Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Sedikit curiga soal kondisi nya


__ADS_3

Tristan tampak fokus menyetir, tujuan utama mereka menuju ke kediaman utama keluarga Abimayu group untuk ikut merayakan acara 7 bulanan Ayana.


"Kami saat ini meluncur kesana"


Ucap Tristan di balik headset bluetooth nya.


Laki-laki itu tampak menghubungi Gao sang suami Ayana.


"Aku hanya mengikuti google map nya"


Ucap nya lagi.


"Hmm baiklah"


Ucap Tristan cepat.


Sepersekian detik kemudian dia langsung mematikan panggilan nya, lantas menoleh ke arah lana lan beberapa waktu.


Sang istri sejak tadi tampak memijat kepalanya.


"Ada apa?"


"Sedikit pusing dan mual"


"Bawa obat?"


"Hmmm"


Lana lan mengangguk pelan, mencari obat di dalam tas nya.

__ADS_1


Lana lan Fikir tubuhnya dalam beberapa hari ini cukup kacau balau, tidak tahu kenapa dia mulai curiga soal keadaan nya sendiri.


Lana lan jelas bukan type pemabuk, dia sanggup pergi kemanapun menggunakan kendaraan apapun tanpa banyak pantangan, dia juga jelas bukan type orang yang gampang lelah atau bahkan tumbang karena hal sepele.


Saat menghubungi kakak angkat nya yaitu Ayana, dia sempat berkeluh-kesah pada perempuan itu, Ayana berkata apa mungkin Lana lan tengah berbadan dua.


"Kapan terakhir kali kamu dagang bulan?"


Percakapan itu mengalir cukup deras selama panggilan berlangsung semalam, saat Tristan telah terlelap dalam tidur nya, saat Ayana berkata dia begitu tegang untuk mengikuti acara 7 bulanan di keesokan harinya hingga menyebabkan Ayana tidak bisa tidur sama sekali.


Saat pertanyaan itu terlontar, Lana lan tampak mengerutkan keningnya.


Iya juga, kapan terakhir kali dia datang bulan?.


"Aku lupa, tapi aku fikir seperti nya bulan ini memang cukup jauh terlewatkan"


"Coba beli alat tes kehamilan sayang, siapa tahu kamu memang di beri Allah Rizki yang tidak terduga"


Suara Ayana jelas terdengar begitu antusias dan penuh kebahagiaan, sang kakak angkat ber fikir jika Lana lan juga hamil itu akan sangat menyenangkan, saat anak mereka lahir nanti, anak Lana lan akan lahir dalam tenggang waktu yang tidak begitu jauh.


"Jika memang iya, itu sangat menyenangkan, mereka bisa jadi teman yang baik setelah tumbuh dewasa"


Lana lan tampak tertawa senang, dia bisa membayangkan hal tersebut terjadi.


"Aku fikir akan membeli test pack nanti, hmmm tapi sebaiknya saat selesai acara kakak nanti, aku akan membelinya sendiri kak, baru bicara pada Kris jika hasil nya sudah pasti"


Lana lan tampak menghela pelan nafasnya, lagi-lagi rasa mual menyerang, ingin sekali rasanya dia memuntahkan semua isi perutnya saat ini tapi Lana lan berusaha untuk menahannya.


Dia memejamkan perlahan bola matanya untuk beberapa waktu, menyandarkan tubuhnya kebelakang.

__ADS_1


"Sayang? apa kamu baik-baik saja? apa kita ke rumah sakit saja? jangan membuat ku khawatir"


Tristan bertanya sambil menyentuh kening Lana lan untuk beberapa waktu, ekspresi wajah laki-laki itu jelas terlihat begitu panik.


"Kita kerumah sakit sekarang hmmm?"


Lana kan langsung membuka bola matanya, dia menatap wajah Tristan untuk beberapa waktu, kemudian dia mengulum senyumannya yang terlihat begitu indah di balik bola mata Tristan.


"Sayang?"


"Aku fikir sebaiknya setelah selesai acara kak Ayana kita baru ke rumah sakit"


"Tapi wajah mu cukup pucat saat ini"


protes Tristan cepat.


"Honey... aku baik-baik saja"


Tristan menarik kasar nafasnya.


"Kamu membuat aku panik belakangan ini, saat aku minta kita ke dokter kamu selalu menolaknya"


Tristan tampak kecewa.


"Honey, kita akan ke dokter setelah acara nya selesai hmm"


Lana kan menyentuh lembut wajah itu.


Dia jelas belum mau pergi sekarang, Lana lan ingin memastikan nya lebih dulu sendiri, jika hasil nya memang sesuai ekspektasi dia ingin mencoba membuat kejutan pada sang suami soal itu nanti.

__ADS_1


__ADS_2