
Sebuah mobil menerobos jalanan malam kota Paris, melewati hiruk pikuk kota yang padat merayap,menembus batas kota menuju ke arah jalanan sunyi nan sepi melewati hamoaran pohon hutan di kiri dan kanan jalanan yang gelap dan pekat, melintasi hutan Pinus di sepanjang perbukitan pinggiran kota Paris menuju ke arah desa disisi Utara.
Seseorang jelas duduk dengan kondisi cukup tegang didalam mobil Lamborghini tersebut, sebentar-sebentar dia memukul stir mobil nya dengan perasaan yang bercampur aduh menjadi satu, tampak rasa cemas terpatri di balik wajahnya.
Saat mendengar berita dari pengacara edward jelas membuat dirinya berusaha menekan perasaan se maksimal mungkin, mencoba menahan semua kekhawatiran dan ekspresi panik di balik wajahnya.
Jika satu tersangka tertangkap jelas semua kedok nya akan terbongkar, dia jelas mengumpat dalam hati kenapa begitu ceroboh membiarkan orang-orang yang terlibat di masa lalu soal penculikan tristan hidup tanpa memusnahkan semua nya tanpa sisa, dia fikir harusnya Madeline saat itu membinasakan semua orang yang terlibat dimalam itu, bahkan seharusnya memanfaatkan hillatop menangkap dan menyelesaikan semua tersangka nya.
Dia jelas terlalu ceroboh tanpa memikirkan konsekuensi kedepannya, jelas-jelas tristan pasti menjadi pandai ketika dewasa, tidak menyangka jika perihal rencana shain dan helena menjebak Lana Lan dan Tristan untuk memutar posisi tidur bersama berakhir pada kecurigaan tristan yang semakin mendalam soal kasus penculikan 16 tahun yang lalu.
Dia terus melajukan mobilnya menerobos secepat kilat jalanan seakan berpacu dengan waktu, takut jika-jika waktu yang dimilikinya tidak sesuai dengan apa yang di perhitungkan oleh nya.
Disisi lain disebuah sudut gudang tua sebelum mobil itu datang melintas, sebuah mobil tampak menunggu di sana,sang pemilik menunggu perintah, ditelinga nya jelas terpasang headset bluetooth dengan sempurna, masih mendengarkan juga berbicara dengan beberapa orang diseberang sana.
"Kau lihat Kris? Mangsa melesat mencari umpan nya"
sang pemilik mobil bicara, sudah bersiap untuk menancapkan gas nya.
"I see, dia akan segera melesat mendekati mu ahem"
"Seberapa jauh aku harus menjaga jarak?"
"Cukup jauh hingga dia tidak punya kesempatan untuk memutar arah"
ahem terkekeh
__ADS_1
"Kau dengar Ed, dia memberi ku sebuah peringatan, don't touch please! hingga dia yang lebih dulu menghadiahkan orang itu dengan kepalan tinju nya"
Edward yang berada di ujung telpon ikut terkekeh.
"Dapat aku lihat... kalian dengar dia melewati ku brother, aku mulai melesat keluar dalam 30 Detik, bergerak tepat dibelakang nya"
"Jaga jarak terbaik mu"
ucap Tristan.
"Kau sudah bisa menebak siapa yang ada didalam mobilnya brother?"
arash bertanya cepat sambil jari telunjuknya menyentuh ujung bibirnya, pandangan mata dinginnya terlihat begitu luar biasa, menatap kaca spion nya dengan pandangan membunuh,menunggu mangsa melewati dirinya.
mobil miliknya jelas terparkir indah dipinggiran jalan lereng bukit menanjak.
"Aku belum bisa menebaknya, tapi aku fikir dia pasti seorang perempuan"
"Kenapa?"
"Kau akan lihat bagaimana cara dia mengendarai mobilnya"
arash mendengus
"Debora lebih ahli dalam mengendarai mobil"
"Oh shit, jika kakak perempuan mu jelas cukup berbeda"
umpat nya sambil ikut mendengus.
"Ahem, betapa jauh lagi mendekati arash?"
"Tidak lebih dari 500 meter, bersiap lah"
__ADS_1
"Yeah, aku sedang menunggu kalian"'
ejek arash
"Jarak ku cukup jauh dari nya"
ahem bicara sambil terus menatap mobil yang melaju terus di hadapannya.
"Maju sekarang arash"
Tristan bicara cepat.
"Dengan senang hati"
Gas mobil arash Terdengar menderu di antara langit malam yang gelap mencekam, melaju dengan sempurna lebih dulu kedepan, mengintip dari arah kaca spion milik nya ke belakang, memperhatikan mobil mangsa yang mulai terlihat.
"I got you baby"
arash bicara sambil menaikkan sudut bibirnya.
"Tetap jaga jarak hingga tiba di titik pertemuan utama"
ucap Tristan cepat.
"Aku menunggu kalian disini"
"Kau bisa mengandalkan kami, memutar balik arti nya mati"
Ahem bicara sambil menarik piston di samping kemudinya lantas mengokang nya dengan sempurna.
kletakkk
kletekkk
__ADS_1