Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Menegang sejenak


__ADS_3

Dan anggap saja Lana lan sedang berusaha menjadi seorang psikolog dadakan, Lana lan langsung menyimpulkan jika laki-laki yang membawa kakak angkat nya itu pasti seseorang dimasa lalu kakak angkat nya, mencintai Ayana dengan cara yang luar biasa, namun realitanya Ayana tidak mencintai nya, hanya menganggap laki-laki itu sebagai sosok kakak laki-laki nya dan tidak lebih.


Puncak kemarahan nya pecah saat tahu Ayana menikah dengan laki-laki lain yang mungkin dia kenal, bisa jadi laki-laki itu tahu siapa Gao hingga akhirnya kali ini laki-laki itu masuk kedalam batas akal sehat nya.


Lana lan màsih mencoba mendengar kan percakapan yang terjadi di antara mereka, menyambungkan headset ke telinga nya agar mempermudah Lana lan dalam mendengarkan percakapan mereka.


"Kemana kau akan membawa ku?"


"Kita akan kembali ke Lampung"


Lampung?


Lana lan mencoba mencari titik lokasi kata Lampung melalui handphone satu nya lagi.


Saat dia melihat jarak tempuh dan lokasi Map Lana lan tahu mereka akan menyeberangi pulau.


Seketika perempuan itu menganga.


Gila


Fikir Lana Lan, .


Kali ini dia dengan gerakan cepat berusaha menghubungi Tristan dengan terburu-buru, dia fikir orang-orang pasti nyaris gila mencari Ayana saat ini, bingung mencari arah tujuan nya.


"Bisakah kita mendapatkan istirahat dulu? berhenti lah dimana pun kamu mau, aku benar-benar merasa lelah setelah acara 7 bulanan dan, tidur di mobil akan membahayakan janin ku"


Lagi-lagi terdengar suara Ayana disana.


Dan kata-kata terakhir Ayana jelas menunjukkan jika sang kakak angkat sedang berusaha mengulurkan waktu, menunggu Lana Lan mencari bantuan dan menyusul mereka saat ini.


Begitu telpon tersambung Lana lan dengan cepat berkata.


"Ikuti jejak GPS ku, aku berada di belakang mobil mereka"


Bisa dia dengar betapa paniknya suara Tristan dari arah seberang sana.


"Mereka menuju ke arah jalan tol, sayang "


Gila, benar-benar gila.


Batin Lana lan.


Baru kemrin di Prancis dia bertarung nyawa bersama para mafia dan Tristan, kali ini lagi-lagi dia harus kembali bertarung nyawa di Indonesia bersama sang kakak angkat nya Ayana.

__ADS_1


Kenapa untuk meninggalkan dunia kelam begitu sulit ya Allah?.


"Aku mesti memasang jarak, panggilan ku baru saja terputus saat ini dengan kak Ayana"


*******


Perjalanan panjang yang Lana lan tidak pahami ke arah mana menuntun nya terus bergerak mengikuti mobil didepan nya.


Kemana laki-laki itu membawa Ayana?


itu yang ada di kepala Lana Lan saat ini, perempuan itu mengerutkan keningnya ketika mobil di depan nya berbelok ke arah sebuah tempat yang lebih mirip sebuah gudang melewati jalan tol tepat disisi kiri mereka.


Jelas Lana Lan menepi, sedikit saja! tidak ikut masuk takut meninggalkan kecurigaan, ketika mobil itu berhenti tepat di sebuah gudang tua bertingkat, Lana Lan fikir disini kah laki-laki itu akan membawa sang kakak ipar beristirahat?


Hebat, Benar-benar gaya seorang psikopat Gudang tua yang terkesan sangat suram.


Laki-laki seperti apa yang membawa Ayana fikir nya.


Lana Lan berjalan terseok-seok memasuki tempat itu, panggilan nya jelas masih terhubung dengan Tristan, hanya bicara melalui headset bluetooth nya.


"Sayang? katakan pada ku dimana kalian?*


Tristan terdengar panik di seberang sana.


"Disisi kiri masih di kawasan jalan tol, gudang tua bertingkat"


"Mobil ku terparkir di ruas jalan tol, jika beruntung sebentar lagi akan ada mobil patroli yang datang, aku sudah menulis pesan SOS di kaca depan mobil, ku selipkan di wiper mobilnya Tristan"


Jelas nya lagi.


