
Setelah paman Ishak nya mengumpat dengan perasaan kesal, seketika dia berteriak kesal memecah keheningan malam, jelas saja dia berfikir Betapa bodoh nya dia karena mau berurusan dengan putri sang mafia, tanpa fikir panjang menculik Lana Lan memenuhi keinginan mawar merah demi kekuasaan di red mafia.
Semua anak buah nya jelas telah habis didepan sana, dan yang di dalam jelas telah diringkus dengan sempurna.
Apa dia punya alasan untuk bisa melarikan diri?
"Tentukan pilihan nya sekarang juga"
Lana Lan bicara masih sambil mengacungkan senjatanya.
Pada akhirnya paman Ishak memejamkan bola matanya, menerima kesepakatan, menghubungi mawar merah dalam hitungan detik.
"Aku sudah membawa putri black pearl"
satu baris kalimat yang di ucapkan paman ishak melalui panggilan telepon nya.
Lana Lan menarik ujung bibir nya, ahem yang ada di samping Lana Lan seketika melirik ke arah nya.
"Siap berpesta malam ini sayang?"
ahem bicara sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Yeah tentu saja"
jawab Lana Lan sambil tersenyum penuh keyakinan.
__ADS_1
Paman Ishak nya jelas sudah tidak punya pilihan lain, menerima kesepakatan untuk memancing mawar merah keluar.
"Bawa dia ke titik pertemuan, tetap atur strategi seperti di awal rencana"
ucap ahem cepat pada para bawahan nya.
"Baik tuan"
Ahem melirik ke arah Lana Lan yang mulai meletakkan pistol di tangannya tadi ke pinggang nya, Lana Lan langsung berjalan keluar.
"Bagaimana kau bisa tahu dimana posisi ayah mu semalam? dan bagaimana kau bisa membaca kode darurat dari kami?"
Ahem jelas bertanya sambil menaikkan alisnya.
Lana Lan melirik ke arah ahem
jawab Lana Lan cepat.
"Saat kecil Daddy sering mengajarkan aku untuk menulis kode Morse, dia sering membisikkan soal black pearl sebelum tidur, bahkan Daddy pernah menyebut kan 1 tempat yang aku yakini itu pasti kediaman nya"
lanjut Lana lan
"Aku cukup ragu meringsek masuk, tapi kode Morse yang kamu kirim ke black pearl membuat aku yakin jika kamu sengaja menjebak Ishak untuk memancing mawar merah keluar"
Jawab ahem.
__ADS_1
"Suami ku tahu soal ini?"
"Aku belum memberitahukan nya, dia sedikit menggila Eliana, dia fikir sesuatu yang buruk benar-benar menimpa mu"
Ahem terkekeh.
"Dia benar-benar tergila-gila pada mu"
Lana Lan hanya bisa mengulum senyum.
"Kenapa kamu ingin membantu menyelesaikan semua nya sayang?"
Ahem kembali bertanya sesaat sebelum Lana Lan masuk ke dalam mobilnya.
Dia menarik pelan nafasnya.
"Jika semua berakhir dengan cepat, maka kami bisa mendapatkan hidup yang normal bukan? aku ingin Tristan menjalani kehidupan yang normal setelah ini ahem, aku akan bicara pada Daddy, tidak ada balas dendam, tidak ada kehidupan mafia, cukup terjadi pada kehidupan kami yang mengerikan di masa lalu, dimasa kecil yang begitu suram dan menyakitkan"
"Aku yang hidup terlunta-lunta karena perebutan kekuasaan, dan Tristan yang menjadi pribadi mengerikan karena ambisi perebutan kekuasaan dari segala pihak"
ucap Lana Lan cepat sambil memandangi dalam bola mata ahem.
"Aku tidak ingin anak-anak kami nanti mengalami hal yang sama seperti kami, aku tidak ingin kehilangan Tristan ahem, dia satu-satu nya kehidupan ku saat ini, jika sesuatu terjadi pada nya dan dia meninggalkan diri ku, itu berarti setengah dari nyawa ku ikut pergi"
Setelah berkata begitu Lana Lan langsung masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Ahem tampak tidak bergeming untuk beberapa waktu, Kemudian dia menarik sudut bibirnya.