Pengacara Tampanku

Pengacara Tampanku
Kesal


__ADS_3

Sesekali Yoga melirik ke arah Jessi, lelaki itu sedikit penasaran pada Jessi yang sibuk dengan ponselnya.


Bocil ngapain sih?Sepenting itu kah ponselnya?Biasanya juga ngerecokin gue.


Jessi sepertinya sadar dengan lirik kan Yoga. Ia mengabaikan ponselnya sejenak dan menatap Yoga, mereka sekali lagi bersitatap dalam jarak yang cukup jauh sekitar 3 meter an.


“Kenapa, kak?” Pertanyaan Jessi yang tiba-tiba membuat Yoga merasa gugup.


“Eh, gak papa.” Mengalihkan padanya kembali pada tumpukan dokumen di depannya.


Gaje bange sih.


Jessi kembali fokus pada ponselnya, dan saat itu pula ponsel Jessi berdering, ada satu panggilan masuk dari Rio, bos sekaligus kakak kelas Jessi saat SMA.


Jessi menggeser ikon hijau di layar ponselnya ke atas.


“Hallo, kak Rio?” Menjawab panggilan telepon Rio.


‘Kamu nggak lupa, kan, Jess?’


Jessi nampak berpikir sejenak, apa ya?Dia ada janji apa ya dengan Rio. Ah, Jessi pun teringat ia akan menemani Rio membeli beberapa kebutuhan untuk dekorasi spot baru di cafe nya. Spot yang cukup instagramable.


“Oh, nggak kok. Kak Rio sekarang dimana?”


‘Aku di cafe sekarang, kalau bisa kita berangkat lebih awal saja.’ Ajak Riko pada Jessi.


Jessi melirik jam datangnya.


“Em, boleh deh, kak. Jessi jalan ke sana sekarang, mungkin 30 menit Jessi sampai.” Jessi berucap pada Rio.


‘Oke, saya tunggu!Kamu hati-hati di jalan.’


“Siap, kak.”


Setelah mengakhiri teleponnya, Jessi turun dari kursi kebesaran Yoga. Ia melangkah ke arah Yoga untuk mengambil tas nya. Dilihatnya Yoga masih sibuk dengan pekerjaanya.


“Kak, Jessi pulang ya!” Pamitnya pada Yoga.


“Sudah mau pulang?Tumben?” Pertanyaan itu lolos bergitu saja dari mulut Yoga, rasanya Yoga enggan melepaskan Jessi pulang. Padahal biasanya lelaki itu mengusir Jessi berulang-ulang namun Jessi tidak mau pulang.


Apa ini?Apa karena Yoga mendengar Jessi akan menemui lelaki lain?Dan, siapa pula kak Rio itu? Yoga diam-diam memasang kedua telinganya lebar saat Jessi bertelepon dengan Rio.

__ADS_1


“Jessi ada acara, kak. Besok main kesini lagi.” Yoga merasa senang Jessi akan datang lagi kekantornya, ia hanya menyembunyikan perasaan senang nya itu agar Jessi tidak besar kepala.


“Oke, kamu hati-hati.” Jessi pun menangguk.


Yoga tidak mengantar Jessi keluar kantornya karena memang tidak pernah. Jessi terbiasa datang dan pergi sendiri.


***


Rio dan Jessi menuju salah satu mall terbesar di Jakarta. Mereka ke store yang menjual batang-barang interior cafe.


Jessi memilih beberapa kayu rotan dan juga vas bunga yang terbuat dari rotan. Juga kayu-kayu yang bisa digunakan untuk mendekor spot baru di cafe Rio.


“Jes..” Rio dan Jessi tengah berada di food court Mall itu untuk minum.


“Apa kak?”


“Kamu kenapa kerja, bukannya kamu anak orang kaya?” Rio selalu ingin menanyakan alasan Jessi kerja part time. Karena yang Rio tau Jessi termasuk anak orang berada bisa dilihat dari fashion Jessi yang sederhana namun terlihat berkelas, juga barang yang Jessi gunakan adalah branded baik tas maupun sepatu dan jam. Apalagi gadis itu mempunyai mobil sendiri, dan mobilnya bisa dikatakan tidak murah.


