Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
1 rahasia besar terbuka


__ADS_3

Saat mobil itu masuk ke sebuah villa kosong di tepian hutan selatan dari arah pintu belakang, seseorang turun dengan tergesa-gesa, mengintip ke kiri dan kekanan mencoba melihat di sekeliling nya, mengawasi keadaan sambil terus melangkah didalam kegelapan



Dia dengan cepat masuk melalui jalur belakang, berjalan mengendap-endap mencari celah untuk masuk.


Dia tahu betul Tristan tidak mungkin memperketat penjagaan di villa tua, sebab untuk turun dan naik kebawah bukanlah hal yang mudah.


Dia yakin tristan menyembunyikan dua pria itu di gudang bawah tanah, dan dia harus memastikan semua rencana nya berjalan dengan sempurna.


Dia terus berjalan turun menuju ke arah penjara bawah tanah yang pengap dan gelap itu, dengan gerakan tergesa-gesa membuka pintu masuk dan keluar dari sana.


"Nyonya"


Seketika salah satu pria tercekat saat melihat kedatangan wanita yang ada dihadapan mereka itu.


Wanita itu baru ingin membuka mulutnya, namun bola matanya seketika terbelalak saat menyadari siapa yang tengah duduk santai di sebuah kursi kayu di sudut sana.


"Ka..u"


"Halo mom"


Tristan menyeringai, menatap wanita berusia sekitar 45 tahunan itu, sang mommy tiri nya.


"Ba..gaimana Ka..u?"


Mommy tiri Tristan ingin beranjak pergi, tapi seseorang tampak berdiri di belakang tangga, bersandar dengan cara yang begitu santai.


"Hello Nyonya Adelia"


Ahem bicara sambil menggosok-gosok ujung lengan jas kanan nya ke lengan kiri nya. Seketika mommy tiri Tristan kehilangan arah.


"Aku nyaris tertipu untuk waktu yang begitu lama, bahkan keluarga Xavier termasuk daddy ku pun begitu"

__ADS_1


Tristan bicara sambil menatap mommy tiri nya, dia masih dalam posisi duduk di atas kursi.


"Setelah kematian mommy ku, begitu cepat laki-laki berubah, membawa seorang perempuan masuk sebagai istri muda, yang suka berleha-leha, menghabiskan uang, meskipun aku tidak suka, aku masih terlalu anak-anak untuk paham dengan jalan pemikiran orang dewasa"


ucap Tristan cepat.


"Tapi aku baru sadar setelah dewasa, bukankah untuk bisa masuk sebagai wanita sah seseorang harus menyingkirkan wanita lainnya?"


Tristan mulai berdiri dari tempat duduknya.


"Malam tragedi kematian mommy ku, aku melihat dengan jelas Daddy shain masuk menerobos ke arah villa utama xavier menemui mom, melihat punggung nya dengan pakaian lengkap tanpa melihat wajahnya, karena itu aku begitu yakin jika yang membunuh mommy ku adalah paman ke 2 saat itu, tapi anehnya pada malam kejadian paman ke 2 jelas-jelas tengah berada di uni emirat Arab"


"Hingga belasan tahun aku bertanya-tanya pada diri ku sendiri, bagaimana caranya 1 orang bisa berada di dua tempat secara bersamaan"


Mommy tiri Tristan tampak tercekat, wajahnya jelas memucat saat mendengar ucapan Tristan.


"Aku terus bertanya-tanya,lalu aku menghubungkan Semua nya pada peristiwa lama, jangan-jangan Daddy shain memang tidak pernah ada di Paris saat kejadian kematian mommy ku, tapi ada orang lain yang menyerupai diri nya malam itu saat masuk ke villa utama xavier dan yang paling masuk akal melakukan semua itu adalah kamu"


"Sang sekretaris yang tahu seluruh seluk beluk villa utama xavier"


"Kris"


mommy tiri Tristan memejamkan bola matanya


"1 teka-teki terjawab"


bisik tristan sambil berdiri dibelakang mommy tirinya.


"Setelah kematian mommy, kamu masuk menjadi perempuan pengganti, seorang mantan sekretaris Daddy ku yang tiba-tiba menjadi istri mudanya"


"Mengabdi dengan sepenuh hati, meskipun begitu suka foya-foya, kolokan dan bermulut manis daddy ku masih saja tertipu oleh mu"


"Bahkan hingga kematian Daddy ku, kau tetap bertahan di keluarga xavier dengan cara yang sangat luar biasa"

__ADS_1


Tristan menarik sebuah kursi disudut kanannya, mendorong kasar tubuh mommy tirinya untuk duduk.


"Lalu kau dekat dengan beberapa pria namun tidak menikahi mereka, sedikit aneh kau yang tanpa alasan kuat mau bertahan di keluarga Xavier hingga bertahun-tahun"


"Lalu tiba-tiba timbul pertanyaan di kepala ku, SEANDAINYA saat kejadian penculikan 16 tahun yang lalu kau ikut terlibat, apa keuntungan yang diperoleh oleh diri mu? aku terus memikirkan nya hingga kemarin, apa keuntungan yang akan kamu dapatkan!"


"Membunuh ku juga keuntungan apa yang akan kamu dapatkan?"


"Tapi setelah aku fikirkan kembali hingga dalam waktu yang lama, aku mulai menyadari sesuatu"


"Yang paling menghalangi pernikahan ku dengan Lana Lan di keluarga Xavier jelas adalah kamu, pertanyaan nya kenapa? setelah aku fikirkan kembali kau takut pernikahan itu terjadi karena tidak ingin ada penerus di keluarga Xavier berikut nya"


"Saat aku tanya pada Lana Lan siapa yang memberikan ide soal obat kontrasepsi yang dia gunakan, Lana Lan berkata ide itu muncul dari diri mu"


"Lalu saat memeriksa Trac record perjalanan dan kegiatan yang kamu lakukan dalam 1 tahun terakhir, kau sering melakukan perjalanan sebagai ajang liburan, kemudian aku sadar kau tidak melakukan nya dalam ajang liburan, melainkan untuk menemui seseorang"


"Kemudian aku berusaha menghubungkan semua nya satu persatu, siapa yang kau temui selama di acara liburanmu, aku baru sadar jika seseorang itu adalah kekasih mu"


"Siapa?"


Tristan menekan bahu mommy tiri nya.


"Aku akhirnya mengikis semua hal Secara Perlahan, kau menemui daddy shain, pria idaman dan pujaan mu sejak kamu di Secondary School"


"Tapi anehnya saat aku menjebak shain dan Laura, kau tidak bergeming, biasa-biasa saja tanpa ekspresi, itu artinya niat untuk mencelakai aku sedikit tidak masuk akal, jika bukan karena shain ingin naik tahta ke xavier company, lalu apa motif mu?"


"Kepala ku ingin pecah memikirkan nya selama beberapa waktu"


"Lalu aku mulai menyadari sesuatu, kau sejak awal memang berharap shain maupun aku ternggelam bersama meninggalkan Xavier company"


"Untuk siapa? untuk putra gelap mu yang kau letakkan di Manhattan dengan selingkuhan mu"


Seketika bola mata mommy tiri Tristan membulat sempurna, dia jelas tercekat, tidak percaya jika semua rencana nya bisa di baca oleh Tristan dengan sebaik-baiknya.

__ADS_1


__ADS_2