
Lana lan menggenggam erat telapak tangan Tristan, dia menggeleng pelan saat Tristan akan turun ke bawah menemui Helena.
Dia tahu ini lah waktunya.
Keluarga besar Xavier dan Gideon tengah berkumpul bersama, melakukan acara makan malam yang di adakan oleh paman Ferdinan, dia tahu ini pasti rayuan dari Helena agar bisa berkumpul bersama dan melancarkan semua aksi mereka, Membuat malu tristan dan juga menjatuhkan dirinya.
"Semoga aku tidak salah menebak, mereka pasti akan membubuhkan afrodisiak Di minuman mu Kris"
itulah yang di ucapkan oleh Eliot pagi kemarin.
"Kita tidak bisa menukar minuman nya, juga tidak bisa bermain kasar, Edward akan mengatur Helena dan aku akan mengatur laura"
Tristan hanya diam, menatap wajah Lana Lan cukup lama, mengelus lembut wajah itu beberapa waktu.
"Jika sesuatu terjadi pada mu, jangan lupa tekan tombol ini di sisi paha mu, firasat ku berkata sesuatu yang buruk akan terjadi"
ucap Tristan cepat.
entahlah hati nya jelas gelisah, seakan-akan ada hal lain yang akan terjadi setelah ini.
"Kamu selalu mengkhawatirkan aku lebih dulu"
ucap Lana Lan pelan.
"Semua akan baik-baik saja hmm"
ucap nya pelan sambil mencium lembut puncak kepala Lana Lan.
********
Edward jelas tengah duduk santai di kursi paling ujung setelah sesi makan malam, menyesap wine nya sambil menghabiskan rokoknya bersama kakek tua xavier, laki-laki itu belakangan selalu mengekor sesuai instruksi Kakek tua Xavier.
Eliot tampak sibuk bermain kartu bersama paman Ferdinan, bola matanya jelas mengawasi gerak-gerik Laura, sedangkan Helena tampak sibuk mengobrol dengan Madeline dan Laura.
Shain bersandar di salah satu kursi sofa di ruang tengah, tampak senang melihat Tristan dan Lana Lan turun dari atas tangga.
"Kau belakangan selalu mengekori istri mu"
ledek shain sejurus kemudian.
Tristan tidak bergeming, ikut duduk di kursi sofa samping kiri shain.
Shain meraih gelas wine yang ada di atas meja kemudian mulai menuangkan minuman nya, setelah itu menyesap nya beberapa waktu.
"Aku dengar kau menerima proyek dari Kuwait lagi setelah perusahaan hillatop company menerima nya beberapa bulan kemarin?"
shain bicra sambil menaikkan gelasnya.
"Yeah, bukankah kau yang memperburuk situasi nya? aku jelas tidak punya pilihan"
shain tampak menyeringai
"Aku mentolerir satu kesalahan, tapi ingat shain tidak untuk ke kedua kalinya"
__ADS_1
Tristan menatap dingin bola mata shain, laki-laki itu hanya menarik ujung bibirnya.
"Keponakan, kau tidak ingin duduk?"
shain bicara cepat sambil melirik ke arah Lana Lan.
"Kau tidak keberatan tristan? jika Lana Lan duduk di antara kita?"
shain bicara sambil menuangkan minuman ke ke sebuah gelas kosong yang terletak di hadapan nya.
"Aku sudah tidak minum lagi"
ucap tristan cepat.
seketika shain menghentikan gerakan tangannya
"Dan istri ku juga tidak meminum minuman yang memabukkan karena di haramkan dalam agama nya"
lanjut nya.
"Duduk lah disana"
Tristan bicara, meminta Lana Lan duduk di samping kirinya, agar menjauh dari sisi shain.
seketika shain tertawa renyah.
