Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Kerinduan yang membuncah


__ADS_3

Sesaat Lana Lan tersentak dari tidurnya saat sebuah tangan memeluk erat Dirinya begitu saja, secepat kilat Lana Lan membuka bola matanya dan membalik tubuhnya dengan gerakan refleks.



Seketika bola matanya berkaca-kaca saat sadar siapa yang tengah berguling di belakangnya, memeluk hangat dirinya dengan membawa sejuta kerinduan.


Berapa hari mereka tidak bertemu??


"Apa semua baik-baik saja? para pelayan bilang kamu sering merasa lelah belakangan hmm? juga sering terkena demam?


"Kris..."


suara nya bergetar, kerinduan nya jelas membuncah. Secepat kilat Lana Lan mencium bibir Kris berkali-kali, meluapkan kerinduan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata panjang saat ini.


"Aku sangat merindukan mu"


Dia mencelos, air mata nya seketika tumpah.


"Kenapa lama sekali?"


Tristan mengembangkan senyuman nya, memeluk erat tubuh Lana Lan agar masuk ke dalam dadanya.


"Maafkan akau sayang, ada banyak sekali urusan yang harus aku selesaikan beberapa waktu ini hmm"


Setelah berkata begitu, Tristan menarik dagu Lana Lan sejenak, menatap wajah cantik yang begitu dia rindukan.


Berhari-hari berpacu dengan waktu dan bergelut dengan para mafia serta jutaan rahasia, pada akhirnya Tristan bisa mengurus semua nya dengan baik berkat bantuan para teman-teman nya, dia tahu saat ini tinggal menggiring beberapa orang yang terlibat dan memusnahkan mereka, hanya saja kerinduan pada sang istri mengalahkan segalanya.


"Kata para pelayan kamu sakit?"


Tristan mengulang pertanyaan nya yang tadi.


"Kenapa tidak minta Joyce untuk memeriksa keadaan mu?"


Nada Tristan terdengar begitu khawatir.

__ADS_1


"Bukan hal besar, hanya merasa pusing dan mual, tapi setelah minum obat deman dan mengisu perut dengan beberapa buah-buahan Alhamdulillah semua baik-baik saja"


jawab Lana Lan cepat.


"Kita akan minta Joyce memeriksa keadaan mu besok"


Lana Lan menggeleng cepat.


"Aku baik-baik saja sekarang Kris, tidak lagi merasa deman hmm"


Lana Lan menyentuh wajah itu, sudah mulai ditumbuhi jambang dimana-mana.


"Kamu tidak mencukurnya honey"


ucap Lana Lan pelan.


Tristan tersenyum kecil, balik Menyentuh wajah Lana Lan dengan tatapan penuh kerinduan.


"Wajah mu terlihat pucat sayang, kami sedikit kurusan"


Lana Lan tersenyum


Tristan hanya menarik pelan nafasnya.


"Lusa kita akan ke Indonesia"


Lana Lan mengerut kan dahinya.


"Kenapa?"


"Kakak angkat mu Ayana akan merayakan 7 bulanan kehamilan nya"


seketika bola mata Lana Lan membulat, raut bahagia jelas terlihat dari balik wajahnya.


"He em"

__ADS_1


dia mengangguk cepat dengan tatapan antusias


Tristan terkekeh melihat ekspresi sang istri, mencubit pelan hidung Lana Lan.


"Kris.."


Rengek Lana Lan begitu manja.


Saat mendengar suara manja Lana Lan, Seketika dibawah sana merespek dengan sempurna.


"Oh sayang"


Kris menautkan kening mereka.


"Apa kamu masih merasa tidak enak badan?"


tanya nya pelan


Lana Lan menggeleng pelan


"kamu keberatan kalau aku minta kewajiban?"


tanya nya sambil menatap bola mata Lana Lan begitu dalam.


Senyum manis lagi-lagi keluar dari bibir Lana Lan, dia mengangguk pelan.


"Tidak lelah?"


Lana Lan menggeleng cepat.


"Yakin?"


Tristan mencoba menyakinkan kondisi Lana Lan, sebab pelayan utama berkata selama dua pergi Lana Lan acapkali merasa pusing, lelah, tidak nafsu makan dan memuntahkan isi perutnya.


Kekhawatiran jelas mendominasi begitu dia mendapat kan laporan seperti itu.

__ADS_1


Agak kesal karena Joyce tidak memeriksa kondisi Lana Lan, sang keponakan malah bertugas ke luar negeri untuk beberapa urusan, padahal jelas-jelas dia menitipkan Lana Lan pada Joyce kemarin.


Dibalik ke khawatiran Tristan, Tiba-tiba Lana Lan dengan cepat menyambar bi..bir Tristan, menautkan ciuman mereka dengan sempurna untuk waktu yang begitu lama.


__ADS_2