipi gadis itu namun tak membuat Jordan merasa iba. Jordan justru semakin merasa jijik dengan gadis di hadapannya itu. “Cih..” Jordan berdecih dan melepaskan tangannya dari gadis itu. Ia membalik tubuhnya melangkah menuju sofa dan mendudukkan dirinya di sana. Sementara gadis itu tubuhnya merosot ke lantai.
Perlahan gadis itu menghapus air matanya. Ia menguatkan dirinya untuk berdiri dan mendekati Jordan. Gadis itu duduk di lantai dengan bersimpuh di hadapan Jordan.
“Maafkan saya tuan, saya mengaku salah. Apa yang saya lakukan pada nona Jessi benar-benar murni kesalahan saya, tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga saya. Saya mohon hukum saya saja, jangan libatkan keluarga saya. Tolong jangan hancurkan perusahaan papa saya, hancurkan saya saja, tuan.” Gadis itu bersimpuh sambil memohon pada Jordan untuk memaafkannya.
‘Benar juga, kenapa gue hancur in keluarganya?Kasihan juga dia. Hiss, ingat Jordan, dia sudah membuat Jessi menderita.’
“Tuan, papa saya terkena serangan jantung karna perusahaan tiba-tiba bangkrut.” Ucap gadis itu dengan suara bergetar. “Sa-saya datang ke pertunangan nona Jessi bukan untuk membuat masalah, tapi untuk meminta maaf. Sungguh, saya berani bersumpah.”
“Perusahaan ayahmu bisa saja ku kembalikan, tapi apa balasanku?”
“Apapun yang tuan minta.” Ucap gadis itu.
“Apa kau bersedia menjadi kacungku?”
Naya terdiam sesaat. Dia bingung, menjadi kacung? Bukankah itu sama saja menjadi pembantu, namun satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan perusahaan San kesehatan papanya hanya Jordan.
.
.
.
.
__ADS_1
Cie ku kasih cuplikan cerita Jordan nanti ya, nyempil doang di sini. Dan, siapa Naya, apa motif Naya membantu Devina akan ada di bab-bab selanjutnya..