Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Tegang "Mengakhiri semua nya"


__ADS_3

Nesya sang mawar merah jelas terkejut saat melihat putrinya di seret paksa oleh 2 orang dari ujung sana, anak buah nya bergerak cepat melangkah maju agar saling mawas diri.


Nesya sang mawar merah tertawa terbahak-bahak beberapa waktu, kemudian tiba-tiba dia diam menatap Lana Lan dengan jutaan kemarahan, bola mata nya seakan-akan bakal keluar saat ini juga.


"Breng..sek.. kau benar-benar perempuan sialan"


Lana lan Terkekeh, menatap sang mawar merah dengan ekspresi yang cukup sulit di tebak.


"Kenapa kau begitu marah, bibi? harus nya yang sangat marah adalah diri ku bukan? aku terlunta-lunta dalam waktu yang cukup lama"


Lana Lan memejamkan pelan bola matanya, meletakkan pistol nya dipunggut kemudian mencoba menarik nafasnya sedalam-dalam nya.


Gadis kecil itu kembali di masukkan kedalam mobil dengan paksa.


"Mari mengakhiri semua permainan nya"


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba segerombolan orang muncul entah dari arah mana, mereka adalah orang-orang black pearl yang dikirim oleh ahem mengikuti Lana Lan lebih dulu.


Semua orang saling menyerang antara satu dengan yang lainnya, Nesya sang mawar merah secepat kilat mundur dan dilindungi oleh para anak buahnya, Lana Lan dalam gerakan cepat melesat menyerang orang-orang Yang ada di hadapannya.


Mawar merah mencoba melesat kekanan mengejar putri nya yang disandera didalam mobil di ujung sana, tapi gerakan Lana Lan jelas lebih cepat, menghantam tubuh perempuan itu dengan pukulan nya.


"Kau pandai berkelahi rupanya"


mawar merah bicara langsung menyerang balik Lana Lan, berusaha memutar tubuhnya dan menghantam leher Lana Lan, tapi Lana Lan jelas dengan cekatan menghindar, balik menghantam dagu mawar mewah dengan siku nya.


"Shit"


mawar merah memaki kesal

__ADS_1


"Kau tahu berapa banyak orang-orang ku yang bergerak saat ini?"


"Aku bisa melihatnya dengan jelas"


"Ini belum seberapa"


mawar merah kembali memukul telak mengenai punggung kanan Lana Lan, seketika Lana Lan memutar tubuhnya, menarik kasar tangan mawar merah dan menghempaskan tubuh Perempuan itu ke jalanan.


Mawar merah mencoba melepaskan diri, dengan Sekali gerakan memutar tubuhnya dan mencoba kembali berdiri.


Cih...


mawar merah meludah kasar, tiba-tiba dia memasukkan jari telunjuknya dan jari manis nya ke mulutnya, jelas mawar merah mencoba memanggil bantuan.


Bagus ini waktunya.


Batin Lana Lan.


"Berapa jauh lagi?"


Lana Lan berusaha bicara kepada Eden dari seberang sana.


"Mereka masuk"


Lana Lan jelas melihat beberapa mobil kembali berhenti dengan suara rem yang cukup memekakkan telinga, arash dan Tristan melesat keluar dari mobil mereka bersama semua anggota black pearl dan ada daddy nya juga disana.


"Dad"


Lana Lan menatap sosok itu sejenak, sosok yang begitu dia rindukan selama belasan tahun ini.

__ADS_1


Tristan jelas tercekat saat melihat sang istri, tapi jelas tidak ada moment pelukan, ciuman, atau moment indah yang bisa di ciptakan, sebab beberapa orang telah menyerang mereka.


Tristan jelas panik melihat Lana Lan berkelahi dengan seorang perempuan yang di yakini sebagai mawar merah.


mawar merah mencoba lari tapi dengan gerakan cepat Lana Lan mengejar nya, meraih leher mawar merah, memutar tubuh nya bak orang yang tengah bermain koprol, menghempaskan tubuh perempuan itu tanpa ampun ke lantai.


Seketika beberapa orang mencoba menyerang Lana Lan, Dengan gerakan cepat dia menghindar kadang balik menyerang, saat bola mata Lana Lan melihat mawar merah hampir kehilangan kesadaran nya, dengan gerakan refleks Lana Lan menarik pistol di pinggang nya dan.


Doorrrr


sebuah tembakan tepat mengenai dada perempuan itu.


Tak ada tangisan, tak ada rasa sesal, tak ada kata jangan, semua sudah sampai sejauh ini, Lana Lan jelas tidak punya alasan lagi menangis bahkan mengeluh.


Dari beberapa sudut terdengar suara tembakan bergantian, paman Ishak jelas melesat masuk ke mobil sejak tadi, beberapa orang berusaha menyerang Lana Lan, dia masih bisa menghindar dan melindungi diri, waktu seakan berputar lamban saat ini, ahem baru saja tiba setelah memberantas anggota mawar merah di tempat berbeda.


Bola mata Tristan langsung menangkap sosok Lana Lan, berencana meraih tubuh sang istri.


Hingga satu moment Lana Lan benar-benar terdesak, dia berada di tepi jurang sungai Aveyron desa Najac, seseorang mengarah kan pistol tepat dari arah ujung sana menuju ke arah dirinya.


Lana Lan diam sejenak saat pelatuknya ditarik, peluru nya jelas melesat tepat menuju ke arah Lana Lan.


Ini kematian ku kah?


ucap nya pelan dalam hati.


"Habisi semua anggota mawar merah tanpa sisa"


Lana Lana masih sempat bicara, memejamkan perlahan bola mata nya.

__ADS_1


"No... Eliana..."


Teriakan Tristan jelas memecah keheningan malam, berlarian cepat melesat menuju ke arah Lana Lan.


__ADS_2