Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Benang kusut "Siapa yang memanfaatkan siapa"


__ADS_3

"Bagaimana? semua nya terkendali bukan?"


"Bagaimana model nya?"


"Cincin nya sudah siap?"


"seluruh pakaiannya sudah disiapkan dengan baik?"


"Biarkan aku melihat kain-kain nya"


"Donna kirimkan aku model-model nya"


"Ricz dimana model pria nya?"


"Panggung nya sudah semua iden? jangan sampai lampu-lampu mengganggu pergerakan anak-anak"


sejak pagi Lana Lan terus sibuk mengurus segala persiapan peragaan busana nya, fokus kali ini jelas melakukan lelang batu cincin permata dari desa La Bastide, entah berapa nilai pasti nya nanti tapi jelas Lana Lan harus mampu menaikkan harga fantastis nya di setiap detik nya besok.


"Kamu belum mengambil makan siang sayang"


Eliot bicara pada Lana Lan, memberikan kotak makanan pada Lana Lan dan sebotol air mineral.


Lana Lan tampak masih berdiri menatap orang-orang Menata panggung untuk besok, memastikan semua nya terkonsep apik sesuai keinginan Lana Lan.


"Aku seperti nya lupa"


Eliot terkekeh


"Aku cukup heran jika kamu sekarang bisa menjadi pelupa"


kemudian Eliot menatap lama wajah Lana Lan.


"Kau membuat gebrakan besar Lana Lan, dulu seluruh urusan akan kamu serahkan pada orang lain, bahkan kamu tidak enggan meminta shain untuk mengurus semua perusahaan, saat itu semua berfikir jangan-jangan kamu memang berencana untuk membuang Tristan dan menikahi shain"


Lana Lan tampak tersenyum


"Aku agak terkejut kalau kamu memahami banyak hal soal kain, padahal kamu tidak sekolah mengambil jurusan itu sayang"


"Sedikit belajar di masa kemarin"


"hmm"

__ADS_1


Eliot mengangguk pelan.


"Jangan terlalu dekat dengan Helena"


ucap Eliot tiba-tiba


"ya?"


Lana Lan langsung menoleh ke arah Eliot


"Seperti yang kamu minta dulu, aku menggali informasi nya selama hampir 1 tahun ini Lana Lan"


Lana Lan mengerutkan dahinya secara berlahan.


"Dia benar-benar putri wanita itu, berjalan masuk ke Xavier menggunakan identitas Helena asli, dia dan shain menjalin hubungan cinta, bahkan berbagi ranjang bersama"


"Ya?"


seketika Lana Lan menatap Eliot dengan jantung yang berdetak begitu kencang.


"Ber..bagi ranjang?"


Lana Lan menelan salivanya.


"Apa?"


aku yang meminta informasi selama 1 tahun ini? tunggu dulu maksudnya bagaimana? pewaris sah ?


kenapa semua nya menjadi semakin rumit?


Maksud nya Helena dan shain bukan saudara?


mereka tidur bersama.


Dan pewaris sah Gideon?


"Tunggu dulu maksud kamu Eliot?"


Lana Lan berusaha meminta penjelasan lebih rinci dan detail, tapi tiba-tiba tangan seseorang masuk memeluk pinggang nya, saat Lana lan menoleh dengan kaget, Tristan tahu-tahu mencium hangat bi..bir nya.


"Wah... sang iblis datang membawa cinta"

__ADS_1


ledek Eliot kemudian.


"Tris??"


jelas saja Lana Lan merasa malu, semua orang yang sibuk di atas panggung jelas langsung membelalakkan mata mereka, sejak kapan seorang iblis seperti Tristan bisa berlaku begitu lembut pada Lana Lan.


Tunggu dulu Lana Lan tidak peduli soal ini, yang dia pedulikan adalah apa yang Eliot ucapkan tadi soal shain dan Helena.


Kenapa kepala Lana Lan jadi semakin pusing? kenapa semua perkara jadi semakin rumit dan sulit?


Dia harus mengganti kan Lana Lan, dipaksa oleh Helena dan shain, dia bertemu shain di usia mudanya, bertemu Helena di malam tragedi kematian saudara kembarnya, teroaksa menikahi Tristan laki-laki berjuluk iblis, masuk ke keluarga Xavier untuk membantu shain mengambil Xavier company, masuk ke keluarga Gideon untuk mengambil kembali miliknya yang sejak dulu dikuasai Laura dan Madeline, Sekarang ada apa lagi dengan Helena?


pewaris sah? anak wanita mana? dia jelas buta soal semua nya, dia hanya seperti orang asing yang di seret secara paksa untuk melancarkan aksi meraih tahta.


"Eliot aku.."


"kita akan membahas soal pakaian nya lagi nanti sayang"


Eliot bicara sambil memberi kode, mengedipkan matanya kemudian berlalu dari hadapan mereka.


Tunggu dulu


otak Lana Lan benar-benar tidak bisa bekerja dengan sempurna saat ini.


"Ayo mengambil makan siang"


ucap trus sambil meraih lembut tangannya.


"Ya?"


"Ada apa?"


Tristan tampak bingung dengan raut wajah Lana Lan.


Lana Lan buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Mau makan apa?"


Lana Lan tampak menggigit bibir nya


"Terserah"

__ADS_1


"Sarankan sesuatu yang kamu sukai"


Lana Lan masih tampak bingung, berjalan mengikuti Tristan dengan Sejuta pemikiran.


__ADS_2