
Devina mondar mandir di ruang tamu apartemennya, sesekali wanita itu menggigit jari telunjuknya.
“Bagaimana ini?Gimana kalau Jessi keluarga ibu Ayu?” Ia mulai panik sendiri setelah melihat foto Jessica bersama Raka dan Ayu yang lebih mirip foto keluarga.
“Tapi nggak mungkin, aku jelas melihat Yoga mengantar Jessi pulang ke rumah sederhana, jika Jessi keluarga ibu Ayu tidak mungkin dia tinggal di rumah sesederhana itu.” Devina mencoba positif thinking. Meskipun dalam hatinya ia tidak bisa untuk tidak khawatir saat ini, ditambah lagi Yoga tidak menyangkal hubungannya dengan Jessica.
“Kak, kak, lihat TV sekarang!” Teriak gadis yang sejak beberapa saat yang lalu berada di kamar Devina.
“Huh, Naya bikin tambah panik saja.” Gumam Devina berjalan menuju televisi di ruang tamu dan menyalakannya.
Disaat yang bersamaan salah satu aula hotel milik Pratama Group tengah di penuhi oleh wartawan media masa. Mereka mulai memadati aula hotel sejak satu jam yang lalu. Tidak ada keributan ataupun kegaduhan, para wartawan itu duduk dengan tertib sesuai tempat duduk yang sudah di atur. Mereka pun mulai mempersiapkan peralatan mereka.
Dan, tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Konferensi pers dari pihak Pratama Group. Raka selaku orang nomor satu di Pratama Group memasuki ruangan di ikuti oleh Ayu, istrinya. Lalu, masuk pula Jordan, serta Jessica yang terlihat menggandeng tangan Rey. Mereka mengenakan baju yang senada, berwarna navy. Jessica sendiri terlihat cantik dengan rambut terurai, dan juga kaca mata hitam ala-ala artis Korea.
Satu persatu keluarga inti Pratama itu duduk di kursi yang sudah di siapkan. Kursi yang di atur sejajar dengan meja persegi panjang yang sudah di lengkapi mic di atas meja. Raka duduk di paling ujung, di ikuti Ayu, Jessica, Rey dan yang terakhir Jordan.
Kris yang saat ini menjadi orang kepercayaan Raka mulai membuka acara. Tidak perlu berbasa-basi Kris langsung membuka sesi tanya jawab. Para wartawan pun mulai berebut mengangkat tangan untuk bertanya.
“Silahkan, mas yang di pojok. Dari k media ya?!” Tanya Kris.
“Baik, Terimakasih untuk waktu yang diberikan pada saya. Jujur saja saya merasa senang mendapat kesempatan untuk mewawancarai secara langsung salah satu konglomerat di Indonesia, Yah meskipun karena scandal baru bisa di wawancara.” Ucap wartawan itu.
“Langsung ke pertanyaan saja, mas!” Potong wartawan dari media lain yang tidak sabaran.
“Iya betul, jangan berbelit-belit.” Wartawan yang lain ikut menimpali.
“Sabar, teman-teman. Saya belum memeperkenalkan diri, nama saya Baim, Saya dari K media. Disini saya di percaya oleh K media untuk-.”
“Wes reti, Moas. Gek ndang pertanyaanmu rasah kesuen!” (Sudah tau, mas. Cepat pertanyaanmu, nggak usah kelamaan). Sela wartawan dari Jowo media.
“Pertanyaan nya mas, Baim.” Tanya Kris.
Baim menganggukan kepalanya. “Apakah hubungan pak Raka dan nona Jessica?”
“Oke, hanya itu saja mas Baim?” Tanya Kris.
Baim menggelengkan kepalanya. “Ada lagi, tapi itu dulu.”
“Baik, untuk pertanyaan pertama akan di jawab langsung oleh Presdir Raka. Silahkan, Pak!” Ucap Kris dan Raka pun menggangguk.
