
Ckckck bukankah sangat menjijikkan ketika meja kerja ku harus saling berhadapan dengan meja kerja iblis ini?
Lana Lan memijat keningnya kesal
grrrrrhhh
dia menggeram dalam hati
Tristan mencoba fokus pada pekerjaan nya, mungkin dia sudah gila, membawa pekerjaan proyek konstruksi di kantor desainer, tapi dia benar-benar sedang berfikir bagaimana caranya menekan gadis ini soal pernikahan mereka.
Disisi sana Lana Lan memperhatikan semua konsep desain yang diberikan oleh asisten desainer, Beberapa desain tampak sedikit mengganggu menurut Lana Lan, dengan cepat dia coba membuat konsep berbeda di atas kertas kerjanya, mulai membuat desain secara teliti dan sedikit jauh berbeda.
Saat dirasa desainnya cukup tidak sesuai, Lana meremas kertas nya, lantas mencoba mengulang nya kembali membuat desainnya.
Beberapa kali Lana Lan menggigit ujung pensilnya, tampak berfikir beberapa waktu kemudian lanjut membuat desain nya, berulang kali secara terus menerus seperti itu sejak beberapa jam yang lalu.
Lantas terkadang meraih minuman di atas mejanya, menyesap nya pelan kemudian meletakkan nya kembali ke atas meja, lanjut lagi berkonsentrasi mengerjakan desainnya.
"Eliot"
ucap lana tanpa menoleh ke arah yang dipanggil
"Bisakah bawakan aku konsep kainnya? aku ingin lihat bahan nya"
ucapnya lagi masih tetap fokus membuat desain, sesekali dia menghela nafasnya.
tidak lama Tampak beberapa lembar sampel lain diletakkan di atas meja Lana Lan
"Terima kasih sayang"
ucap lana pelan masih tetap fokus pada pekerjaan nya. Ujung pensil nya masih tetap bergerak menyempurnakan desainnya,tangan nya tampak bergerak begitu lincah membuat konsep sesuai imajinasi di kepalanya saat ini.
"Hmmm..."
__ADS_1
dia ber hmm ria sambil menatap desainnya, sebuah senyuman manis menghiasi wajahnya. dalam secepat kilat memperhatikan kain-kain yang dia minta tadi.
Gadis cantik itu dengan cepat meraba kainnya satu persatu secara berlahan, terus mencoba merasakan bahan kainnya, meraba semuanya secara bergantian, beberapa kali dia mengerut kan dahinya, merasa ada yang aneh disana.
"Siapa yang bertanggung jawab pada kain nya?"
tanya nya tiba-tiba kemudian menoleh ke arah kiri
"Astagfirullah hul'adzim"
Lana Lan terpekik tertahan, saat sadar siapa yang ada disampingnya, hidung mereka hampir bersentuhan dan Seketika bola mata Lana Lan membulat sempurna.
Terlihat begitu indah dan cantik.
"Tristan"
pekik nya kesal
"Sejak kapan kamu bisa membuat desain?"
jelas saja dia bertanya heran, dia tahu betul betapa Lana Lan buta soal desain,gadis itu dulu bahkan tidak paham bagaimana caranya menggambar, lalu Sekarang bagaimana mungkin Lana Lan tiba-tiba bisa membuat sebuah desain pakaian secara sempurna. Entahlah pada akhirnya gadis itu malah menciptakan sebuah kecurigaan di hatinya.
Xavier fikir meletakkan Lana Lan di perusahaan fashion untuk bisa menekan nya disini, tapi siapa tahu tiba-tiba gadis ini berubah tanpa sebab.
Xavier fikir ada yang salah saat gadis itu kecelakaan kemarin, yah pasti ada yang salah, karena itu dia fikir dia harus mencari tahu secepat nya.
"Tentu saja sejak dulu"
Lana Lan menjawab kemudian menarik kertas desainnya
Sejek dulu?
jelas saja ucapan Lana Lan terdengar tidak masuk akal.
__ADS_1
Sejak kapan?dulu? dulu yang mana?
Tristan terus menaikkan alisnya, ucapan gadis itu semakin menambah kecurigaan nya.
"Eliot"
dia berteriak cepat, Lana Lan fikir kemana laki-laki itu.
"Dia kembali ke perusahaan konstruksi sejak 2 jam yang lalu"
"Hah?"
jelas saja Lana Lan kaget
"Sejak kapan?"
Lana Lan mencoba bertanya, berusaha memasang Indra pendengaran nya, siapa tahu tadi dia salah dengar.
"Sejak 2 jam yang lalu"
ommo....
jelas saja dia terkejut
Lalu yang dia perintahkan tadi siapa?
Seakan tahu kemana arah pertanyaan lana lan dari ekspresi wajah nya, Tristan menjawab.
"Kau membuat ku mengambil semua kain-kain itu"
"What?"
jelas saja dia terkejut
__ADS_1