
FOLLOW INSTAGRAM AKU YAH TEMEN-TEMEN
@n.lita.s DI SANA AKU BAKALAN SHARE NOVEL-NOVEL AKU JUGA SPOILER :-)
***MAKASIHHH...
**************************************************************************************
Jessi menikmati waktu santainya sambil menonton drama dengan sang sahabat ketika ponselnya berdering.
“Gue angkat telepon dulu..” dia menjauh dari Celia agar Celia tidak mendengar percakapan Jessi dengan sang penelepon.
“Bagaimana Kris?” Tanya Jessi pada Kris, orang kepercayaan Daddy Raka yang kini ia tugaskan untuk mengurus masalah Celia.
“Sudah ketemu, nona.” Jawab Kris.
“Baiklah, bawa ke tempat Daddy. Aku akan kesana setelah makan malam.” Jawab Jessi.
“Baik, nona.”
“Oh, iya. Terimakasih sudah mengurus video itu.” Jessi yakin orang yang sudah menghapus video negatif tentang Celia adalah Kris, bukan tim Yoga maupun Radit.
“Sudah menjadi tugas saya, nona.” Balas Kris.
Jessi kembali bersama Celia di kamar tamu.
“Siapa yang telepon?” tanya Celia.
“Suami gue dong.” Jawab Jessi berbohong sambil cengengesan.
“Halah pamer..” Cebik Celia kesal.
“Haha ya biarin gue punya suami, haha.” Jessi terkekeh senang bisa menggoda Celia.
Tok.. tok.. suara ketukan pintu terdengar, keduanya pun menoleh.
“Kenapa, Bi?”
“Ada tamu, nona.”
Tamu? Jessi dan Celia saling pandang. Siapa tamu yang berani datang ke rumah Jessi. Tidak ada yang tahu rumah yang saat ini Jessi tempati kecuali orang-orang terdekatnya. Dan, jika yang bertamu adalah orang terdekatnya tidak mungkin sampai menunggu. Mereka pasti akan langsung mencari Jessi.
“Siapa, Bi?” tanya Jessi.
Bibi mendekat pada Jessi dan berbisik. Yang langsung di angguki oleh Jessica. “Saya akan turun sebentar lagi, Bi.” Ucap Jessi.
Bibi pun undur diri.
“Siapa?” tanya Celia.
__ADS_1
“Kak Radit sama mbak Celia.” Jawab Jessi sambil menatap ke arah Celia melihat reaksi Celia. Terlihat Celia nampak kaget mendengar siapa tamu Jessi namun langsung berusaha menyesuaikan diri.
“Baguslah, memang seharusnya di perjelas.” Celia bangkit berdiri. Ia berjalan ke arah almari pakaian.
“Lo mau ngapain?” Jessi heran melihat Celia yang seakan bersiap perang.
“Gue mau ganti baju dandan yang cantik.” Ia mengambil dress bermotif bunga-bunga kecil berwarna soft. “Perang dengan kecantikan.” Katanya sambil mengedipkan sebelah mata lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaian.
Di ruang tamu Yulia uring-uringan sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah Jessi. Yulia tidak menyangka Celia justru tinggal di rumah mewah bahkan setelah scandal yang dia alami.
“Kamu harus jujur, Yul.” Tekan Radit.
“Gue mesti bilang berapa kali, Radit. Bukan gue yang post video itu. Lagi pula gue juga dapat image jelek gara-gara pemberitaan itu.” Keukeuh Yulia.
“Saya tidak percaya.” Sungut Radit.
“Waow.. ada tamu tak di undang rupanya.” Sinis Jessi sembari berjalan mendekat. “Tidak udah berdiri, Silahkan duduk.” Jessi melambaikan tangannya saat Radit dan Yulia akan berdiri menyambut kedatangan Jessica.
Radit celingukan mencari-cari sosok yang dirindukannya.
“Celia mana, Jess?” tanya Radit tanpa basa-basi.
“Ngapain sih Radit kamu nanyain perempuan itu?” Kesal Celia menarik lengan Radit dan di kibaskan oleh Radit.
“Bukan urusan kamu.”
“Em, permisi bisa nanti saja bertengkarnya.” Sela Jessi.
“Tunggu aja nanti juga Celia turun.”
Radit sudah tidak sabar menunggu kedatangan Celia.
“Itu dia.” Kata Jessi menunjuk Celia yang sedang berjalan menuruni anak tangga. Celia nampak cantik dengan rambut terurai dan dress yang bunga yang dia pilih. Make up soft menempel di wajahnya menambah kecantikan di wajahnya nyaris sempurna.
Celia melangkah dengan anggun dan duduk di sebelah Jessi. Sementara Yulia kesal melihat Radit yang terpesona dengan Celia.
“Oke.. karena sudah lengkap bisa kak Radit jelaskan tujuan kakak ke sini?” tanya Jessi.
“Yul, minta maaf ke Celia sekarang!” Titah Radit.
