
Pada akhirnya mereka benar-benar melakukan perjalanan panjang ke Indonesia, memilih menghabiskan bulan madu yang tertunda dan berencana mengunjungi keluarga Abimanyu dan hillatop di sana sambil datang ke acara 7 bulanan kakak angkat Lana Lan Ayana.
Tristan tampak mengelus lembut rambut Lana Lan yang terlelap tidur di atas kasur didalam kamar jet pribadi mereka. Sejenak Tristan menarik pelan nafasnya, ingatan buruk soal kejadian masa kanak-kanak hingga kejadian malam itu dengan mawar merah jelas masihmenyisakan ke khawatiran bagi Tristan.
Kemarin Seketika Tristan ber fikir untuk berhenti dari semua hal, mulai membicarakan soal masa depan mereka didepan black pearl sang Daddy Lana Lan.
"Aku akan meninggalkan dunia mafia, melepaskan satu persatu hal di sini secara perlahan, bahkan perusahaan aku fikir akan membiarkan Edward mengurus 1/2 nya bersama eliot.
Ucap Tristan cepat, sambil duduk didepan daddy mertuanya itu.
"Aku fikir akan menurunkan black pearl pada mu"
Ucap laki-laki itu pelan.
Black pearl fikir akan meneruskan pimpinan black pearl pada Tristan, sebab sejauh ini Tristan merupakan orang yang paling pandai menutupi jati diri nya, berbaur dengan sosok yang berbeda dan di segani oleh banyak orang. Tapi belum juga terwujud pemikiran nya, rupanya Tristan berkata ingin berhenti dari kegiatan berbahaya nya demi putri nya.
Tritan tampan menggeleng, dia meraih rokok dan pamatik nya, menyalakan rokok miliknya lantas menghisap nya Secara Perlahan.
"Daddy bisa mengalihkan semua urusan pada Arash, laki-laki sangat cocok untuk menjabat sebagai penerus black pearl"
Ucap Aland sambil menghisap rokoknya lantas membuang asap nya ke udara.
__ADS_1
Black pearl tahu Arash sama seperti Tristan, tidak ada yang menyangka kehidupan laki-laki itu merupakan mafia no 1 di dataran Eropa, hanya saja black pearl tidak ingin menyerahkan jabatan ketua Black pearl kepada Arash, sebab Arash akan Sulit menyeimbangkan waktu nya mengingat begitu banyak tanggung jawab yang di Emban laki-laki itu sejauh ini.
Belum lagi Debora yang selalu memperingati dirinya agar tidak terlalu sering melibatkan Arash dengan seluruh kegiatan mafia dan dunia malam.
"Aku ingin kehidupan normal untuk kami dad, aku ingin Lana Lan tidak di Landa kecemasan berlebihan, dia pantas mendapatkan kebahagiaan"
Ucap Tristan pelan.
Black pearl tampak diam, tidak banyak bicara.
Dia tahu ucapan Tristan benar, Lana Lan pantas mendapatkan kebahagiaan nya yang hilang sejak dia kecil dulu, bahkan yang belum sempat diri nya dan mommy nya berikan pada Lana Lan hingga dia dewasa.
Sejenak Lana Lan tersentak dari tidurnya, saat tangan Tristan terasa terus mengelus wajahnya.
Tanya Lana Lan sambil menatap dalam bola mata tristan.
"Setelah pulang dari Indonesia, aku fikir sebaiknya kita membiarkan Edward mengurus setengah dari Xavier company"
Ucap tristan pelan.
Lana Lan tampak mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Kamu tidak usah kembali kekantor untuk bekerja"
"Kenapa memang nya?"
Lana Lan bertanya bingung ke arah Tristan.
"Aku ingin kita menjalani kehidupan normal seperti layak nya pasangan suami istri pada umumnya"
Ucap tristan sambil terus mengelus wajah Lana Lan.
"Apa tidak terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan nya Kris?"
Lana Lan mencoba membenahi posisi tidurnya, menyentuh lembut wajah tristan.
"Aku ingin kamu meninggalkan dunia kelam mafia lebih dulu, baru memikirkan soal perusahaan"
"Aku sudah membicarakan semua nya pada Daddy mu"
"Ya?"
Lana Lan cukup terkejut saat tahu Tristan bertindak jauh lebih cepat dari perkiraan.
__ADS_1
"Kita akan membicarakan nya lagi saat kembali ke rumah"
Ucap Tristan sambil mencium lembut kening Lana Lan.