Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Masuk ke dalam permainan mereka "Meskipun harus mengorbankan aku"


__ADS_3

"Katakan pada ku ada apa Lana?"


Tristan bertanya sambil menyentuh lembut wajah itu, Lana Lan tampak begitu pucat dan gelisah.


Lana Lan tampak diam, hanya menggeleng pelan.


"Semua akan semakin buruk jika kamu tidak mau bicara, apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"


"Bukankah sebuah Kejujuran esensinya itu paling tinggi dalam pernikahan? kita bisa saling memberi solusi hmm"


ucap Tristan sambil terus mengelus lembut wajah Lana Lan.


"Katakan pada ku, jangan membohongi ku lagi"


seketika air mata Lana Lan tumpah, bola mata nya jelas terus menatap Tristan. suara Lana Lan tiba-tiba bergetar.


"Maafkan aku tristan, seandainya aku memberitahu kan mu soal sebuah kenyataan, aku mengatakan nya saat ini, apa kau akan memaafkan diri ku?


tanya Lana Lan tiba-tiba, Tristan tampak mengerutkan dahinya.


"Katakanlah, jika itu bisa mengurangi beban mu"


"Aku membuat kebohongan besar, aku...aku.."


Lana Lan terbata, dia masih tidak yakin dengan keputusan nya untuk membicarakan soal siapa dirinya.


"Apa ini soal kamu bukan Lana Lan asli?'


kata-kata Tristan jelas mengejutkan Lana Lan, bola matanya seketika membulat


"A...apa?"


Lana Lan jelas tercekat, dia menelan Saliva nya.


"Ini kah yang menjadi beban terberat mu?"


tanya nya lagi


"Bagaimana... kamu tahu soal aku?"


Lana Lan fikir apakah suami nya bakal marah? kapan Tristan tahu identitas nya?


"Soal itu aku tahu disaat kita di desa La Bastide"

__ADS_1


ucap Tristan cepat


"Ya?"


lagi-lagi Lana Lan terkejut, selama itu kah? Tristan menyimpannya?


"Apa kamu tidak curiga kenapa aku yang awalnya begitu tidak suka pada mu tiba-tiba begitu mencintai Eliana? "


ketika Tristan menyebutkan nama asli nya, jelas saja Lana Lan kehilangan kata-kata.


yah harusnya dia curiga kenapa Tristan tiba-tiba berubah, padahal menurut cerita Helena dan shain, hubungan tristan dan Lana Lan Asli jelas berjalan begitu buruk , Tristan selalu menatap Lana Lan asli dengan pandangan yang menjijikkan, berbeda dengan cara trustan menatapnya, jelas mata itu selalu menatap nya dengan tatapan yang begitu hangat dan lembut selama mereka menikah.


"Karena kamu Eliana ku, bukan Lana Lan"


ucap nya sambil terua menyentuh wajah Lana Lan.


"Aku sejak dulu selalu berjanji untuk mencintai kamu hmm, tidak berpindah hati, tidak akan melepaskan kembali tangan ini"


"Apa kau Kris ku?"


Lana Lan bertanya cepat, menatap dalam bola mata Tristan, jantung nya jelas berdetak kencang, dia menunggu jawaban yang akan meluncur dari balik bibir indah itu.


"Shain bilang dia Kris ku, tapi foto lantai atas berkata kau adalah Kris ku"


"Apa kau Kris ku? jika iya kenapa kau tidak menjemput ku malam itu?"


Tristan jelas menautkan alisnya.


"Shain bilang apa?"


"Dia bilang jika dia adalah Tristan ku"


"Gila"


umpat Tristan.


"Dia berkata jika dia adalah Kris, dia bilang begitu padamu?"


Lana Lan mengangguk cepat...


yang benar saja, apa yang sebenarnya direncanakan shain pada Lana Lan kemrin? mungkin shain fikir sedang berhadapan dengan orang biasa, dia lupa jika tristan jelas bisa menggali informasi apapun dalam hidupnya selama ada yang mencurigakan.


"Aku ingin tahu, apa yang dia bicarakan pada mu sebelum kamu masuk menggantikan posisi Lana Lan? apa yang sebenarnya terjadi malam itu?"

__ADS_1


Tristan bertanya sambil menatap dalam bola mata Lana Lan.


"Dan apakah aku salah menebak? Helena bukankah Helena yang asli? dia bukan saudara shain? tapi dia adalah sepupu mu Emma?"


jelas saja Lana Lan langsung membulat kan matanya, dia jelas-jelas terkejut dengan ucapan Tristan.


"Mau mengakhiri permainan nya dengan cepat? agar kita tahu siapa saja yang terlibat pada malam penculikan itu? juga membongkar kenyataan siapa yang terlibat di malam kecelakaan orang tua mu?"


"Tris?"


Lana Lan tercekat


"Bagaimana kau...?"


"Aku mencari tahu dalam beberapa tahun ini, banyak rahasia yang mereka bawa sejak dulu"


"Kamu bisa mengikuti alur permainan mereka untuk membongkar semua nya Lana, tapi dengan syarat jangan terlalu dekat dengan shain, aku takut sesuatu yang buruk menimpa mu hmm"


"Kita belum tahu siapa saja yang terlibat, jadi jangan pernah percaya siapapun bahkan itu aku sekalipun"


ucap tristan pelan


"Karena kadang keadaan terjepit membuat seseorang berubah dalam sekejap"


Lana Lan menelan salivanya.


"Bagaimana mungkin aku tidak mempercayai suami ku sendiri?"


Tristan menyentuh lembut dada Lana Lan.


"Ikuti kata hati mu, Karena logika acapkali mengalah kan instuisi"


"ikuti alur mereka, aku percaya kamu bisa ikut bermain didalam nya, berjalan terus hingga semua kenyataan nya terbongkar, meskipun kamu harus menyakiti diri ku"


Lana Lan menggeleng pelan


"Tris"


di kembali Menangis


"Kamu tidak ingin orang-orang yang mencelakai orang tua mu bebas melanglang buana kan? kamu pasti ingin Gideon tetap kembali ke tangan mu kan? lakukan lah, meskipun harus mengorbankan perasaan ku, aku percaya akan ada waktu dimana kamu akan kembali dengan kemenangan, menyambut tangan ku dengan hangat hmm"


Tristan bicara, meraih hangat tubuh Lana Lan, kemudian memeluknya erat, mencium puncak kepala nya berkali-kali.

__ADS_1


"kita akan mulai dari terapi nya, membuka ingatan lama yang terpendam hingga menjadi mimpi paling buruk dalam seumur hidup mu"


bisik nya pelan sambil mengelus lembut kepala lana lan.


__ADS_2