“Em, pengen aja sih, kak. Gimana rasanya dapat duit dari hasil keringat sendiri.” Ya walaupun alasan utamanya adalah demi membelikan kado untuk Yoga. Tapi, Jessi juga tidak berbohong, gadis itu ingin tau bagaimana susahnya mencari uang.


“Orang tua kamu tau?”


Jessica menggeleng. “Mommy sama Daddy nggak tau, kak.”


“Kamu nggak takut Mommy sama Daddy kamu marah, kalau tau kamu kerja part time?” Banyak hal yang ingin Rio ketahui tentang Jessi. Semua hal tentang Jessi membuat Rio penasaran.


“Nggak, palingan cuman nanya-nanya doang.” Jessi menjawab dengan santainya. Jessi berulah sampai masuk kantor polisi saja Daddy Raka tidak marah apalagi Jessi hanya bekerja part time.


Rio mengangguk-anggukan kepalanya. “Yakin nggak mau, makan?” Melihat Jessi yang hanya minum boba. Jessi pun menggelengkan kepalanya.


“Masih kenyang, kak.” Ya iyalah, dia habis makan sushi di kantor Yoga.


Tanpa Jessi dan Rio sadar ada sepasang mata memperhatikan mereka. Dia adalah Dito, sahabat Yoga yang bekerja di kepolisian. Dito tengah makan di food court bersama temannya, ia melihat wajah Jessi dan teringat gadis yang pernah ia hadang mobilnya.


Dito pun diam-diam memotret kebersamaan Jessi dan Rio lalu mengirimkannya pada Yoga.


Bocil lo jalan sama cowok lain xixixi.


(Foto Jessi dan Rio)


***

__ADS_1


Yoga baru saja sampai di apartemennya. Ponselnya berdering, ada pesan masuk dari Dito.


“Jessica, dengan siapa dia?” Gumam Yoga.


Lalu ada pesan masuk lagi dari Dito. Yoga membaca pesan dari Dito, ada perasaan kesal di dalam hatinya melihat Jessi bercanda dengan lelaki lain. Perasaan apa ini??


Bocil lo kayaknya nyerah ngejar lo_Dito.


Tu anak tadi main ke kantor gue, ngga taunya udah sampai Mall aja_Yoga.


Oh, jadi lo nggak jadi nemuin gue karena Bocil lo itu. Nggak taunya di tinggal selingkuh xixix_Dito


Pesan bercanda dari Dito berhasil membuat Yoga kesal, lelaki itu mengepalkan tangannya dan mengumpat.


Si Alan!


Yoga ingin menelepon Jessi tapi tidak ada alasan untuk menelpon nya. Selain itu Yoga juga merasa gengsi jika menelepon Jessi lebih dulu. Biasanya Jessi yang akan aktif menghubungi Yoga entah itu telepon atau sekadar pesan text.


“Siapa dia, apa dia pacar Jessi?Bukannya gue calon suaminya??”


Sekarang saat Jessi dekat dengan Rio baru Yoga mengakui bercandaan Jessi yang selalu mengakui Yoga sebagai calon suaminya.


Arggh..


Kesal, lelah, semua jadi satu. Yoga menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Mencoba mengistirahatkan tubuhnya namun gagal, bayangan Jessi muncul di benaknya.


Shit..


Yoga bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia berganti pakaian casual dan menyambar kunci mobilnya yang berada di dalam nakas.


Yoga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Mall tempat Jessi dan Rio berada. Sampai di Mall Yoga berkeliling Mall memasang tajam penglihatannya mencari Bocil nya. Cukup lama Yoga berkeliling Mall mencari-cari Jessi namun Yoha tak dapat menemukan Bocil nya itu. Akhirnya Yoga menyerah, ia kembali pulang. Toh jika ketemu Jessi di Mall, apa yang akan Yoga katakan pada Jessi. Yoga tidak mungkin mengaku pada Jessi jika dia memberi Jessi, bisa turun harga diri Yoga.


Sebelum pulang Yoga mampir ke rumah Dito, Yoga ingin mengobrol dengan Dito sekalian berbasa-basi menanyakan tentang Jessi dan Rio. Yoga sangat yakin lelaki yang bersama Jessi adalah kak Rio yang tadi sempat berlepotan dengan Jessi saat Bocil itu berada di kantornya.


.


.


.


Instagram: @nlita.s (khusus novel)

__ADS_1


Update Spoiler dari karya aku..


__ADS_2