
"Yakin pergi lusa ke Indonesia ? aku fikir wajah mu benar-benar terlihat pucat saat ini sayang"
Ucap Tristan sambil menghembuskan nafas nya berat.
Wajah Lana Lan jelas terlihat begitu pucat, tapi setiap kali Tristan meminta nya melakukan pemeriksaan, Lana Lan terus-menerus menolak nya.
"Sayang... aku baik-baik saja, rasanya tidak ada yang aneh dengan tubuh ku, tidak demam, tidak flu, tidak batuk atau pun merasa aneh"
Lana Lan bicara sambil mulai mengupas buah yang ada di hadapannya. Mereka baru saja melewati sesi makan malam bersama, sesuai dengan permintaan Lana Lan, Tristan benar-benar tidak pulang malam hari ini.
"Baiklah"
Ucap tristan cepat.
"Kata nya Arash benar-benar menikah di Indonesia?"
Tiba-tiba Tristan bertanya soal laki-laki itu pada Lana Lan.
Lana Lan tampak mengangguk sambil tangannya terus mengupas lincah seluruh buah-buahan yang ada di tangan nya.
"Putri MC Dores yang telah lama menghilang"
Tristan hanya mengulas senyum.
"Dia bukan type orang yang gampang jatuh cinta, entah bagaimana dia bersama istri nya"
Tiba-tiba Tristan bicara Sambil mengerutkan dahinya saat melihat Lana Lan begitu menikmati memakan buah-buahan asam yang ada dihadapan mereka itu.
"Oh God, sayang itu sangat mengerikan"
Tristan bicara sambil sedikit memejamkan bola mata, ekspresi seram terlihat jelas di wajahnya.
"Apa kamu suka makan buah-buahan asam seperti ini? sayang, ini tidak baik untuk asam lambung"
Protes Tristan cepat.
Lana Lan tampak menggeleng.
"Ini manis, cobalah"
__ADS_1
Lana lan memberikan Tristan jeruk lemon yang sudah dia potong dengan irisan tipis"
Tristan mencoba menerima suapan Lana Lan, seketika dia membeku.
"Oh my God, sayang ini gila "
Tristan langsung melesat ke pembuangan sampah, mencoba mengeluarkan lemon itu dari mulutnya.
Buru-buru tristan menyentuh kening Lana Lan, dia fikir pasti ada yang salah dengan istrinya pasca tragedi terjun jurang tempo hari.
"Aku fikir pasti arwah seseorang masuk ke dalam tubuh mu"
Protes Tristan cepat.
"Itu benar-benar asam, apa lidah mu mati rasa sayang?"
Lana Lan jelas mengerutkan keningnya.
"Ini manis"
Jawab nya enteng.
"Baiklah manis, tapi aku tidak kuat memakannya"
Protes Tristan.
Lana Lan tampak terkekeh, lantas meraih potongan apel di piring nya.
"Ini satu rasa, aku fikir rasa nya sudah cukup pasaran"
Setelah berkata begitu, Lana Lan langsung meletakkan buah apel ke mulut Tristan.
Laki-laki itu menerima suapan Lana Lan lantas mengunyah nya secara perlahan.
"Hm ini memang jauh lebih baik dari buah lemon tadi"
Lana Lan tampak tersenyum mendengar ucapan sang suami.
"Aku fikir kita akan mengunjungi Arash ketika berada di Indonesia nanti"
__ADS_1
ucap Lana Lan cepat.
Tristan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bukan ide buruk'
"Sayang kemarilah"
Lana Lan bicara sambil menyingkirkan semua buah dan peralatan yang ada di atas meja.
Tristan tampak menaikkan ujung alisnya, berusaha mendekati Lana Lan.
"Ada apa sayang?"
Alih-alih menjawab tiba-tiba sang istri menarik lehernya lantas dengan gerakan cepat menautkan bibir mereka.
Mereka menikmati sesi ciuman yang cukup lama, hingga akhirnya Lana Lan melepaskan tautannya.
Tristan tiba-tiba terkekeh melihat tindakan Lana Lan.
"Sayang?"
Lana Lan tampak cemberut.
"Sayang kenapa kamu jadi agresif sekali belakangan?"
"Yah sudah lah"
Lana Lan tampak cemberut, berusaha menjauhi Tristan, tapi dengan gerakan cepat laki-laki itu menarik tangannya.
"Bahkan dia juga gampang marah belakangan"
Goda Tristan lagi.
Lana Lan masih tampak cemberut.
"Baiklah....apa kita harus melakukan nya di dapur? aku fikir ini cara kita yang baru"
Tristan Terkekeh, lantas dengan cepat kembali menautkan bibir mereka cukup lama.
__ADS_1