"Kau cukup banyak berubah, tristan"
Tristan sama sekali tidak menjawab, meraih rokoknya kemudian menyalakan pamatik nya.
tiba-tiba Helena masuk di antara mereka, menyerahkan jus anggur ke hadapan tristan dan jus mangga ke hadapan Lana Lan"
seketika tristan mengerutkan dahinya,dia sepertinya menyadari sesuatu.
"Bisa tukar jusnya?"
Lana Lan bicara cepat, meraih jus anggur yang ada dihadapan tristan, Memutar nya dengan just mangga.
Tristan menyeringai, mereka berniat menjebak nya, Tristan tentu saja tahu apa yang disukai Lana Lan apa yang tidak, salah sedikit saja saat bicara mereka pasti menduga jika tristan sudah tahu siapa Lana Lan yang sesungguhnya.
"Tristan?"
"Sejak kapan Lana Lan suka jus anggur?"
Tristan pura-pura bertanya serius, menatap Lana Lan dan Helena bergantian.
"Ah?"
Lana Len jelas terkejut, dia seperti nya ikut menyadari keadaan.
"A..aku ."
Helena tampak tercekat,dia fikir Artinya tristan memang belum mengetahui identitas asli Lana Lan, kecurigaan mereka cukup tidak beralasan beberapa waktu ini.
__ADS_1
"Ayolah Tristan, orang-orang kadang menukar kesukaan mereka"
"orang bisa berubah, tapi tidak dengan selera makan"
Lana Lan tampak bingung, menatap shain beberapa waktu.
"Aku baru tahu Lana Lan suka jus anggur, seingat ku dia suka minum mangga"
jawab shain cepat
"Oh ayolah sayang, apa kalian akan memperdebatkan hal yang tidak penting?"
Helena bicara cepat, meraih Lana Lan agar segera beranjak dari sana, biarkan laki-laki bicara dengan sesama laki-laki.
Tristan jelas dapat menatap pandangan mata shain pada Lana Lan, dia jelas juga menyimpan kecurigaan besar, apakah ada sesuatu di minuman yang di minum Lana Lan tadi.
Seketika Eliot muncul di antara mereka.
"Kakek tua Xavier meminta mu datang"
ucap Eliot cepat
Shain sejenak mengerutkan dahinya, dia berdiri dari duduknya kemudian sempat menoleh ke arah jus yang ada di atas meja.
"Aku akan kembali"
Sepersekian detik kemudian shain melesat menjahui Eliot dan Tristan.
"Kau harus berterima kasih pada ku"
Eliot bicara cepat kemudian memegang habis jus mangga dihadapan Tristan.
"Mereka membubuhkan afrodisiak ke 2 gelas ini, pelayan dapur mengatakan nya setelah termakan rayuan ku"
ucap Eliot cepat
"Oh sial, begitu kau naik ke atas Laura akan menyusul, shain akan mengejar Lana Lan, sesuai ucapan mereka di penyadap suara"
"Kita benar-benar akan membuat skandal besar dalam 1 kesempatan secara bersamaan, dia akan jatuh dalam sekali hentakan"
"Dia ingin skandal nya pecah bersama,Lana Lan selingkuh dengan shain dan kau dengan Laura"
seketika rahang Tristan mengeras, menatap tajam bola mata Eliot.
"Naik sekarang, shain berjalan menuju kemari, aku akan mengecoh Laura, kau kejar Lana Lan, helena tengah mempersiapkan Lana Lan untuk shain malam ini"
secepat kilat Tristan melesat naik ke atas tanpa fikir panjang, seharusnya dia tahu itu sejak awal, shain dan Helena memang benar-benar gila, dua minuman itu memang di bubuhi afrodisiak.
Breng..sek..
umpat tristan dengan bola mata menyala-nyala karena marah.
********
__ADS_1
Catatan \=
Afrodisiak sering dipergunakan untuk meningkatkan seksualitas. Kebanyakan bentuknya adalah obat fasmasi yang tersedia dan dipasarkan secara khusus untuk efek meningkatkan nafsu seksualitas seseorang.