
"Lalu bagaimana?"
tanya Lana Lan pelan
Lana Lan duduk berjongkok,menatap Tristan yang mulai kehilangan akal untuk membuat roda ban mobilnya keluar dari kubangan lumpur yang tinggi.
"ini gila, apa tidak ada orang yang lewat sama sekali?"
Lana Lan tampak menarik nafasnya panjang.
dia mencoba melirik kekiri dan ke kanan, yah sejak tadi belum ada satu kendaraan pun yang melewati mereka. Matahari sudah mulai berseri-seri, berpindah tempat secara berlahan sejak tadi, dia juga jelas berpacu dalam waktu, semakin lama maka semakin banyak waktu yang terulur dan terbuang.
sesekali dia menarik nafasnya panjang, dia fikir ide apa yang harus di lakukan dalam keadaan terjepit seperti ini.
Ketika kegundahan hatinya datang,angin segar jelas mendatangi mereka, seketika bola matanya membulat saat melihat sebuah motor mendekati mereka.
"Itu ada.. ada pemotor yang lewat membawa jerami"
pekik Lana lan senang,dia melambaikan tangannya dengan sangat antusias.
Tristan fikir, bukankah itu aneh, terlihat sangat antusias sekali ketika melihat orang-orang seperti itu.
Saat pengendara motor itu mendekat, dia menatap Tristan dan Lana Lan secara bergantian, usia pria itu sekitar 37 tahunan.
"pak, Apa anda bisa membantu kami?"
Lana Lan bertanya cepat kearah pembawa kendaraan bermotor itu, dibelakang nya terlihat sebuah gerobak kayu cukup besar yang dipenuhi oleh jerami.
"Ini sedikit sulit, sebaiknya kita melaporkan keadaan ke desa,nanti beberapa orang akan kemari untuk membantu"
pria itu bicara cepat saat menyadari betapa dalam nya kondisi ban mobil itu masuk ke dalam kubangan lumpur.
"Berapa jauh?"
__ADS_1
"45 menit"
Lana Lan tampak terkejut
"Itu sangat jauh sekali"
wajah nya jelas merengut
"kalian bisa menumpang dengan naik ke atas jerami"
Dan bayangkan bagaimana ekspresi wajahnya saat ini, tampak bersemi-semi penuh kebahagiaan.
"Baik"
"What?"
jelas Tristan berusaha menolak
naik ke atas jerami? yang benar saja. dia Tristan Xavier mana pernah naik ke tempat-tempat kotor seperti itu.
Lana Lan jelas langsung melotot
"Aku naik, kamu jalan kaki saja"
Lana Lan bicara langsung membuka pintu mobil mereka, meraih tas koper nya kemudian melemparkannya ke arah tumpukan jerami.
"Aku akan menunggu di penginapan desa La Bastide Clairence"
"What? apa kau gila?"
pekik Tristan
"Aku akan lebih gila Jika harus jalan kaki selama 45 menit bersama mu menuju ke desa La Bastide Clairence"
__ADS_1
sungut Lana Lan
"45 menit dengan menggunakan Hells tinggi? jelas aku akan mati terseok-seok di pinggiran jalan Tristan"
Lana Lan berkata sambil melebarkan jari-jari nya di angka 4 dan 5
"Aku naik, tuan bantu aku untuk naik"
Lana bicara ke arah pria itu, meminta pria itu untuk mengangkatnya
"No.."
Tristan langsung melotot ke arah pria itu, menarik pinggang Lana Lan dengan cepat lantas mengangkat nya ke atas tumpukan jerami, kemudian Tristan langsung naik ke atas tumpukan jerami.
"Aku ikut"
suaranya terdengar sangat tidak bersahabat.
Seketika Lana Lan melotot menatap bola mata Tristan yang seakan ingin keluar menatap pria itu.
"Maafkan suami saya pak, dia memang begitu"
ucap Lana Lan cepat, menundukkan kepalanya berkali-kali
pria itu mengangkat bahunya, tersenyum simpul kemudian langsung melesat kedepan.
Sejenak Tristan menatap wajah Lana Lan, terlihat jelas kata suami saya yang di ucapkan Lana Lan membuat jantung nya berdetak 3x lebih cepat dari pergerakan normalnya.
1 kata yang jelas sangat berarti.
Seketika Tristan mengulum senyum, lantas membuang pandangannya kedepan.
Suami ku
__ADS_1
suami ku
dia ingin tertawa terbahak-bahak saat ini juga, tapi gengsi nya jelas mengalahkan semuanya.