
"Lupakan saja"
ucap Joyce pelan
"Masuklah, dia ingin bicara dengan mu"
Joyce kali ini bicara serius dengan Tristan, menatap dalam bola matanya sambil menarik berat nafasnya.
"Dia hanya kecewa, tapi Kamu pada akhirnya membuat dia tanpa sebuah pilihan"
******
Tristan tampak diam, menatap dalam bola mata Lana Lan yang memandangi wajahnya penuh kebencian, bola matanya jelas berkaca-kaca.
"Kau merencanakan semuanya dengan sangat matang"
Lana Lan mulai membuka suaranya
"Aku kecewa, jelas!"
"Apa yang kamu cari dari memaksa ku untuk mendampingi kamu? jelas terlihat, Xavier company adalah satu-satunya alasan yang ada di balik motif mu"
Lana Lan berusaha menekan semua emosinya, kekecewaan nya dan perasaan sedihnya.
Tristan jelas menelan salivanya, dia fikir baru kali ini dia melihat Lana Lan bicara dengan serius, tidak merengek seperti dulu, atau bahkan membentak seperti kemarin.
"sejak awal aku sudah bilang, pernikahan kita jelas tanpa tujuan, tidak ada jalan kebahagiaan"
"Sebab Tujuan pernikahan bukan bahagia. Salah besar jika menganggap dengan menikah otomatis akan lebih bahagia ketimbang melajang"
"Aku justru tertarik dengan delusi yang menghubungkan pernikahan dengan kebahagiaan. Kalau ada orang menikah, serta merta orang menganggapnya sebagai momen bahagia"
"Orang seakan melupakan kenyataan bahwa ada begitu banyak perkawinan yang tidak bahagia. Sampai ada ungkapan ejekan, marriage comes with 3 rings: engagement ring, wedding ring, and suffering"
__ADS_1
"Ada banyak cerita pernikahan yang sudah tragis sejak sebelum pernikahan dilangsungkan"
"Contoh nya, aku di moment semalam"
"Di awal jelas kamu menciptakan neraka baru untuk ku, catat lah neraka tristan"
Tristan kembali menelan salivanya, merasa ucapan Lana Lan bagaikan batu besar yang menghantam perasaan nya.
"Aku bahkan tidak tahu pernikahan seperti apa yang akan kau ciptakan untuk ku"
"Bisa jadi pernikahan Seperti teman yang aku kenal, menikahi orang yang tidak dia cintai juga tidak mencintai dia, Yang ia dapat kemudian adalah neraka. Meski relatif berkecukupan, ia menderita akibat perangai buruk suami yang suka main perempuan dan melakukan kekerasan. Sebuah pukulan dihantamkan si suami di tengkuknya pernah membuat ia koma, dan menyisakan trauma fisik dan psikis selama bertahun-tahun"
Seketika Lana Lan mengeluarkan air matanya
Tristan berusaha ingin menyela, tapi lidah nya kelu, dia kehilangan kata-kata.
dia fikir Se bercanda itukah jalan Fikiran Lana Lan terhadap karakteristik nya? dia yang bejat, Suka main perempuan dan cenderung kasar.
"Mungkin kau akan menciptakan hal yang sama, karena kita tidak punya landasan Kokok didalam hubungan ini, aku dan kamu tidak saling bisa menerima atau bahkan menutupi kekurangan masing-masing"
"Kamu bahkan melakukan nya semalam tanpa perasaan, mengobrak-abrik hati ku, fisik ku secara bersamaan"
"Dan jelas aku menerima pernikahan ini bagaikan sebuah pemaksaan"
"Saat ini Pernikahan adalah cara yang paling bermanfaat dan terpenting dalam upaya untuk mewujudkan dan melindungi martabat diri ku, karena melalui itu, aku dapat melindungi dirinya dari melakukan larangan Allah seperti berbuat zina semalam"
"mungkin bagi kamu pernikahan terkesan main-main"
"Tapi dari pemikiran ku,Pernikahan bukanlah masalah kecil dan tidak penting, melainkan merupakan urusan yang sangat penting. Akad pernikahan berfungsi sebagai bukti kuat dan sakral.dimana di agama ku dikatakan
QS. An-Nisa ayat 21 yang artinya:
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat."
__ADS_1
"Dalam sudut pandang kepercayaan kami, kami tidak tidur dengan laki-laki yang bukan mahram kami, kami hanya tidur dengan laki-laki yang sudah sah menjadi suami kami"
sekelabat ingatan akan ucapan seseorang menghantam ingatan Tristan,Ayana!
"astagfirullah hul'adzim, tuan sadarlah anda menyentuh perempuan yang bukan mahram anda"
jerit Ayana
"Saya istri orang"
pekik ayana selanjutnya mencoba merontah
"Kita bukan suami istri"
"Dan kamu menyentuh wanita yang belum menjadi istri mu, jelas itu membuat ku jijik"
"Dunia kita sangat berbeda, karena itu aku berulang kali berkata kemarin, aku menolaknya, aku tidak menikahi laki-laki yang bebas bermain perempuan diluaran sana, 1 man 1 girl, 1 istri 1 suami, tidak untuk berbagi hasrat haram kepada yang bukan mahramnya"
"Karena itu, aku menerima pernikahan ini tapi demi Allah jangan pernah kau sentuh tubuh ku jika kamu masih suka bermain perempuan diluaran sana dan jangan pernah menyentuh tubuhku tanpa seizin ku "
"Dan... aku tidak menikahi laki-laki yang berbeda keyakinan dengan ku"
Tristan menatap dalam bola mata Lana Lan, jelas kekecewaan dan kesedihan bergelayut disana, bicara dengan serius tapi bola mata nya seakan enggan menatap Tristan.
"Kita tidak menikah sebelum kamu mengubah seluruh keyakinan mu sama seperti aku"
"Kita hanya akan menikah secara Islam"
setelah berkata begitu, Lana Lan langsung membuang pandangan nya, enggan menatap Tristan, dan lagi-lagi mata nya menganak sungai dan sepersekian detik air itu tumpah tanpa bisa di bendung lagi.
Tristan fikir ingin sekali dia menyentuh wajah itu, menghapus air matanya dan berkata Maafkan aku, tapi jelas sifat egois dan gengsi nya mengalahkan logikanya.
"Baik, akan aku lakukan"
__ADS_1
suara itu terdengar berat, tapi itu mungkin satu-satunya jawaban juga kata-kata yang mampu keluar dari bibirnya saat ini.
Lana Lan masih tidak menatap nya, hanya memejamkan matanya sejenak, lantas beringsut berjalan menjauhi Tristan.