Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Malam indah 21 "Putri kesayangan Black pearl


__ADS_3

Tristan masih terus memandangi wajah shain, pistol itu jelas sudah mengarah tepat di kepalanya, tapi Tristan sama sekali tidak bergeming, dia hanya menaikkan ujung bibirnya.


"Kau bisa menarik pelatuk mu saat ini juga, shain"


Suara dingin Tristan jelas mendominasi, dia sama sekali tidak takut dengan keadaan, membuat shain menaikkan sebelah alisnya.


Sedangkan Lana Lan jelas mulai kehilangan kesadaran nya dibelakang sana, dia berusaha terus menekan perasaan nya, keringat dingin terus mengucur sejak tadi. rasa haus, panas, ingin disentuh mendominasi didalam dirinya.


"Kau tahu shain? bahkan kepala mu saat ini sedang bertarung dengan waktu, kau menembak, sniper ku juga menembak"


apa?


shain bicara dalam hati, mencoba menyapu tiap sudut ruangan, seketika bola mata nya menatap ke arah cermin.


Sepersekian detik kemudian shain mulai menyadari sesuatu, suatu bayangan laser berwarna merah sudah mengarah tepat ke arah kepalanya.


"Kita akan jadi seimbang, aku mati begitu juga dengan mu"


"Kau...."


shain jelas mengeram, tidak percaya betapa pintar nya Tristan.


"Kau tahu Tristan? mawar merah telah bergerak sempurna"


shain menyeringai, tertawa begitu senang dengan keadaan.


Tristan hanya diam,menatap wajah shain untuk beberapa waktu, dia memejamkan pelan bola matanya seakan menghitung mundur waktu.


Satu


Dua


Tiga


Blasshhhh


Srrettt


Brakkk


kletakkkk


kletakkkk


Seluruh bagian rumah juga kamar yang mereka tempati telah dipenuhi beberapa orang berpakaian serba hitam dengan masing-masing senjata di tangan mereka.


Bola mata shain jelas terbelalak Sempurna saat menyadari kenyataan.


"Kauuu...."


"Bawa dia ke black pearl"


ucap Tristan pada Ali yang berdiri di ujung pintu.


"A..pa?"


seketika shain mundur beberapa langkah, dengan cepat orang-orang itu menarik paksa tubuh shain

__ADS_1


"Bajingan...bajingan kau Tristan kau mengambil kesepakatan bersama hillatop"


Tristan berjalan mendekati shain, menatap tajam bola mata laki-laki itu.


"Seharusnya kau tahu sedang berhadapan dengan siapa, shain? iblis yang diciptakan oleh ibu mu sendiri! dia akan tetap menjadi seorang iblis ketika dalam kondisi terjepit"


Lantas Tristan berjalan melewati shain, meraih tubuh Lana Lan secepat kilat.


"Kau yang paling tahu bagaiamana menghadapi black pearl, karena kau telah berani bermain-main dengan putri kesayangannya"


ucap Tristan sambil menggendong tubuh Lana Lan dengan erat, Lana Lan jelas mencengkeram leher Tristan, tubuhnya terasa begitu menggila ketika bersentuhan dengan kulit Tristan.


"Apa?"


seketika shain tercekat


"Kau bilang apa?"


Tanpa mempedulikan pertanyaan shain, Tristan langsung beranjak dari sana, mendekati Ali untuk beberapa waktu.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan pada perempuan nya"


"Baik tuan"


*********


"Kriss"


Lana Lan merengek, menatap Tristan yang masih konsentrasi mengendarai mobilnya.


tubuhnya jelas menggila, dia benar-benar tidak bisa menahannya lebih lama lagi, secepat kilat menyambar Tristan agar melakukan tugasnya. pengaruh afrodisiak semakin bercampur jadi satu, tanpa pelepasan rasa nya ingin mati saat ini juga.


"Ini di mobil sayang"


Lana Lan tidak peduli, dia mencoba meraih tubuh Tristan dan mulai berpindah tempat duduk.


kkittttt


seketika Tristan menghentikan mobilnya.


"Ini gila, kita akan melakukan nya di mobil?"


"Aku tidak peduli"


Lana Lan merengek, membuang selimut ditubuhnya kemudian langsung naik ke atas tubuh Tristan, menyambar bibirnya untuk saling bertaut, meraba da..da Tristan dan mulai melepaskan pakaian Tristan dengan gerakan terburu-buru.


"Oh tuhan, sayang kenapa kau senakal ini hmm?"


Tristan bicara sambil menurunkan kursinya, membuat mereka berguling dengan sempurna.


Lana Lan tidak peduli, dia fikir entah apa yang terjadi, tubuhnya meminta kepua..san yang hakiki, dia ingin menyentuh, ingin disentu, tubuh nya begitu terasa panas, haus, meremang, menginginkan lebih dari sekedar sentuhan ataupun ciu..man, sesuatu yang Terasa menggila menghantam tubuh nya.


