
Seperti biasa saat jam kuliah kosong, Jessi akan menghabiskan waktunya di AA butik cabang yang menjadi tanggung jawabnya.
Sesekali mommy Ayu pun datang ke AA butik yang di kelola Jessi untuk mengecek keadaan. Seperti saat ini, sudah satu jam Ayu berada di butik.
Baru saja Jessi dan Ayu berniat makan siang, tiba-tiba ponsel Jessi berdering. Ada satu panggilan masuk dari yangti (nenek Jessi) yang berada di Yogyakarta. Yangti mengabarkan Salsa terkena musibah tabrak lari.
Setelah berkomunikasi dengan yangti mengenai keadaan Salsa, Jessi pun memutuskan ke Yogyakarta saat itu juga. Ia meminta bantuan asisten Ayu untuk mencarikan tiket penerbangan tercepat ke Yogyakarta. Di temani oleh Ayu, Jessi pun berangkat ke Yogyakarta.
Sebelum berangkat ke Yogyakarta, Jessi menyempatkan menelepon Celia untuk mengabarkan musibah yang menimpa Salsa.
***
Semua orang dengan ekspresi masing-masing saat mendengar Salsa kecelakaan.
“Salsa kecelakaan?” Tanya Radit dan Dito bersamaan.
Celia mengangguk. “Gimana nih kak, ada jadwal yang wajib banget nggak minggu ini?” Celia bertanya pada manajernya.
Manajernya pun mengecek ulang jadwal Celia yang berada di iPad nya. “Paling penting besok tanda tangan kontrak sama pemotretan majalah, Cel. Kalau yang lainnya masih bisa di tunda.” Jawab manajernya setelah membaca ulang jadwal Salsa.
“Kalau gitu tolong buat besok jadwalku pagi semua bisa nggak kak?Atau di ganti hari ini, sampai malam lembur gak papa.” Tanya Celia menawar.
“Coba aku diskusikan sama pihak mereka ya!”
“Semoga bisa, kak.”
Yoga memeriksa ponselnya, mengirim pesan ke Jessi. Sementara Jordan hanya diam, namun tangannya mengepal. Berbeda dengan Naya yang berusaha mencuri pandangan mengamati perubahan ekspresi di raut muka Jordan.
Drtt... Drtt.. Kali ini ponsel Jordan yang berbunyi.
“Daddy?” Gumam Jordan.
Jordan beranjak berdiri dan menjauh dari ruangan Yoga untuk menjawab telepon dari Raka. Bahkan, ia sengaja keluar dari ruangan Yoga.
__ADS_1
“Ya, Dad.”
‘Kamu dimana, Jo?”
“Lagi di kantor kak Yoga, Dad. Tumben Daddy telepon Jordan?” Raka tidak akan menelpon jik bukan hal penting dan mendesak.
‘Daddy mau minta tolong sama kamu, gantikan Daddy menemui klien Daddy. Klien Daddy sedang menginap di hotel kita yang ada di Jogja, kamu temui beliau dan pandu beliau selama liburan di Jogja.’ Ucap Raka si seberang.
Ada perasaan lega yang tidak bisa di ungkapkan oleh Jordan saat ia mendapat tugas penting dari Raka.
“Bisa, Dad. Kapak Jordan harus ke Jogja?” Tanya Jordan semangat.
‘Sore ini kamu berangkat, sekertaris Daddy yang akan siapkan pesawat dan keperluan kamu. Oh, iya mommy sama adik kamu juga lagi di Jogja. Salsa kecelakaan katanya, kamu bantu urus kalau misal butuh pengacara atau apa.’
“Baik, Dad.”
‘Oke, itu dulu. Daddy tutup.’ Raka pun mengakhiri sambungan teleponnya.
Jordan kembali masuk ke ruangan Yoga namun berpapasan dengan Celia yang keluar dari ruangan Yoga.
“Iya, Jo. Mau lanjut pemotretan, biar besok pagi bisa langsung ke Jogja. Gue kepikiran Salsa secara bokapnya kan kerja di luar negeri.” Jawab Celia mendramatisir keadaan.
Bener juga kata Celia. Jordan terdiam.
“Gue duluan, Jo.”
“Eh, oke.” Celia dan manajernya berlalu meninggalkan kantor Yoga.
“Kamu kok lama sih, Jo?” Tanya Naya dengan suara manja.
“Urusan kerjaan.” Jawab Jordan datar.
“Oh, iya. Kamu ada urusan apa kesini, Jo?” Tanya Yoga.
__ADS_1
Jordan pun menjelaskan pada Yoga perihal kedatangannya ke kantor Yoga untuk meminta bantuan pada Yoga mengurus kontrak Naya dengan salah satu rumah produksi.
“Kalau itu sama Radit ya, Jo.” Sengaja Yoga melempar pekerjaan itu pada Radit. “Bisa ‘kan, Dit?” Melirik Radit sedikit melotot.
“Siap, tenang, Jo. Percayakan kontrak mengontrak sama gue.” Ucap Radit serius.
“Oke kak, kalau gitu Jordan titip Naya ya kak.”
“Kamu mau pergi, Jo?” Tanya Naya kecewa.
“Sorry, Nay. Gue harus ke kantor Daddy, ada urusan penting. Lo jelasin masalah kontrak lo sama kak Radit sendiri gak papa ‘kan?”
“Nggak papa sih.”
Radit dan Naya pergi ke ruangan Radit. Sementara Jordan dan Dito masih di ruangan Yoga.
“Lo nggak ke Jogja, Ga?” Tanya Dito.
“Kerjaan gue banyak banget, gue udah kasih tau kantor cabang gue yang di Jogja kalau misal Jessi datang minta bantuan.” Jawab Yoga.
“Pasti butuh bantuan, apalagi tabrak lari. Dan, gue yakin cewek lo itu nggak bakalan diem aja sahabatnya di tabrak lari.” Tebak Dito.
“Permasalahannya dia bisa sabar atau nggak, gue gak yakin.” Yoga hafal betul tabiat tunangannya yang sedikit bar-bar.
“Gue ntar sore berangkat ke Jogja kok kak, biar masalah Salsa, Jordan yang urus.” Ucap Jordan menyahut.
Dito dan Yoga melirik Jordan.
“Memang harusnya lo ke Jogja.” Ucap keduanya serentak.
Sementara Jordan terlihat kikuk.
.
__ADS_1
.
.