Jessi dan Celia diam sambil memperhatikan reaksi Yulia.
“Nggak mau. Kenapa gue harus minta maaf sama dia, gue nggak salah. Harusnya dia yang minta maaf ke gue, dia yang udah ngerusak hubungan kita, dia yang masuk ke hubungan kita!” Tolak Yulia tegas.
“Yulia, kamu sudah janji di mobil tadi.” Radit mengingat bagaimana Yulia berjanji akan meminta maaf pada Celia asal Radit mempertemukan mereka.
Yulia tersenyum sinis. “Hahaha, dan lo percaya Radit. Gue nggak sudi dan gak bakalan mau minta maaf ke dia. Hei, lo anak kemarin sore gue nggak akan pernah minta maaf ke lo. Ingat itu.” Kata Yulia lantang.
“Yulia..” sentak Radit.
__ADS_1
Jessi geleng-geleng kepala melihat drama di hadapannya. Sedangkan Celia bersikap lembut. “Udah kak, gak papa. Lagi pula bukan salah mbak Yulia kok.” Sela Celia dengan suara lembut.
“Enggak, Cel. Saya yakin semua itu ulah Yulia.” Radit menggelengkan kepalanya menatap Celia.
“Bukan gue Radit. Gue udah bilang berapa kali.” Sanggah Yulia.
“Diam kamu, Yul.”
“Kenapa gue harus diam? Gue kesini bukan untuk diam dan lihat lo natapin dia.” Sinis Yulia menujuk ke arah Celia. “Eh, lo gara-gara lo bokapnya Radit kena serangan jantung sampe koma..”
“Yuliaaaa.” Radit kembali menyentak Yulia.
Sentakan Radit cukup keras hingga tiga pasang mata lain yang berada di ruangan itu pun kaget.
“Kenapa lo teriak Radit, gue cuman ngomong apa adanya biar dia tau akibat dari perbuatan dia, bokap lo koma..”
jederrr .. “Be-benar itu kak?Karena Celia, ayah kak Radit?” Celia memandang Radit meminta penjelasan akan ucapan Yulia.
“Nggak, Cel. Apa yang di ucapkan Yulia nggak bener. Bapak koma bukan karena kamu.” Radit panik saat melihat kilatan bening di mata Celia.
“Jadi benar ya..” Celia menunduk dan menahan tangis yang hampir tumpah. Jessi yang iba puk menahan pundak Celia agar gadis itu masih bisa berdiri dengan tegap.
“Iya benar, dan semua itu karena lo. Kalau lo nggak muncul di hubungan gue sama Radit. Bokapnya Radit pasti baik-baik aja, rencana pernikahan kita bakalan mulus. Tapi lihat apa yang lo perbuat, semua kacau karena kehadiran lo..” Yulia kembali mengucapkan kata-kata pedas untuk memperkeruh suasana lebih tepatnya untuk membuat Celia merasa bersalah. Pandai memang dia memutar balikan fakta.
“Cukup Yulia..”
“Maaf..” ucap Celia lirih kemudian berlari meninggalkan mereka menuju lantai dua dimana kamar tamu berada.
“Celia tunggu!” Radit hendak menahan Celia namun tangannya di tahan Yulia. “Jangan di kejar, dia nggak akan dengerin ucapan lo.” ucap Yulia tersenyum penuh kemenangan.
“Puas kamu, Yul.” Mengibaskan tangan Yulia.
“Sangat puas, Radit..” Yulia terkekeh seperti orang gila.
“Hmm.” Jessi menghela nafas. “Mbak Yul..” sapa Jessi.
Yulia lupa masih ada Jessi di ruangan itu. Ia mengatur ekspresi wajahnya sedemikian rupa agar tidak menyinggung Jessi, akan sangat repot bagi Yulia jika berurusan dengan Jessi. Namun, tanpa dia sadari saat Yulia menyerang Celia maka saat itu dia sudah menyinggung Jessi.
“Ah, maaf Jess. Saya nggak bermaksud buat keributan di rumah kamu.” Ucapnya lembut.
“Iya gak papa.” Jessi mendekat ke arah Celia dan berkata. “Semoga benar ya mbak Yulia nggak terlibat di masalah video itu, atau masalahnya akan semakin panjang.” Kata Jessi sambil tersenyum mengintimidasi. Lalu, ia meninggalkan Yulia dan Radit menyusul Celia.
Glek.. Yulia mematung, ucapan Jessi seakan ancaman baginya.
Radit meraih kunci mobilnya dan pergi begitu saja. “Mau kemana kamu Radit?” Panggil Yulia dan di acuhkan oleh Radit.
“Jangan-jangan Radit mau ninggalin gue..” Yulia mengejar Radit dan benar mobil Radit terlihat keluar dari kediaman Jessi sementara Yulia di tinggalkan. Kasian.
“Sial..”
__ADS_1
Dari arah kamarnya, Jessi memandang Yulia dengan tatapan membunuh.