Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Memanfaatkan kesempatan


__ADS_3

Lana Lan menggeliat pelan, menggerak-gerakkan ujung kaki nya naik turun seperti kebiasaan nya tiap kali bangun tidur.


"Nggg..."


Dia terus menggeliat, dia merasa semua tubuhnya seakan-akan begitu aneh, tangannya meraba-raba apapun yang ada di sekitar nya, sejenak Lana Lan merasa dia seperti meraba kulit seseorang.Sejurus kemudian dia mengerutkan dahinya, dia mencoba mendongak kan kepalanya, tersenyum manis lantas kembali membenamkan kepala nya ke bawah masih dalam keadaan belum membukakan bola matanya.


Hangat...


gumam nya pelan


Tapi...Tunggu dulu....


secepat kilat dia melebarkan bola matanya.


"Hah"


Lana Lan jelas tercekat saat menyadari sesuatu, dia mendongak kan kembali kepalanya, tampak Tristan mengangkat kedua tangan nya ke atas.


"Tidur mu begitu nyenyak hmm?"


"Astagfirullah hul'adzim"


Lana Lan berusaha bergerak, tapi dia kesulitan untuk bangun.


tapi tunggu bukankah semalam aku membuka pakaian kami


pekik Lana lan dalam hati


"Lana Lan, jangan bergerak, kau membangun kan yang dibawah sana"


ucap Tristan tiba-tiba, suara bangun tidur nya jelas terdengar begitu seksi


Tidak tahu kenapa tiba-tiba kulit tubuh Lana Lan meremang


"Kau melakukan apa semalam?"


"Aku tidak melakukan apapun,demi Allah"


ucap Lana Lan sambil menaikkan 2 jari indahnya.


"Kau terkena hipotermia Tristan, jadi aku mencoba melakukan pertolongan"


ucap nya pelan


"Ah.. ada pertolongan model begini? aku baru tahu"


Damn it


Tristan mencoba menggodanya


"Yak brengsek, kau meragukan ku? Kau bisa mencari informasi saat kita pulang ke Paris nanti"


Lana Lan meninggikan suaranya karena kesal dan malu


Tristan mengulum senyum, dia fikir mininal karena semalam, sifat Lana Lan yang pemberontak seperti kemarin sudah kembali, dia takut jika Lana Lan terus mendiaminya dan berubah menjadi begitu dingin.


"kenapa kamu membentak ku?"

__ADS_1


Tristan melotot ke arahnya


"karena kau... kau.. menjengkelkan"


pekik Lana lan kesal.


Lan lan mencoba untuk bergerak


"Berhenti bergerak sembarangan, kau benar-benar membuat adik kecil ku bangun"


Lana Lan mengerutkan dahinya


"Adik kecil yang mana lagi?"


Bentak Lana Lan kesal


oh hubungan awal mereka yang begini jelas jauh lebih manis dari pada saling berdiam diri


"Dibawah sana Lana Lan"


Tristan malah pura-pura balik membentak nya.


"Lalu aku bagaimana?"


Lana Lan menggigit bibirnya


"Sebentar, naikkan tubuh mu dengan berlahan"


oh God, mungkin Tristan sudah gila, dia benar-benar berniat mengerjai Lana Lan.


Lana Lan memandang curiga ke arah Tristan


Tristan ingin sekali tertawa terbahak-bahak, tapi dia berusaha menahan wibawanya.


"Oh ayolah,aku tidak akan mengambil kesempatan didalam kesempitan lagi"


kalimat Tristan tiba-tiba menggantung, perasaan menyesal kembali menggelayut di hatinya.


Lana Lan tampak diam, Berlahan dia bergerak tapi Lana Lan melotot tajam ke arah Tristan


"Tutup matamu"


"Ayolah Sayang aku sudah melihat semuanya"


what tunggu sebentar, dia memanggil Lana Lan apa barusan? sayang?


oh fuckkk dia kebablasan


seketika wajah Lana Lan memerah


"Dasar brengsek"


umpat Lana Lan, langsung menarik selimut untuk menutupi dadanya, lantas bergerak dan naik dengan cepat.Seketika wajah mereka saling beradu pandang.


Bola mata Tristan terus memandangi wajah Lana Lan.


Bukankah saat paling terindah seorang perempuan itu, wajah dikala bangun tidur nya?

__ADS_1


Dan wajah Lana Lan jelas terlihat begitu menawan untuk nya.


Lana Lan langsung beringsut, menurunkan kakinya sambil wajahnya berpaling dari Tristan, menatap ke arah bawah mencoba terus berpegangan pada bahu Tristan, lantas kepala nya tanpa sengaja menoleh ke arah kaca mobil, Dan...


"Hah"


Lana Lan langsung berjongkok, masuk ke dalam dada Tristan.


"Ada seseorang"


pekik nya pelan.


Tidak...


Seketika Lana Lan merasa seperti sedang tertangkap basah karena melakukan hal mesum didalam mobil.


"Bagaimana jika dia menangkap kita?"


Yang benar saja.


Tristan dengan cepat menoleh, membenahi posisi nya untuk mengintip. Seseorang tampak berhenti menggunakan motor nya, mencoba turun tapi tiba-tiba mengurungkan niatnya, kembali naik dan melajukan kembali motor nya.


Tristan melirik ke arah jam tangannya, hampir pukul 7 pagi.


"Bukankah kita suami istri? kenapa kau takut seseorang menangkap kita?"


omel Tristan Kemudian.


"Bahkan kita punya buku nikah"


entahlah melihat ekspresi Lana Lan tadi malah membuat Tristan dongkol secara tiba-tiba.


"Ah aku lupa"


Lana Lan langsung duduk dikursi samping Tristan, mencoba menyentuh lehernya karena tidak enak hati atas ucapannya.


"Gunakan pakaian mu, kita harus bergegas"


ucapnya cepat


Lana Lan langsung mencari semua pakaian nya.


"Bisakah kamu pindah tempat duduk?"


"Sebentar"


Tristan bicara sambil membenahi kameja nya kemudian langsung menatap Lana Lan yang tengah menggunakan atas dalamnya.


"Yakkk "


Lana Lan jelas terkejut


"Aku tidak sengaja"


Tristan bicara sambil menaikkan kedua tangannya ke atas.


"Ruang geraknya begitu kecil"

__ADS_1


setelah berkata begitu Tristan langsung berpindah tempat duduk, masuk ke arah kursi kemudi. terus berusaha mengulum senyum nya karena geli.


__ADS_2