"Jangan berfikir untuk bergerak lebih dulu"


Tristan berusaha untuk memberikan Lana lan peringatan.


Alih-alih mendengar kan, Lana Lan terus berjalan masuk, tidak peduli kemarahan Tristan yang melarangnya masuk ke dalam, mencoba mengintip mencari celah.


Laki-laki itu tampak mengikat tangan Ayana dengan sebuah tali, kemudian mengikatkan nya ke satu tiang di sisi tangga tua, kemudian laki-laki itu berjalan ke arah atas entah ingin melakukan apa.


Lana Lan jelas berjalan cepat masuk ke dalam, membuka pintu tua secara berlahan, menarik nafasnya Begitu berat, takut jangan sampai meninggalkan jejak suara yang bisa didengar oleh laki-laki itu.


Katakan pada ku, kapan terakhir kali aku menghadapi situasi seperti ini?


batin Lana lan.

__ADS_1


Saat di Thailand kemudian saat tinggal bersama keluarga Tan, Lana lan jelas acapkali mendapatkan situasi seperti ini, menggunakan pisau, belati atau bahkan pistol adalah hal biasa yang Lana Lan lewati, selamat atau mati jelas acapkali menjadi pilihan nya.


Bahkan kemarin dia melewati situasi menegangkan seperti ini juga Tapi nekat ingin menyelamatkan seorang ibu hamil jelas baru kali ini dia merasakan nya.


Tiap kali dalam pelarian sangat terang terjadi, memilih antara hidup dan mati, dan kali ini dia tahu dia yang dia hadapi, laki-laki psikopat yang tidak normal, menginginkan yang jelas adalah milik orang lain, begitu mencintai dengan penuh obsesi tanpa tahu arti dan tujuan cinta yang sebenarnya apa.


Seketika Lana lan meletakkan jari telunjuk nya ke bibir nya saat Ayana menyadari kehadiran diri nya, Lana Lan mengendap masuk ke belakang mengecoh mata dan menyelinap dengan begitu lincah.


Lana Lan terus meletakkan jari telunjuknya di depan bibinya sesaat setelah terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, dia dengan cepat melindungi diri disamping lemari tua yang ada di arah jam 9, merapatkan diri nya ke sisi lemari, menahan tarikan nafasnya agar berjalan dengan sangat teratur.


Sisi gelap dan Suran sudut lemari itu cukup dapat melindungi dirinya untuk sementara waktu.


Bisa Lana kan lihat rupa wajah laki-laki itu dengan cukup jelas.


Muda dan tampan tapi sayang GILA!


"Kita hanya beristirahat tidak lebih dari 3 jam, setelah ini kembali bergerak menuju ke pelabuhan merak"


Laki-laki bicara cepat ke arah Ayana, memberikan Ayana sebutir obat yang entah apa, memaksa Ayana meminum nya begitu saja.


"Apa yang kau berikan padaku san?"


Sang kakak angkat bicara sambil mengerutkan keningnya.


"Sesuatu yang bisa kau rasakan dalam jangka waktu 1 jam kedepan"


"Sebuah kenikmatan"


bisiknya pelan


kemudian tawa laki-laki itu terdengar pecah di seluruh gudang tua itu.


Bisa Lana lan lihat Pupil mata Ayana jelas mengecil, menatap nanar wajah laki-laki dihadapan nya itu, Lana Lan jelas berfikiran jauh, tebakan nya sudah mengarah ke arah yang berbeda, dia tahu apa yang akan di lakukan laki-laki itu nanti nya.


Jika dia tidak salah menebak, laki-laki itu pasti memberikan obat afrodisiak pada sang kakak angkat.


Ba..hingga.


Mata Lana Lan jelas melihat sebuah besi panjang disisi kiri nya berdiri, Tangan nya jelas telah bersiap dalam sejuta kemungkinan yang akan terjadi setelah ini.


Dia tahu laki-laki itu lamban laut akan menyadari kehadiran nya, meskipun Lana Lan pandai berkelahi, bisa melakukan apapun, tapi jelas dia belum tahu bagaimana keadaan lawan psikopat yang ada di hadapan Ayana itu.


Sayang kau dengar itu, kalian hanya butuh waktu tidak lebih dari 1 jam untuk tiba di sini, jika tidak salah satu dari kami akan berada didalam 2 pilihan

__ADS_1


Hidup atau mati


Batin Lana lan.


__ADS_2