Lana Lan masuk kedalam ceruk leher Tristan, menyesapnya dengan nakal dan sempurna, tangan nya dengan nakal turun ke bawah sana, membuat hasrat seorang Tristan naik Seketika.


"Sayang"


semakin mendengar suara indah tristan dibalik telinga nya semakin membuat Lana lan menggila, secepat kilat dia turun ke dada Tristan dan lidah nya bermain nakal di sana.

__ADS_1


Tristan jelas tergoda, membiarkan sang istri bermain sesuka hatinya, mulai turun kebawah sana, melepas celananya dengan terburu-buru, lidah dan mulutnya bergerak lincah dibawah Sana untuk waktu yang cukup lama, terlalu bergerak lincah hingga membuat Tristan mulai menggila nyaris sampai pada puncak nya.


oh damn it


Secepat kilat Tristan menyambar tubuh Lana Lan, mengubah posisi mereka, menautkan bibir dan saling menyesap, membelit lidah didalam sana untuk beberapa waktu, sedangkan tangan kirinya menyentuh lembut da..da Lana Lan, telapak tangannya meraup dada itu dengan sempurna, lantas bibir dan lidah itu turun kebawah sana, menyesap nya dengan sangat sempurna, begitu lembut dan memabukkan untuk Lana Lan.


Berkali-kali Lana lan mengeluarkan de..Sahan dan era..ngan manja, menekan kepala tristan agar semakin masuk ke dalam dada nya, seolah semua rasa yang menggila tadi berlahan lepas begitu saja.


"Kris.."


rengek Lana Lan manja.


Tristan cukup sulit bergerak ke bawah, melakukan sesi per.. cintaan di atas mobil jelas sulit baginya, tapi demi memenuhi hasrat sang istri dia harus menuntaskan semua keinginan Lana Lan, tangannya dengan cepat melepaskan penutup bagian bawah Lana Lan kemudian jemari tangan nya dengan lincah bermain dibawah sana, sekuat tenaga Lana Lan meraih lehernya, memberi tanda ini waktunya pelepasan yang dia tunggu sejak tadi.


"Akhhh"


Lana Lan me..ngerang sempurna, memeluk kencang leher Tristan, pelepasan benar-benar datang dari bawah sana.


Tristan menaikkan ujung bibirnya, dia kembali menyatukan bibir mereka, dibawah sana bersiap untuk melesat masuk dengan sempurna.


"Kriss"


Tristan jelas tidak lupa pada doa penyatuan Mereka, mencium kening sang istri beberapa kali hingga akhirnya dibawah sana m mulai secara berlahan menyeruak masuk secara perlahan.


"Akhh "


Lana Lan memeluk erat pinggang tristan, hingga akhirnya dia menyakinkan diri dibawah sana sudah menyatu dan terbenam dengan sempurna, dia menekan punggung tristan dengan kuku-kuku indahnya, dan membiarkan Tristan mulai bergerak memompa nya.


"Nyaman kah?"


Tristan bertanya sambil bergerak sempurna maju mundur, membuat Lana lan senyaman mungkin, takut jika-jika Lana Lan merasa tempat sesi per..cin..taan kali mengganggu dirinya.


"Ngg"


Lana Lan hanya mengangguk tak berdaya, bola matanya menatap sayu ke arah tristan, seolah dia pasrah dengan segala keadaan, tristan secara berlahan Merapikan rambut Lana Lan yang menutupi wajahnya, mencium wajah cantik itu berkali-kali.


Tristan menyatukan kembali bibir mereka, berperang lidah di atas sana sedangkan dibawah sana sibuk terus bergerak memompa dengan sempurna.


suara era..Ngan Demi era..Ngan halus keluar dari bibir Lana Lan, malam ini jelas sang istri tidak gampang merasa puas, pengaruh afrodisiak benar-benar luar biasa, membuat sesi ber..cinta mereka semakin panjang tidak seperti biasanya.


Semakin Tristan memompanya semakin Lana lan mengeluarkan suara-suara indah dan menggoda dari balik bibirnya hingga akhirnya Tristan dapat merasakan pelepasan itu kembali datang dari Lana Lan, dia memompa dengan cepat memastikan dirinya ikut mencapai puncak pelepasan nya juga.


Sesuatu yang hangat terasa menabrak dinding rahim Lana Lan, dia memeluk erat tubuh Tristan dan membenamkan wajahnya di dada bidang itu.


"Sekali lagi"


bisik Lana Lan


Tristan terkekeh, menyentuh lembut wajah sang istri.


"Kamu menjadi begitu kuat sayang, bisakah menahannya hingga kita menemukan tempat menginap yang baik? kamu akan kelelahan jika kita melakukannya di atas mobil sayang"


bisik Tristan lembut sambil mencium kening Lana Lan untuk waktu yang lama.


"He em"


Lana Lan mengangguk pelan.

__ADS_1


__ADS_2