
Melewati perjalanan panjang yang memakan waktu lebih kurang 1 x 24 jam Manhattan-indonesia berada di udara cukup membuat penat perasaan Lana Lan. Meskipun mengguna kan pesawat jet pribadi dengan fasilitas VVIP tapi tetap membuat Lana Lan tidak betah berlama-lama berada di atas udara, beberapa kali dia mengeluh pusing dan mual pada Tristan, bahkan terlihat begitu manja minta Tristan terus mengelus punggung nya.
"Masih tidak enak Perut?"
Tanya Tristan sambil terus memeluk Lana Lan dengan posisi tiduran, tangan kanan nya terus mengelus punggung sang istri tercinta.
"Kamu bukan type pemabuk, tapi kenapa jadi muntah terus sejak awal perjalanan?"
Tanya Tristan penuh kekhawatiran.
Lana Lan merengek sejak awal perjalanan, bahkan mondar-mandir ke kamar mandi sejak tadi hanya untuk memuntahkan seluruh isi perutnya, belum lagi beberapa kali sang istri mengeluh ingin cepat turun dari pesawat sejak 5 jam yang lalu.
"Kapan kita tiba? aku ingin tidur di kamar hotel"
Lana Lan terus bertanya sejak tadi.
"Lebih kurang 2jam lagi sayang"
Jawab Tristan sambil terus mengelus punggung Lana Lan.
"Lama sekali"
Keluh Lana Lan lagi.
"Katakan pada ku apa yang harus aku lakukan? apa ada yang ingin di pijat? atau bagaimana?"
Tanya Tristan pelan.
__ADS_1
Alih-alih menjawab, Lana Lan semakin mempererat pelukannya, membenamkan wajahnya di dalam dekapan Tristan, dia begitu menyukai aroma tubuh dan Parfum sang suami, rasanya efek mual dan tidak enak Perut langsung berganti begitu saja.
Tristan menggesek-gesek lembut dagunya di puncak kepala Lana Lan, mempererat pelukannya sambil terus menggosok punggung Lana Lan.
"Hmmm belakangan kamu begitu manja dan cengeng"
Bisik Tristan pelan.
"Apa masih memikirkan soal kejadian malam itu?"
Tanya Tristan dengan suara yang begitu lembut.
Lana Lan menggeleng kan pelan kepalanya.
'Tidak"
Tanya Tristan lagi.
Lana Lan terus menggeleng.
"Aku hanya sedang merasa tidak nyaman dengan tubuh ku"
Ucap Lana Lan pelan.
"Aku sudah minta agar kamu diperiksa sebelum berangkat"
Ucap tristan sambil menyentuh pelan wajah Lana Lan.
__ADS_1
"Wajah ini begitu pucat sayang, aku sudah bilang mungkin kamu sakit"
Tristan mulai mengeluh khawatir.
"Tapi kamu selalu bilang kamu sehat dan baik-baik saja"
Lana Lan tampak mendongak, menatap raut wajah Tristan yang penuh kekhawatiran.
"Tapi kemarin-kemarin aku benar-benar merasa baik-baik saja"
Tristan menatap dalam bola mata Lana Lan, jemari nya terus menyentuh wajah sang istri sambil beberapa kali jemari itu menggesek nya dengan lembut ke bibir Lana Lan.
"Setelah acara 7 bulanan istri Gao, kita pergi ke dokter hmm?"
Tristan meminta pendapat Lana Lan, berusaha membujuk sang istri agar mau memeriksakan kondisi tubuh nya ke dokter.
Lana Lan mengangguk kan cepat kepalanya.
"Sekarang tidur lah lagi, masih cukup lama hingga kita tiba di Indonesia, aku akan membangun kan kamu jika sudah sampai sayang"
Tristan mengelus lembut rambut Lana Lan, membenahi anak rambut Lana Lan yang menutupi pipinya, lantas sepersekian detik kemudian tangan Tristan menyentuh dagu Lana Lan, memajukan nya dan menautkan bibir mereka beberapa waktu.
"He em"
Sang istri mengangguk cepat setelah tristan melepaskan tautan bibir mereka, mencoba kembali membenamkan wajahnya ke dalam dada Tristan.
Tristan Tampak tersenyum, membiarkan Lana Lan mulai kembali terlelap di dalam tidurnya.
__ADS_1