__ADS_1
Raka meraih mic yang tertempel diatas meja dan mengarahkannya kedalam mulutnya. “Baik, apa hubungan saya dan Jessica? Begitu ya pertanyaan tadi?” Tanya Raka dan para wartawan pun mengangguk.
“Baik, untuk mempersingkat waktu langsung saya jawab saja. Beberapa dari teman-teman media yang sudah lama di berprofesi sebagai wartawan pasti tau ya, saya dan istri saya, Ayu, kami memiliki tiga anak. Dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Tapi yang sering muncul di media hanya Jordan dan Rey saja, Jordan sering muncul di majalah bisnis ya, di usianya yang masih muda, dia sudah menjadi bos coffe shop dan beberapa resort di pulai Bali dan Lombok. Begitu pun Rey, Reynard sering muncul sebagai gamers cilik yang jenius karna memenangkan berbagai macam perlombaan games. Teman-teman media pasti bertanya-tanya kenapa putri saya tidak se eksis dua saudara nya?”
Para wartawan mulai berbisik-bisik dan menduga-duga.
“Jadi, alasan putri saya tidak sering muncul di depan media karena dia berbeda. Dia seperti ibunya, dulu awal-awal menikah Ayu juga sulit menampakkan diri pada media. Putri saya itu dari kecil tidak suka di ekspos, dia ingin hidup sederhana, tujuannya hanya satu Jessi itu mau memiliki teman yang tulus berteman dengan nya tanpa memandang dia putri dari siapa, dan dari status sosial apa. Bahkan, sekolah pun Jessi itu memilih sekolah di SMA biasa, berbeda dengan Jordan dan Rey, mereka berdua sekolah di sekolah internasional.” Ucap Raka tenang namun berwibawa.
“Maaf menyela pak Raka, maksud bapak Jessi? Apakah nona Jessi itu adalah nona Jessica?” Sela salah satu wartawan.
“Betul sekali, awalnya saya akan mengenalkan putri saya saat dia sudah mengambil alih bisnis ibunya, tapi tidak disangka malah ada scandal seperti ini. Jadi, ya! Melalui konferensi pers ini saya akan memperkenalkan secara resmi putri saya dan Ayu yang tidak pernah terekspos oleh media, Jessi, berdiri nak!” Raka menoleh dan tersenyum manis pada Jessi. Jessica pun berdiri, gadis itu membuka kaca matanya pelan dan tersenyum pada media. Senyum tipis namun tampak cantik.
“Nah, ini putri saya dan Ayu. Princess nya keluarga Pratama, Jessica Ayu Rahardian Pratama!” Kata Raka memperkenalkan Jessi. Jessi menyapa media dengan senyum dan sedikit membungkuk kemudian duduk kembali.
“Jadi, scandal pak Raka dan nona Jessi yang berada di hotel itu tidak benar?” Tanya Baim.
“Tentu saja tidak benar, foto-foto saya dan Jessi yang beredar itu memang benar, saat itu sedang ada acara keluarga yang di gelar di salah satu hotel saya. Kebetulan saya dan Jessi datang bersama, wajar bukan seorang anak menggandeng ayahnya?” Tanya Raka dan Baim mengangguk.
“Apa ada bukti lain pak yang menunjukan jika nona Jessi adalah putri bapak?” Sahut salah satu wartawan.
“Tentu saja ada.” Dan, layar lebar di belakang Raka sekeluarga mulai menyala di sana ada banyak foto-foto kelaurga Raka. Lebih banyak dari foto yang ditampilkan adalah interaksi Jessi dan keluarganya. Termasuk setiap Jessica ulang tahun, dan juga saat Jessi memberikan potongan kue pertamanya di ulang tahun yang ketujuh belas.
‘Dan, potongan ke dua untuk My hero, Daddy!’ Menyerahkan kue kedua untuk Raka.
‘Thank you My princess!’
Melihat foto-foto yang ditampilkan dan beberapa cuplikan video keluarga Raka, para wartawan pun percaya.
