
Saat Lana lan sibuk berkeliling di mansion tersembunyi milik Tristan yang baru dia ketahui siang ini dari Ali, sejenak matanya menatap ke arah sebuah bingkai foto besar yang terletak di sebuah kamar ukuran besar di lantas 3 atas. Tristan masih berada diluar menemui kliennya untuk membahas beberapa proyek terbaru.
Lana Lan mencoba masuk ke dalam kamar itu sambil berusaha memperhatikan dengan seksama foto yang ada di hadapannya itu. Foto keluarga besar dengan beberapa anak-anak yang ada di barisan paling depan.
Lana Lan memperhatikan dengan seksama satu persatu anak-anak itu, seketika bola mata nya membulat saat matanya menatap sosok beberapa anak disana.
Jemarinya bergetar diikuti tubuhnya, seketika dia menatap satu sosok bocah yang berdiri disebelah nya.
Kenapa wajahnya berbeda dengan foto yang shain berikan pada nya dulu?
posisi fotonya sama persis, tapi kenapa wajahnya berbeda? apa dia benar-benar sudah dibodohi oleh shain? tapi kenapa? tunggu dulu, jika realita nya Kris benar-benar bukan shain, lalu apa mungkin Kris nya adalah Tristan?
seketika Lana Lan mundur beberapa langkah, dia mencoba menyusun kembali potongan puzzle yang ada.
untuk apa shain membohonginya? untuk apa laki-laki itu berkata jika dia adalah Kris, kenapa dia tidak bilang kalau shain adalah bocah 1 nya?
apa manfaatnya? titik hubungan nya dengan Lana Lan apa?
"nyonya"
seketika Lana Lan terkejut, dia melonjak kaget menatap ke arah suara orang yang mengagetkan nya.
"tuan Tristan bilang, dia akan menjemput nyonya dalam 10 menit"
"ah iya"
jawab Lana lan cepat
"Tunggu sebentar, bocah ini apakah tristan?"
__ADS_1
Lana Lan tiba-tiba bertanya pada pelayan wanita itu.
"Ya nyonya"
"Dan bocah ini?"
"Tuan shain nyonya"
Lana Lan jelas-jelas menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
Jadi benar shain memanipulasi soal identitas mereka pada Lana Lan, menjebak lana Lan agar masuk kekeluarga Xavier sesuai rencana mereka.
"Lalu mereka?"
Lana lan bertanya pada 2 perempuan yang berdiri dibelakang tristan.
"Ini mommy tuan Tristan, dan wanita ini mommy shain"
"Apa?"
mommy shain? tidak tunggu dulu,
Lana Lan mundur beberapa langkah, berusaha memegang apapun yang ada disampingnya, entah apapun dinding, meja atau wanita pelayan itu.
"Nyonya, ada apa?"
wanita itu bertanya khawatir sambil berusaha memegang erat tangan Lana Lan
Tidak, bukkankah wanita ini ada dimalam kecelakaan mommy dan Daddy nya? dia ingat betul wajah ini, wanita ini yang menyeret dirinya dan lana Lan asli menuju ke sebuah mobil.
__ADS_1
Wanita ini yang menyebabkan mereka di culik di Thailand.
Tidak, tidak, tidak mungkin.
seketika kepala lana Lan serasa ingin pecah, seluruh ingatan tiba-tiba menghantam kepalanya, ingatan kecelakaan mobil orang tuanya, bagaimana orang-orang menganiaya mereka, bagaimana mobil orang tuanya jelas-jelas di setting agar benar-benar mengalami kecelakaan tragis, bagaimana beberapa orang termasuk perempuan itu membakar habis mobil yang diisi mommy dan daddy nya, bagaimana mereka menutup mulut dan mata mommy nya.
Lalu bagaimana kejadian penculikan mengerikan itu terjadi, bagaimana semua orang menjebak mereka, lalu saat si kembar sekarat, saat Kris melepas genggaman nya, saat shain menyeret paksa dia dan Lana Lan asli, saat Helena asli berteriak histeris, marah dan keberatan karena perempuan yang katanya mommy shain memisahkan mereka, bagaimana dirinya dengan sengaja dibiarkan dibawa oleh pria China bermarga TAN.
Shain...shain..Helena..Helena..
bagaimana mungkin? bagaimana mungkin?
tidak tidak tidak....
"Akkhhhhh"
teriakan melengking Lana Lan jelas mendominasi seluruh rumah, dia berteriak histeris sambil memegang kepalanya.
"nyonya?"
seketika perempuan itu panik, beberapa pelayan melesat ke atas diikuti sang security, Tristan yang berada di lantai bawah berniat menjemput Lana Lan jelas terlihat panik, melesat naik ke atas tanpa memperhatikan lagi langkahnya, bola mata nya mencari sosok sang istri. seketika bola mata Tristan membulat saat melihat Lana Lan tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri.
"Ada apa ?"
saat pelayan itu menunjuk bingkai foto besar dihadapannya, Tristan langsung kehilangan kata-kata.
"Sayang, sayang"
jelas saja Tristan begitu panik, menyambar tubuh itu secepat kilat.
__ADS_1
"Hubungi jaoyce untuk ku"
teriak nya menggelegar, semakin memecah keadaan, semua orang jelas panik, bergerak kocar-kacir karena rasa bingung dan takut mendominasi.