“Bagaimana, apakah masih ada yang diragukan?” Tanya Raka.
“Tidak pak, namun ada satu lagi yang kami tanyakan, perihal hubungan nona Jessica dan Pak Yoga. Apa bapak sudah tau?”
Raka menganggukkan kepalanya. “Yoga ya? Jelas saya tau, saya dan istri saya mengenal Yoga dan keluarganya nya dengan baik. Jessica sendiri dan Yoga memang berpacaran, seperti yang sudah di klarifikasi oleh Yoga sebelumnya terkait scandal mereka di hotel itu tidak seperti yang di beritakan media, lagi pula itu di hotel saya lho. Masa iya, putri yang punya hotel tidak boleh main ke hotel? Hotel saya ‘kan milik Jessi juga.” Jawab Raka. “Ada yang mau ditanyakan lagi?”
Beberapa wartawan menggelengkan kepalanya, beberapa yang lain menganggukkan kepalanya.
“Maaf, apa boleh kami bertanya ke ibu Ayu?” Sela wartawan ragu-ragu. Raka pun menoleh pada istrinya dan Ayu mengangguk.
Ayu memposisikan dirinya duduk tegap menghadap mic di depannya. “Silahkan untuk teman-teman media, jika ada yang ingin di tanyakan.” Ucap Ayu lembut.
__ADS_1
“Ibu Ayu, mengenai hubungan nona Jessi dan Pak Yoga, apakah ibu Ayu sudah tau sebelumnya? Bagaimana mereka jadian, yang kami tau Pak Yoga adalah ketua tim hukum untuk AA fashion.” Tanya wartawan A.
“Waduh, kalau untuk kapan mereka jadian nanti tanyakan yang bersangkutan, ya! Kebetulan, lusa mereka bertunangan. Dan, teman-teman media yang ada disini semua di undang, nanti teman-teman media bisa ambil undangan di sekertaris saya. Nah, mengenai hubungan Jessica dan Yoga nanti teman-teman media bisa tanyakan langsung pada yang bersangkutan, setelah acara pertunangan akan ada sesi konferensi pers dari Jessi dan Yoga.” Jawab Ayu lembut.
Suasa menjadi sedikit riuh apalagi saat Ayu mengumumkan acara pertunangan Jessica. Banyak yang bertepuk tangan dan menyorot kameranya ke Jessi, terlihat raut malu-malu di wajah Jessica saat mommy Ayu mengumumkan pertunangan mereka.
Sementara di saat yang bersamaan, ruang tamu apartemen Devina terlihat seperti kapal pecah. Devina terus-terusan membanting apa saja yang berada di dekatnya saat melihat konferensi pers dari pertama Group.
Pyar..pyar...
“Ini nggak mungkin, nggak mungkin!” Teriak Devina histeris.
“Kak, tenang, kak.”
“Naya, katakan kalau semuanya bohong. Gadis itu bukan anak konglomerat, kan? Katakan Naya!” Bentak Devina sambil mencengkeram erat kedua bahu Naya.
Naya menggelengkan kepalanya. “Kak, semuanya benar. Kita kalah, kak.” Lirih Naya.
Drtt... ponsel Naya berdering.. satu panggilan masuk dari papa. Naya mengangkat telepon dari papa nya.
“Hallo.”
“Naya dimana kamu sekarang?!” Bentak papanya.
“Na-Naya di apartemen kak Devina, pa.” Lirih Naya takut.
“Pulang sekarang!”
Naya langsung pulang ketika mendengar papanya berteriak di telepon dengan penuh amarah. Ia tidak mengindahkan Devina yang berteriak seperti orang gila mengumpat dan memecahkan barang-barang.
“Plak...” satu tamparan keras mendarat di pipi Naya ketika gadis itu sampai dirumahnya.
“Apa yang sudah kamu lakukan Naya? keluarga kita bangkrut, Kanapa kamu begitu berani menyinggung kelaurga Pratama, Naya?” Teriak papa nya.
.
.
.
__ADS_1
.